Friday, December 31, 2010

in the dawn

honestly, this time is the best time i think..
no sound, everyone is sleeping, just the tick sound, and the fan.
the best time to write this melancholy post.
hahaha..

if i close my eyes n think.. there are still many things not done.
just like the pop-up-windows, they pop up to the left then to the right of my head.

in this quite time.. i wanna to talk with you, Lord..
but without any pop-up-windows..

wanna to throw out all of them, but stil.. they must be done.

huff... it is the last day, Lord..
i want to be with you, without others..

i love sleeping, but i don't wanna to sleep now..
wanna to be with you..
to think about this year...

huff..
this is the last day, Lord..

how amazing if i still alive..

suddenly, when i want to think about what have happened this year, it's a blank..
there so much things have happened..
but i can't remember them now..
maybe because of the dawn time...

dear lord...
let me just say.. thank you...
thank you for this year...
thank you for allllllllll thingssss.......

huff....
time for sleep....

happy last day of 2010.

Saturday, December 25, 2010

MERRY CHRISTMAS!!!

Renungan kemaren malam ditutup dengan menyadari.. bahwa Allah sudah membuat alur di dalam hidupku.
Dan the end of yesterday's chapter adalah sukacita MERRY CHRISTMAS!!!!!!

It's Christmas Time !!! ^^

Terbangun dengan perasaan menunggu-nunggu! Menunggu-nunggu untuk bertemu dengan-Nya di Christmas day ini. ^^

Sebelum ibadah dimulai, aku menikmati latihan terakhir dari orkestra. Mantap!!
Menikmati juga waktu memperhatikan orang-orang di sekitar. Ada yang mungkin terlihat biasa-biasa saja, namun ada sukacita ketika melihat wajah-wajah yang bersukacita mengikuti ibadah di Christmas day ini.

Ibadah kemudian dimulai. Puji-pujian yang agung, choir dan orkestra yang Tuhan pakai untuk menyanyikan pujian yang indah nan megah. Hingga akhirnya aku bertanya dan berkata... Tuhan... bukan ini.. puji-pujian ini berlirik agung, ditemani musik yang megah nan indah. tapi bukan ini... bukan ini yang memuliakan Tuhan... hingga akhirnya aku diberikan jawaban oleh-Nya melalui hamba-Nya yang membawakan Firman.

Bukan puji-pujian yang agung nan megah yang memuliakan Allah. Tetapi hidup yang diubahkan dari orang-orang yang dikasih-Nya, itulah yang memuliakan Allah.

apalah artinya puji-pujian yang agung, megah dan indah itu, kalau tidak ada hati dan hidup yang diubahkan di Natal ini?
Christmas akan berarti, jika kita mengalami hidup yang diubahkan dan memuliakan Dia.

Sungguh tidak mudah!
aku tahu Dia itu Tuhan. tapi aku ingin menguasai hidupku sendiri. aku ingin mengatur hidupku. tak mau diatur oleh-Nya!


Hei!
Tuhan bukanlah Raja di atas segala raja tok. Tuhan adalah Raja di atas segala raja, yang datang untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Dan Gembala itu siap berkorban bagi domba-domba-Nya!

Maka...
mengapa aku tidak membiarkan Dia mengintervensi hidupku?

orang terkenal, orang yang dihormati, atau mungkin kekasih yang kita tunggu-tunggu bisa mengintervensi hidup kita jika mereka mau datang mengunjungi kita, padahal mungkin hasil intervensi itu adalah kerugian bagi kita.

lalu mengapa tidak membiarkan Raja di atas segala raja, Gembala agung yang sudah berkorban dan siap menuntun domba-domba-Nya, untuk mengintervensi hidup kita?
tidak ada kerugian jika Dia yang mengintervensi hidup kita, apapun bentuk intervensi itu.

...

di akhir ibadah.. Ia merancangnya. Ditutup dengan choir tanpa orkestra yang megah. Namun tidak kah puji-pujian itu indah?
Sesungguhnya suara ini lah instrumen yang begitu indah yang Tuhan berikan secara gratis!
Maka pujilah Dia dengan suaramu! :D

...

Alur ibadah, Ia rancang untuk menjadi alur hidup ku juga.
Aku bertanya, Ia menjawab.
dan apa alasan hingga aku tidak meresponi-Nya? :)

Merry Christmas! ^^

Christmas and Me

Natal, dirayakan setiap tahunnya. Untungnya, masih banyak orang yang menanti-nantikan dan menunggu-nunggu hari natal ini, walau dengan berbagai motivasi. :)

Di tengah segala kepadatan, aku berusaha untuk berkata stop! dan aku harus menyiapkan diri untuk menyambut natal yang meaningful.

Sudah mengikuti 2 kali natal sebelumnya, tapi tetap saja menunggu-nunggu yang di tanggal 24 dan 25 desember ini. :D
Bukan kebetulan kalau bisa menghadirinya. Dan sungguh bersyukur boleh dapetin the meaningful christmas. :)

Silsilah kelahiran Kristus adalah sacred (kudus), walau demikian di dalam silsilah itu Allah memakai orang-orang yang berdosa, ntah itu pembunuh, ataupun penzinah, tetapi.. Tuhan masih pakai orang-orang ini dan mereka menjadi bagian dalam silsilah yang kudus itu.

Yekhonya, dinubuatkan tidak akan ada di dalam garis keturunan silsilah ini, namun diberikan kesempatan kedua, diangkat dan dianugerahkan untuk dituliskan namanya dalam silsilah ini.

Inilah makna natal. Natal adalah saat pendamaian, berdamai dengan Allah, berdamai dengan sesama.

Bukan suatu kebetulan.. Setengah jam sebelum aku berangkat ke gereja, seorang pembicara mohon maaf lahir dan batin denganku, dan aku menanggapi dengan bercanda, namun ia mengingatkan, bahwa itulah makna natal!
Dan aku benar-benar mengerti ketika Tuhan boleh bukain di christmas eve ini. :)
Bahkan sebelum aku berangkat ke gereja, Ia sudah menyiapkanku untuk menikmati christmas yang meaningful ini. ^^

"Cukup sudah! Cukup sudah untuk terus-menerus berdosa! Cukup sudah!"
Berkali-kali panggilan ini diserukan.
"Cukup sudah hidup untuk diri sendiri!"
Dan Allah memanggil orang-orang yang dikasihi-Nya, untuk pulang dan kembali kepada-Nya.

Namun ada ketakutan.. ketakutan untuk tidak bisa setia hingga akhirnya. ketakutan jikalau kembali jatuh dan berdosa. Ketika aku seperti itu, maka Ia berkata lewat lilin yang menyala : "mintalah agar Terang itu yang membimbingku dan menyinari, di tengah kegelapan yang masih ada padaku"

tidak sampai di sana saja.
apalah artinya lilin-lilin yang menyala?
"ku harus teruskan berita ini. ku harus teruskan Terang ini."

Christmas and me.
Berdamai dan pulang kembali pada-Nya.
Menjadi bagian dalam mengerjakan keselamatan dari Allah.
Berbagian dalam silsilah ini.

Thank you, Lord... for the really meaningful christmas...

Friday, December 24, 2010

December, 23 2010

malam 22 desember rasanya letih sekali.
serasa tidak ada pengharapan.
capai tubuh, capai hati.
dan aku berdoa.

pagi hari tubuh serasa remuk..
tapi bersyukur sekali masih bisa bangun.
bersiap ke kantor, dan ternyata dianya ketiduran.
menunggu dan akhirnya pergi.
berharap mendapatkan kelancaran dan memohonnya dalam doa.
juga berharap bisa melewati hari itu..

tidak seperti biasanya.
biasanya aku berangkat lebih pagi dan harus mengantri begitu lama.
namun hari itu. berangkat tidak seperti biasanya, tetapi sesampainya di tempat antrian, aku sudah mendapatkan tempat untuk berdiri.
tidak seramai biasanya, mungkin karena libur? :p
yang pasti aku bersyukur dan aku tahu Tuhan menghiburku dengan menjawab permohonanku.

menjalani hari itu..
sungguh bersyukur kalau bisa bertahan hingga akhirnya.
kukira aku akan tepar di tengah jalan.
lelah di pikiran, namun siapa sangka aku masih beroleh kekuatan untuk berjalan pulang.
tidak pulang tepat jam 5, tetapi sengaja mengulur sedikit waktu.
siapa sangka waktu itulah waktu yang tepat?

sampai di tempat antrian dan lagi-lagi tidak sempat mengantri, sudah ada tempat.. kali ini untuk diduduki.
tidak kah Dia memimpin?
Dia menghiburku dengan memberikan yang lebih yang tidak kusangka dan tidak kupikirkan.
berjalan pulang, dan aneh sekali.. lelah pikiran yang tadi memusingkanku, mulai berkurang.
siapa sangka aku bisa turun dan berjalan dengan tubuh yang seolah-olah tidak lelah?

diteruskan menjalani hari hingga di subuh hari.
siapa sangka aku bisa bertahan hingga di jam seperti itu?

kusangka akan seperti ini dan seperti itu
tetapi Ia menjaga memelihara dan menghibur

tak kusangka akan seperti ini dan seperti itu
tetapi Ia mengerjakannya dan menghiburku

wow..
how can i not thank you, Lord .. :)

Saturday, December 11, 2010

grace alone

satu lagi event yang telah berjalan.
event yang Tuhan pake untuk mengajariku banyak hal. sangat banyak...

di dalam keterbatasan-keterbatasan dan semua kelemahan panitia, Allah yang berkuasa, yang setia pada janji-Nya, Dia lah yang memelihara dan menyertai event ini.

tidak sedikit tekanan, tidak sedikit air mata, tidak sedikit rasa capai, tidak sedikit keraguan
dan apakah yang bisa dibanggakan dengan hal-hal yang tidak sedikit itu? tidak ada.
tidak ada yang bisa dibanggakan.

tetapi di dalam kelemahan, kami justru mengalami Allah.
1 hal yang paling aku nikmati sebelum event RKK ini berjalan adalah aku ditegur, aku dikuatkan, aku dihibur dengan kesadaran bahwa... Allah lah yang terlebih rindu akan adanya event RKK ini.
bukan kami yang terlebih rindu.
tapi Allah.
karena teguran, kekuatan, dan penghiburan itulah, maka aku lepaskan semua keraguan, dan aku kembali memegang janji-Nya. karena Dia lah yang terlebih rindu akan berjalannya acara ini, maka Dia lah yang akan memimpin dan menyertai acara ini.

ketika masuk ke hari kamis itu, aku deg-degan...
deg-degan karena tegang akan event ini.
dana masih ga cukup, peserta banyak yang batal.
maka aku deg-degan.

ketika menginjakkan kaki di tempat berkumpul menunggu peserta, aku mulai menikmati bahwa RKK ini akan dimulai.
ketika semua peserta sudah naik ke bus dan bus mulai berjalan, aku mulai menikmati bahwa RKK ini akan segera dimulai.
ketika akhirnya sampai di tempat retret yang tidak kami survey sebelumnya, aku mulai menikmati bahwa RKK ini sudah pasti berjalan.
dan ketika memulai mendoakan sesi pertama 15 menit sebelumnya, aku menikmati bahwa Tuhan, akhirnya RKK ini dimulai dan keraguan 100% hilang.

sesi demi sesi terlewati.
sharing demi sharing dilakukan.
Firman demi Firman, Tuhan taburkan.
teguran, penguatan, penghiburan, Ia berikan.
dan janji serta penyertaan-Nya tidak pernah Ia lalaikan.

di akhir sesi closing, aku pun boleh dengan penuh ucapan syukur, dengan penuh kesadaran akan janji yang Ia genapi, penyertaan yang Ia kerjakan, aku boleh sadar... bahwa semua ini boleh terjadi karena anugerah-Nya.
It's only by His grace.

dana mencukupi bahkan surplus.
peserta menikmati Allah dan Firman-Nya.
Allah menyatakan bahwa Ia mengasihi kampus Binus.
dan doa-doa 2 tahun yang lalu, tidakkah terjawab?

bagiku.. inilah jawaban doa dari mereka yang sungguh-sungguh berdoa 2 tahun yang lalu.

dan kami ini para penerus.
kami patut terus mendoakannya.
dan akan melihat janji dan penyertaan, penyataan kasih dari Allah kepada pribadi-pribadi di kampus ini.

how can i say thanks for all the things You have done for us...
it's only by Your grace.
thank you, Lord...

Monday, December 6, 2010

nearer my God, to Thee

kemaren ngoborol dengan 1 kakek sementara nunggu teman.
umurnya 86 tahun, tetapi kelihatan masih sehat.
yang dilakukan adalah pagi sampai sore setiap hari senin sampai sabtu di CL or CP. jalan-jalan menghabiskan waktu sendiri. di hari minggu setelah gereja juga lagi-lagi melakukan kegiatan yang sama.
katanya : daripada di rumah. bosan...

aku lupa.. antara 15 atau 16 tahun yang lalu, isterinya sudah meninggal.
huff.. saat dia menceritakan tentang itu, aku hampir menangis.
betapa kosongnya.. 15 atau 16 tahun itu dia harus hidup sendiri.
ya. punya keluarga. anak dan cucu. tapi tetap saja..
apa sih alasannya ke cl or cp pagi mpe sore klo ada yang menemani?
menurutku karna kesepian itu lah..

huff... janji ikatan pernikahan bener-bener kandas ketika seorang di antaranya sudah menemui ajalnya.

satu sisi. tersadarkan akan kesepian ketika kita sudah menjadi tua. ada rasa kehilangan yang besar ketika kita sudah tua, anak sudah kerja, dan kehilangan pasangan hidup kita.
*jadi teringat dengan kung2 (kakek).. tidak lama setelah pho2 (nenek) meninggal, kung2 pun meninggal. walau tinggal bersama anaknya, tetap saja ia merasa kesepian dan akhirnya meninggal juga.. sedihnya...*

rasanya begitu kesepian ketika sudah tua.

tetapi.. aku jadi paham sesuatu juga.. maka dari itu kita harus 'membenci ayah, ibu, saudara, teman, dsb'. Maksudnya adalah.. mereka tidak menjadi yang terutama dalam hidup kita, tapi Tuhan.
ketika sukacita terbesar di dalam hidup, yang terutama di dalam hidup adalah Tuhan, walau ada kesedihan mendalam, tetapi tetap saja dekat pada Tuhan itulah kerinduanku.

inilah yang aku dapatkan di hari yang sama, ketika ktb pemusik.
aku sangat terberkati lewat lagu ini. mem-PA-kan lagu nearer my God, to Thee..
betapa indahnya lyric lagu ini...

walau hidup dalam kegelapan, penuh kekerasan, aku, seorang musafir ini, tetap merindukan untuk bertemu dengan Tuhan, makin dekat dengan Dia, Tuhanku.
walau ada kesedihan yang mendalam, namun aku sadar bahwa semua itu agar aku makin dekat dengan Dia, Tuhanku.
ketika aku terbang di langit, matahari, bulan dan bintang tidak kuperhatikan. mereka tidak menjadi perhatianku. karena aku ingin terbang terus ke atas.. untuk makin dekat dengan Dia, Tuhanku.

still all my song shall be nearer my God, to Thee..

1. Nearer, my God, to thee, nearer to thee!
E'en though it be a cross that raiseth me,
still all my song shall be,
nearer, my God, to thee;
nearer, my God, to thee, nearer to thee!

2. Though like the wanderer, the sun gone down,
darkness be over me, my rest a stone;
yet in my dreams I'd be
nearer, my God, to thee;
nearer, my God, to thee, nearer to thee!

3. There let the way appear, steps unto heaven;
all that thou sendest me, in mercy given;
angels to beckon me
nearer, my God, to thee;
nearer, my God, to thee, nearer to thee!

4. Then, with my waking thoughts bright with thy praise,
out of my stony griefs Bethel I'll raise;
so by my woes to be
nearer, my God, to thee;
nearer, my God, to thee, nearer to thee!

5. Or if, on joyful wing cleaving the sky,
sun, moon, and stars forgot, upward I fly,
still all my song shall be,
nearer, my God, to thee;
nearer, my God, to thee, nearer to thee!

Thursday, December 2, 2010

1

menjadi 1 tidak mudah. karena begitu banyak perbedaan.
perbedaan karakter, perbedaan sudut pandang, perbedaan pikiran, dsb.

ditambah dengan banyak kegiatan.
kegiatan a didelegasikan ke orang2 a.
kegiatan b didelegasikan ke orang2 b.

yang menjadi orang2 a mengerjakan mati-matian bagiannya.
yang menjadi orang2 b juga demikian.

orang2 c yang tidak mendapat delegasi sebenarnya juga banyak kegiatan.

tapi akan dengan mudahnya orang2 a merasa bekerja sendiri.
begitu juga dengan orang2 b.

delegasi dengan tujuan tidak semua mengerjakan hal yang sama.

delegasi dengan kesadaran betapa banyaknya kegiatan.

semuanya tadinya 1 tujuan.

tapi dipecahkan dengan berbagai kondisi.

apakah a dapat berkata-kata?
a sudah mengucapkannya.

a sudah mengatakan yang lain-lain tidak bisa menjadi alasan.

dan tidak bisa menjadi alasan.

dan tidak bisa menjadi alasan.

...

a tidak punya hak untuk berkata-kata.

a tidak bisa berkata apa-apa.

a tidak bisa menyalahkan siapa-siapa.

a tidak berhak meminta perhatian.

a tidak berhak meminta pengecualian.

a tidak berhak meminta pengertian.

a tidak berhak apa-apa.

bahkan a tidak berhak mengatakan maaf.

a tidak bisa berbuat apa-apa.

ah.. susahnya 1 itu.

Wednesday, December 1, 2010

December ...

Masuk deh ke bulan Desember..
tidak berasa...

ada perasaan sedih ketika memasuki bulan Desember tahun ini.
ada juga perasaan khawatir.
bercampur perasaan takut.
juga perasaan tegang.

waktu berjalan dan terus berjalan.

tik..
tak..
tik...
tak...

Saturday, November 20, 2010

nikmat hari ini

Hari ini tema PO Sabtu adalah REFRESH. Sebenarnya awalnya mau ngomongin tentang Saat Teduh. Tapi yang didapat lebih dari itu.
Ada banyak hal yang dibagikan oleh pembicara dan ingin kutuliskan dalam postingan kali ini.. tapi karena terlalu banyak, ada 2 hal penting yang sangat aku nikmatin yang mau aku tuliskan di postingan ini.. hehhee..

Tujuan penulisan :
untuk bisa jadi berkat bagi orang lain dan juga untuk terus mengingatkanku. :)

yang pertama tentang saat teduh.
banyak yang bersaat teduh dengan berasa beban. Maksudnya begini.. Bangun pagi, lalu mikir 'harus' saat teduh, rasanya bosen, malas. Karena yang ditekanin adalah 'keharusan bersaat teduh'. Pembicara mengajak untuk melihat dari sudut pandang lain... Bayangkan tentang kita yang berpacaran jarak jauh dengan pacar kita. Ketika tiba waktu janjian untuk chatting misalkan, kita sangat menunggu-nunggu itu. Nah.. begitu juga seharusnya hubungan kita dengan Tuhan..
Kita sering berkata : "aku mengasihi Engkau, Yesus.. aku mencintai Engkau".. tapi.. apakah ada perasaan dan kerinduan seperti itu? Kerinduan untuk mengenal Dia lebih dalam. BUKAN MENCARI BERKAT.
Maksudnya adalah seperti ini.. Dalam saat teduh, kita bukannya mencari apa yang kita inginkan.. misal.. aku lagi sedih, pengennya saat teduh yang ngomongnya nguatin.. waktu tidak mendapatkan, lalu kita merasa saat teduh juga ga dapet apa-apa..
Atau ketika berdoa juga demikian.. Cuman datang ketika ada masalah. Yang dicari cuman berkat dari-Nya.
Atau.. hal lain tentang Firman.. Mungkin ketika saat teduh yang kita inginkan hanyalah pengetahuan semakin dalam tentang ayat itu. Dan tidak mencari Allah itu sendiri, tidak ingin mengenal Allah ketika bersaat teduh.
Seharusnya ketika bersaat teduh, jika kita punya kerinduan seperti ilustrasi pacaran jarak jauh itu, kita tidak punya beban ketika mau bersaat teduh. Tapi menunggu-nunggu agar kita boleh semakin melihat kemuliaan Tuhan, sehingga kita bisa memuliakan Allah.

Kita bersaat teduh bukan untuk saat teduh. Tapi untuk menemukan Allah dan kemuliaanNya dan memuliakan Dia.

Ya.. itu mengenai saat teduh. Kemudian aku juga mendapatkan kesempatan untuk bertanya tentang doa. Memang aku bertanya-tanya.. sebenarnya bagaimanakah doa yang benar itu.

Misal begini. Orang tuaku belum percaya, jadi aku mendoakan mereka. Ketika kita mendoakan seringnya agar Tuhan akhirnya tergerak dan menggerakkan hati mereka sehingga percaya. Tetapi sesungguhnya, Allah sudah memilih anak-anak-Nya. Yah.. ini adalah masalah predestinasi. kalau begitu mengapa kita perlu berdoa bagi mereka?
Yang seharusnya diubah adalah alasan kita berdoa. Kita tahu Tuhan yang memilih orang-orang percaya. Dan kita tahu Ia punya waktu-Nya sendiri. Dan yang kita perlu cari adalah kehendak-Nya. Apakah Ia menghendaki orang tua kita percaya atau tidak.
Mungkin rasanya kejam ketika kita bilang : ya kalau Tuhan tidak memilih mereka, mereka tidak akan percaya. Tapi itulah yang seharusnya kita cari. Jikalau akhirnya orang tua kita percaya, itu artinya kehendak Allah adalah memilih orang tua kita untuk percaya pada-Nya. Jadi kita berdoa bukan agar Tuhan mengubah rencana-Nya, atau agar Tuhan digerakkan hati untuk mengubah hati orang tua kita.. tetapi agar kita yang justru mencari kehendak-Nya.

Hal lain adalah ketika mengalami masalah. Sesungguhnya aku sering bingung ketika mendoakan hal ini... Sering kita meminta agar didoakan bisa diberi kekuatan agar bisa menjalani masalah ini.. Padahal.. ya Tuhan pasti beri kekuatan, Tuhan pasti memimpin.. Lalu apakah yang perlu didoakan?? Yang perlu didoakan adalah agar kita bisa peka akan maksud Tuhan, agar kita bisa peka akan penyertaan Tuhan. Itu yang perlu didoakan.

Hal lain lagi.. *ngebet sekali.. :p*
Banyak yang berkata doa itu berkuasa mengubahkan. Jelas-jelas itu salah... Karena Allah yang mengubahkan.. bukan kita.. Misal.. Saat itu aku sedang dalam keadaan kering, lalu minta didoakan agar bisa menikmati lagi HPDT (Hubungan Pribadi Dengan Tuhan). Lalu.. besoknya aku bisa bangkit lagi dari keadaan kering itu. Bukan berarti karena orang lain itu mendoakan aku, maka aku bisa bangkit. Itu salah. Tetapi yang benar adalah Tuhan lah yang menjamah aku untuk mau bangkit lagi. Dan Tuhan melakukannya bukan karena digerakkan oleh orang lain yang mendoakan aku.. Tetapi memang Tuhan berkehendak melakukannya.

Hm... pastinya banyak yang membingungkan akan tema doa ini.. :p
Tapi.. aku juga masih belajar dan terus belajar.. sebenarnya bagaimana doa yang benar itu..
Lagi-lagi satu yang perlu kita syukuri.. Walau kita doanya sering 'aneh-aneh', tapi Tuhan mau aja mendengar.. betapa sabarnya Ia...

Quote terakhir yang berkesan...

Tuhan memberikan kita beban yang enak dan mudah. Janganlah kita menambah-nambah beban sendiri.

Thursday, November 4, 2010

datanglah kerajaan-Mu

manusia pasti akan kacau, kalau tidak ada raja. Di hakim-hakim berkali-kali dituliskan : "Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri."

banyak yang berpikir...
kalau tidak ada Tuhan yang mengatur hidupku, aku pasti bisa hidup enak. tidak ada kekangan, tidak ada aturan, boleh melakukan apa saja untuk diriku.

namun.. kalau melihat apa yang dibukakan di hakim-hakim 17-21, itulah gambaran orang yang ga punya raja. kacau... benar-benar kacau...
yang salah dianggap benar...
yang adalah dosa malah dianggap berkenan di hati Tuhan...
dan mereka tidak sadar seperti itu.

karena itu janganlah berpikir bahwa tidak ada Tuhan sebagai Raja dalam hidup kita, itu adalah hal yang baik. justru itu adalah hal yang kacau.

jadikanlah Tuhan sebagai Raja dalam hidup kita.
maka tidak akan kacau hidup kita. :)

"Datanglah Kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga."

Wednesday, October 13, 2010

I'd rather have Jesus : lagu yang meresahkan keinginan daging

manusia tidak akan puas
keirihatian hanya akan membuatnya semakin tidak puas
ketidakpuasan dikarenakan dirinya sendiri yang terlalu banyak keinginan
lebih baik mematikan keinginan dirinya sendiri
lebih baik ingat akan singkatnya hidup
semuanya sia-sia
tidak akan dibawa hingga ke akhirnya
lebih baik memikirkan apa yang sudah ditunjukkan Penciptanya
tidak perlu lagi ingin mencicipi yang bukan bagiannya
lebih baik memilih Dia, Sang Pencipta
memiliki Sang Pencipta, itu saja cukuplah

Thursday, September 16, 2010

about life

Banyak orang yang senang dengan kehendak bebas. Tapi aku salah 1 orang yang bingung menggunakan kehendak bebas.

Manusia diberi kebebasan untuk memilih. Khususnya tentang bagaimana ia memilih untuk menjalani hidup. Intinya sih cuman 2 pilihan. Hidup untuk Tuhan atau hidup untuk diri.
Tapi di dalam menjalaninya, ada banyak pilihan.
Memilih untuk berdosa atau tidak. memilih untuk ngapain saat ini. memilih untuk makan atau tidak. memilih untuk tidur jam berapa. memilih untuk ini, memilih untuk itu. memilih pasangan hidup. memilih pekerjaan. memilih untuk marah atau berdiam. memilih untuk banyak hal.. bahkan mungkin semua bidang kehidupan.

Satu yang sering terlupakan adalah.. ketika memilih ini dan itu, sering kali lupa untuk kembali mengintegrasikan : Pilihan itu untuk Tuhan atau untuk diri?
Dengan mudahnya menjalani hidup dengan memilih melakukan apa yang diinginkan oleh diri sendiri, tanpa berpikir dan mengevaluasi.. apakah itu memuliakan Tuhan?

Kadang aku berpikir.. sebenarnya harus bagaimana menjalani kehidupan itu? pilihan yang mana yang benar?
Lagi-lagi... untuk mengetahui yang benar, harus tanya pada yang BENAR itu sendiri.
Dengan cara saat teduh, PA, doa, dan disiplin2 rohani lainnya.

Dan.. dalam menjalani kehidupan yang begitu singkat ini.. perlu terus bertanya : pilihan ini pilihan untuk diriku atau untuk Tuhan?

Begitu juga ketika aku menulis tulisan ini..

Masalahnya... manusia suka malas mikir.. kenapa ia melakukan hal itu.. dan malas mengevaluasi apakah itu untuk Tuhan.. karena terlalu sering mengerjakan hal yang untuk diri...

Akhirnya yang perlu dilakukan adalah menjadi orang-orang yang mau berjuang mengetahui kehendak Allah.

Semakin menyadari singkatnya hidup ini, ada 2 pilihan lagi.. mau berpikir dan bertanya terus : "Tuhan, apa hal konkrit dari tujuan aku hidup?" atau tetap saja tidak mau berpikir dan menjalani hidup dengan tidak lagi mencari tahu sebenarnya hidupku ini harus ke arah mana.

#TulisanUngkapanPikiran#

Monday, September 6, 2010

Bila Kau Pernah Cinta Yesus

Bila Kau Pernah Cinta Yesus
By Pdt. Stephen Tong

Bila kau pernah cinta Yesus, m'ngapa tak cinta Dia s'karang?
Meski kau t'lah menjauhkan Dia, kasih-Nya tak b'rubah

O, dengarlah panggilan-Nya, harap kau lekas pulang
Bila kau pernah cinta Yesus, haruslah lebih cinta


Jujur aku tidak tahu background dari penulisan lagu ini. Tapi aku kaget ternyata ini bukan lagu dari luar, tetapi dari Indonesia, dan ditulis oleh Pdt. Stephen Tong.
Salah satu lagu yang sering menegurku, khususnya pada kalimat :
"O, dengarlah panggilan-Nya, harap kau lekas pulang"
Allah yang begitu setia itu, senantiasa menunggumu pulang.

Wednesday, September 1, 2010

His love is so wonderful

Bersyukur untuk waktu sekitar setengah jam, di mana aku boleh merenung di malam rabu ini, ketika di gereja. Bersyukur jikalau tadinya ada acara nonton, akhirnya dibatalkan.. Bersyukur ketika aku diberi kesempatan untuk menikmati Dia di waktu perenungan itu.

Begitu banyak hal yang aku evaluasi.. aku melihat karakterku, perkataanku, perbuatanku, pikiranku, keseluruhan hidupku.. dan mendapati.. fiuh... aku sendiri tidak tahan.. hahaha... tidak tahan dengan kehinaan diri sendiri...

Dan yang terlalu mengherankan... kok bisa ya masih dianggap berharga ma Tuhan yang begitu suci, berkuasa, pemilik segala sesuatu, ... really speechless... dan... sulit untuk tidak meneteskan air mata.. terlalu besar untuk diungkapkan.. kasih-Nya...

Dan yang lebih lagi adalah... kalau janji pernikahan dibatasi "hingga maut memisahkan kita", tapi.. kasih Tuhan untuk selamanya.. tidak terbatas... indah ya? hehehe...

Pengen jatuh cinta semakin dalam dengan-Nya...
Dan belajar untuk tidak memendam sendiri cinta-Nya, tetapi juga membagikan ke orang lain yang belum menyadari betapa besar kasih-Nya.

Thursday, August 19, 2010

Penelope

Kutipan dongeng Yunani yang diceritakan kembali oleh Eric dan Leslie Ludy di buku When God Writes Your Love Story. Ambil maknanya ya.. ^^

Dahulu kala, hiduplah seorang ratu yang cantik bernama Penelope. Ia sedang merajut segulung kain linen putih dengan saksama. Kain linen itu nantinya akan dihadiahkan kepada suami, yang kepulangannya begitu ia harapkan setiap hari. Sudah bertahun-tahun suaminya pergi ke tempat yang jauh untuk bertempur, dalam perang yang disebut perang Troya. Setiap hari ia selalu menyebut nama suaminya berulang-ulang, entah bagaimana, berharap sang raja bisa mendengar tangisan hatinya yang pedih.

Suatu hari, banyak pemimpin dan pangeran hebat yang sedang mencari istri berlayar ke Itacha, berusaha memenangkan hati Penelope. Mereka meyakinkan ratu kesepian itu bahwa suaminya, sang raja, telah tewas di medan perang. Selain itu, demi kebaikan rakyat Itacha dan untuk melindungi sang ratu, mereka menyarankan sang ratu untuk memilih salah satu dari mereka untuk menjadi suami barunya.

Akan tetapi Penelope, dengan air mata berlinang di mata anggunnya, menjawab, "Wahai para pahlawan dan para pangeran yang saya muliakan, saya menolak untuk mempercayai apa yang kalian katakan. Saya yakin yang mulia suami saya masih hidup, dan saya harus menjaga kerajaannya dengan setia sampai beliau kembali. Bahkan saat ini saya sedang merajut segulung kain linen putih untuk beliau."

Para pemimpin negara dan pangeran itu dengan keras kepala menolak untuk pulang, dan setiap hari mereka mengingatkan sang ratu bahwa ia membutuhkan seorang suami dan Itacha membutuhkan seorang raja.

Bulan demi bulan berlalu, Penelope tetap bergeming. Dengan setia ia terus merajut gulungan kain linennya sembari mengharapkan kembalinya sang raja. Para pemimpin negara dan pangeran itu berusaha membujuknya dengan segala cara, tetapi semuanya sia-sia. Kelompok pelamar yang penuh harapan itu pindah ke istana, menikmati anggur dan masakan kerajaan. Mereka menolak untuk pergi sampai Penelope memilih salah satu dari mereka untuk dinikahi.

Penelope kewalahan, akhirnya dengan enggan ia setuju memilih suami baru begitu ia selesai merajut gulungan kain itu, dan jika hingga saat itu suaminya belum kembali. Minggu demi minggu berlalu, ia terus merajut. Namun, pada malam hari, diam-diam ia mengurai jalinan kain yang telah dirajutnya sepanjang siang. Akhirnya, siasatnya ketahuan.

Seorang pemimpin dalam kelompok pelamar, Agelaus namanya, mengumpulkan semua pelamar itu dan menegur Penelope dengan suara keras. "Ratu Penelope," teriaknya marah, "kekeraskepalaan Anda membuat kami tidak punya pilihan lain, selain mengambil alih masalah ini. Kami telah mengetahui siasat licik Anda untuk menunda menyelesaikan gulungan kain linen terkutuk itu, dan habis sudah kesabaran kami. Selesaikan kainnya besok dan pilihlah suami baru Anda sebelum tengah hari, atau kamilah yang akan memilihkannya untuk Anda! kami tidak akan menunggu-nunggu lagi!"

Keesokan siangnya, para pelamar berkumpul, menanti keputusan Penelope. Tepat pada saat ia memasuki ruang perjamuan makan, diam-diam menyelinaplah seorang pengemis aneh ke dalam pertemuan itu. Kepala letihnya tersembunyi di bawah tudung yang usang dan jubah compang-camping membalut tubuh lemahnya. Dengan diam-diam ia berjalan terhuyung-huyung menuju bagian belakang ruangan itu, tidak memerhatikan seringai mengejek dari para pelamar yang dilewatinya. Penelope mulai berbicara, menarik perhatian semua hadirin.

"Wahai para pemimpin negara dan pangeran," kata Penelope, ada duka yang mencekat tenggorokannya yang anggun, "kita akan menyerahkan keputusan ini kepada takdir. Lihatlah, saya memegang busur raksasa milik suami saya, sang raja. Kalian semua diharuskan menguji kekuatan kalian dengan memanah menggunakan busur ini. Dan, saya akan memilih salah satu dari kalian yang mampu memanah paling tepat sasaran."

"Setuju!" teriak para pelamar itu, dan dengan antusias mereka mengantre untuk menguji kekuatan mereka.

Satu per satu mereka berusaha keras untuk memanah dengan menggunakan busur raksasa itu. Dan, karena kehilangan kesabaran, satu demi satu melempar busur itu ke tanah dan melangkah pergi.

"Hanya raksasa yang bisa memanah menggunakan busur besi itu!" erang mereka.
"Mungkin pengemis tua dekil itu ingin menguji kekuatannya," teriak salah satu dari mereka dengan sinis.
Menanggapi ejekan itu, pengemis itu bangkit dari kursinya dan berjalan tertatih-tatih ke depan ruangan.
"Tua bangka bodoh!" para pelamar itu berteriak mengejek saat pengembara dekil itu mengangkat busur raksasa itu.

Tiba-tiba perubahan yang luar biasa terlihat pada diri orang asing itu. Pengembara yang lemah itu meluruskan punggungnya dan berdiri tegak. Bahkan meski terbalut pakaian yang compang-camping, jelas sekali bahwa dalam setiap jengkal tubuhnya, pengembara lemah itu adalah seorang raja. Lalu, dengan mudahnya ia melengkungkan busur dan merentangkannya, disertai dengan tatapan tak percaya dari semua yang hadir di ruang aula yang agung itu. Sang raja telah kembali!

Para pelamar itu tak mampu berkata apa-apa. Dan, dengan panik mereka berbalik dan lari menyelamatkan diri. Namun, anak panah demi anak panah yang dilepaskan raja begitu cepat dan akurat, tak satu pun yang tidak mengenai sasaran. Tak satu pelamar pun yang lolos dari murka sang raja pada hari itu.

Penelope berlari menghampiri pahlawannya, yang berpakaian compang-camping, dan memeluknya. Dan dengan suara seperti malaikat, ia berkata, "Aku telah dengan setia menjaga kerajaanmu, yang mulia rajaku!" Dengan lembut ia mempersembahkan gulungan kain linen yang halus kepada suaminya. "Aku telah menghabiskan waktu bertahun-tahun merajut hadiah ini, berharap engkau segera kembali. Setelah selesai, aku diminta untuk memilih seorang suami." Lalu, sambil mendaratkan ciuman ke pipi suaminya yang kotor, ratu itu berkata, "Dan aku memilihmu."


Kesetiaan merupakan sebuah disiplin yang dimurnikan dan ditempa melalui latihan selama bertahun-tahun. Seiring berjalannya waktu, disiplin itu pun menjadi sebuah kebiasaan. Dalam hal ini, disiplin itu adalah belajar mengasihi calon suami/istrimu dengan cara menanti dengan sabar, terus-menerus berharap, dan menjalani standar tinggi yang merupakan panggilanmu.
Marilah kita meneladani Penelope dan menemukan upah yang menakjubkan dan luar biasa atas kesabaran. Teladanilah Penelope dan tabahlah menahan kesakitan yang luar biasa demi mendapatkan perolehan yang besar.

Percaya atau tidak, Penelope bukanlah orang pertama yang patut diteladani. Allah menciptakan konsep kesetiaan sebelum permulaan zaman. Dia adalah teladan utama kesabaran yang penuh kepedihan dan penantian yang bertujuan. Dengan air mata menggenang di mata-Nya yang lembut, bahkan sekarang pun Dia menantikan sebagian dari kita, untuk mengizinkan-Nya masuk dalam hidup kita. Ketika pada akhirnya, kamu tiba di gerbang istana-Nya yang terbuka, Dia akan berlari menghampirimu, memelukmu, dan berbisik di telingamu, "Kau anak-Ku, sepadan dengan penantian-Ku yang penuh kepedihan!"

Tuesday, August 17, 2010

pray for nation

"Tuhan... sudah 65 tahun negara ini merdeka.. sungguh bukan suatu kebetulan ketika 17 agustus 1945 yang lalu Engkau menganugerahkan kemerdekaan bagi negara ini.. Kami sungguh bersyukur karena Tuhan.. Engkau tetap menyertai hingga saat ini...

Ya Tuhan... sesungguhnya.. begitu indah negara yang Engkau berikan.. alam yang begitu indah.. makanan yang awalnya begitu berlimpah.. tanah yang awalnya subur... orang-orang yang awalnya begitu ramah satu sama lain..
Tuhan... Engkau yang menganugerahkan orang-orang yang berbeda ras, berbeda budaya di negara ini... dan sesungguhnya begitu indah ketika semua ini dilestarikan dan hidup berdampingan...

Namun Tuhan... ampunilah kami...
kami tidak menjaga segala yang telah Engkau berikan.. alam dirusak oleh kami.. alam yang begitu indah... rusak karena kerakusan manusia...
perbedaan-perbedaan yang seharusnya membuat negara ini begitu unik dan indah.. menjadi alasan bagi kami untuk menjelek-jelekkan yang berbeda dengan kami... persaingan terjadi.. fanatik yang brutal pun terjadi... perbedaan yang indah tidak lagi dilihat sebagai sesuatu yang indah...

Oh Tuhan.. ampunilah kami...
masalah politik, ekonomi, hukum... masalah dari setiap bagian, setiap aspek dari negara ini... yang tidak kelar-kelar.. yang 1 belum selesai.. yang lain berdatangan.. ini pun karena kerakusan manusia... karena kami yang tidak menggunakan dengan baik kuasa yang telah Engkau berikan...

Tuhan..
kasihanilah kami...
banyak saudara kami yang menderita...
harga bahan baku semakin naik, dan makin banyak orang yang tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan mereka...
bencana-bencana yang dikarenakan kelalaian kami juga... telah membuat banyak saudara kami menderita...

dan bahkan ya Tuhan.. kami begitu egois.. kami begitu sering menutup mata atas penderitaan yang sedang dialami saudara-saudara kami..
kami bersenang-senang di atas penderitaan orang lain...

Tuhan... ampunilah kami....
ampuni kami yang telah berdosa padaMu ya, Allah...

tolonglah kami, anak-anakMu, ya Tuhan...
untuk mengabarkan tentang Engkau bagi mereka yang belum mengenal Engkau.. membawa mereka untuk bisa mengenal Engkau...

oh Tuhan.. bangkitkanlah di antara kami orang-orang yang mau dipakai olehMu.. bagi bangsa ini ya Tuhan... bangkitkanlah orang-orang yang mau memikirkan bangsa ini...

dan Tuhan.. kami mohon... pulihkanlah negara ini... gerakkanlah kami... pakailah kami ya Tuhan..

Tuhan... lihatlah kerinduan kami.. lihatlah tangisan kami.. yang menangisi negara ini..
pulihkanlah negara ini ya Tuhan.. pulihkanlah bangsa ini ya Tuhan....

Tuhanlah Allah.. pemilik segala sesuatunya..
Engkau merencanakan segala yang baik..
Engkaulah penguasa atas segala sesuatu...
Engkaulah yang telah memilih penguasa-penguasa negara...

Dan Engkau Allah yang panjang kasih setia...
Engkau Allah yang masih menunjukkan wajahMu, tidak memalingkan pandanganMu dari negara ini...
di tengah kami yang begitu bebal... Engkau masih mengasihi kami...

Besar kasih setiaMu ya Tuhan...
Dan kami bersyukur senantiasa karena Engkau masih mengasihi bangsa dan negara ini.. hingga saat ini...

Terima kasih ya, Tuhan..."

Thursday, August 12, 2010

wanna stop the time!

Sepertinya hari ini aku banyak berpikir.. _ _!
Karena ini sudah postingan ke-3 untuk tanggal 12 agustus 2010.. [kek ga ada kerjaan aje...]
Fiuh... rasanya jantungku sedang berdetak begitu cepat... Dan aku perlu memperlambatnya dengan cara menulis... [this is my style.. wkwkwk...]

Ternyata sekarang sudah bulan Agustus di tahun 2010.

Beberapa menit yang lalu, aku melihat-lihat lagi postingan-postinganku sebelum-sebelumnya.. dan aku menyadari... keknya itu postingan baru aku tulis deh... kok bedanya dah setaon ya? kok bedanya dah berbulan-bulan ya?
Dan saia mulai stress sendiri..
Ini sudah bulan agustus.. apa yang sudah kukerjakan selama tahun 2010 ini???
Panic mode ON!

Apa ya yang dah aku kerjain??
aku tak ingat apa aja yang dah aku kerjain...
rasanya tidak banyak yang aku kerjain...
dan cepat aje dah bulan agustus....

aku baca lagi postinganku di bulan januari.. yang serasa baru beberapa hari aku tulis... tentang menghitung hari sedemikian rupa, dengan mendapatkan maknanya setiap harinya...

what have i done??

waktu berjalan begitu cepat. tugas2 yang menumpuk menunggu giliran. dan betapa banyaknya waktu yang digunakan untuk mengerjakan semua itu...
aku sadar bahwa pasti ada saatnya aku mengalami Tuhan di dalam hidupku hingga agustus ini.. tapi... rasanya begitu sedikit... aku tidak bisa mengingat apa saja yang sudah kualami dengan Tuhan selama 8 bulan ini...

sepertinya aku harus diam dan menulis kembali.. apa saja yang telah aku alami selama 8 bulanan ini...
aku bersyukur jikalau aku bisa suka menulis.. sehingga aku bisa melihat lagi moment-moment dimana aku diajar, dibentuk, ditegur, dikuatkan Allah.. moment-moment bersama Dia...

keep writing, blogger!

Diam dan ingatlah kembali apa yang sudah kita kerjakan bagiNya? apa yang sudah kita alami bersamaNya? :)

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)

Bangunlah! Makanlah!

Mencoba membagikan yang aku dapatkan kemarin di Persekutuan Doa Gereja.

Hidup seperti jetcoaster.. Kalo kita naik jetcoaster, mungkin ada yang hanya tegang ketika jetcoaster itu naik, atau mungkin ada yang hanya ketika jetcoaster itu turun. Tetapi... bagi banyak orang (termasuk saya) jetcoaster itu menegangkan, baik waktu naik ataupun turun.... Dan kalo naik jetcoaster, ga ada kata diam dan berhenti... kita tidak akan diberi waktu untuk menikmati terlebih dulu pemandangan indah dari puncak jetcoaster... kita akan langsung dibawa turun dengan kecepatan yang begitu cepat...

Elia juga pernah mengalami kehidupan seperti itu. Saat itu Elia baru saja mengalahkan 400 nabi Baal.. Elia baru mencapai puncaknya.. Dan tanpa ada waktu untuk celebration (walaupun tentunya bangsa Israel bersukacita karena kekalahan nabi2 Baal itu), Elia mengalami 1 ketakutan karena Izebel mau membunuhnya... Maka dari itu Elia pergi melarikan diri dari Izebel. Ditulis dalam Keluaran 19:4b bahwa Elia berkata ia mau mati. Elia mengalami keletihan hidup dan keletihan pelayanan. Tetapi kemudian ada campur tangan yang begitu indah dari Allah.
Malaikat mendatangi Elia 2 x, dan berkata "Bangunlah! Makanlah!"
Kenapa harus bangun dan makan?
Karena kalau tidak, perjalanan berikutnya akan terlalu jauh bagi Elia (ayat 7b).
Elia bangun, makan dan kemudian meneruskan perjalanannya.

Kita juga sering mengalami hal seperti ini. Ketika kita sedang berada di posisi atas, banyak orang2 yang tidak suka dan berusaha menjatuhkan kita. Dan kita tidak tenang ketika berada di puncak. Apalagi ketika kita merosot begitu rupa, hingga hidup kita sedang turun. Kita kehilangan begitu banyak hal dan kita tidak tenang karena memikirkan kehilangan kita..
Ketika mengalami beban berat, kita pun sering seperti Elia, ingin mati rasanya.
Rasanya hidup dipenuhi dengan rentetan kerjaan, kejadian, masalah dan tidak terasa tahun demi tahun berlalu begitu saja. Tanpa kita sempat untuk 'menghela nafas'.

Tetapi Tuhan berkata kepada kita : "Bangunlah! Makanlah!"
Kita perlu bangun.. kita perlu makan... dan yang kita butuhkan adalah makanan rohani.. karena itu sangat penting bagi kita untuk memiliki waktu untuk menikmati Firman-Nya dan menikmati waktu untuk berdoa pada-Nya. Karena ketika berdoa, kita pun mendapatkan kekuatan.
Jikalau kita sudah terlalu frustasi dengan masalah-masalah kita, dengarlah panggilan Tuhan bagi kita : "Bangunlah! Makanlah!"
Dan biarlah kita meresponi Tuhan. Kita bangun dan kita makan. Karena ada jetcoaster berikutnya yang akan kita hadapi.

Marilah menghadapi hidup ini dengan tetap berserah, berharap, berpegang pada-Nya. Dan peliharalah hubunganmu secara pribadi dengan Tuhan. :)

People in my life

Hari ini ada 1 pertanyaan yang membuatku berpikir.
Kenapa si A ini harus ada dalam hidupku? Kenapa aku harus bertemu si B di dalam hidupku? begitu juga dengan si C, D, dan seterusnya...

Untuk apa sih aku ketemu si A, B, C, D, dst itu? Kenapa harus ketemu dia?

Ada begitu banyak orang di dunia ini, tetapi kenapa orang-orang ini lah yang akhirnya berada di sekitarku?
Kenapa orang yang begitu menyebalkan itu harus ada di hidupku? Kenapa orang yang tipe pekerja keras ini boleh ada di dalam hidupku? Kenapa harus orang ini yang menjadi orang yang mendukung dan menguatkanku? Dsb...

Akhirnya aku mendapatkan 1 jawaban untuk pikiranku.
WOW! AMAZING!!!
Di antara sekian banyak orang di dunia, Tuhan boleh tempatin orang2 ini di sekitarku. Ntah mereka ada yang dekat ataupun tidak dekat denganku. Ntah mereka orang yang menyakiti, menyebalkan, atau membangun dan menguatkanku.. Tapi... bukankah pasti ga kebetulan klo aku bisa ketemu mereka?

Ketika berkuliah di binus, aku bisa bertemu semakin banyak macam orang.. Berasal dari kota2, pulau2 yang berbeda... juga dari angkatan2 yang berbeda... dan bagiku itu suatu yang sangat WOW! apa ya kata2 yang tepat untuk menggambarkannya? bingung.. hehehehe...

Ada begitu banyak orang yang sudah berada dalam hidupku. Dan bukanlah suatu kebetulan jika bisa bertemu dengan mereka.

Pertanyaannya kemudian yang menjadi Pe-eR adalah...
"Kenapa ya aku harus ketemu dia?" :)

Friday, August 6, 2010

Pekerjaan Allah di masa lampau [part 3]

Part ke-3 dalam hidupku adalah ketika aku mulai masuk di Binus, lebih tepatnya lagi di PO Binus. Tuhan membentukku kembali.

Aku belajar kembali tentang ketaatan dan berharap di sini. Aku belajar dasar2 imanku. Dulu aku mengenal Allah, tapi ga yakin akan keselamatanku.. Aneh ya? hahahha... Di sini aku belajar banyak tentang imanku, keselamatan, dosa, dan sangat banyak hal lain lagi. Dan aku yakin akan keselamatanku.

Di sini aku bertemu dengan berbagai macam orang. Saat pertama aku belajar untuk terbuka.. Hingga SMA, tepatnya hingga kuliah semester 1, aku hanya pernah terbuka ke 1 orang. Itu pun adalah Hamba Tuhan praktek. Bukan teman sepantaran. Aku benar2 orang yang sangat tertutup. Dan masa kelam yang aku ceritakan sebelumnya, itu adalah cerita yang tidak akan aku ceritakan ke siapa pun. hahahha... karena aku punya konsep. Kejelekan keluarga jangan disebar luaskan.. Karena itu hingga semester 1, aku sangat tertutup.
Mulai semester 2, aku pertama kali cerita pada PKK-ku, pertama kalinya aku menangis di hadapan orang lain.. hahaha... bersyukurlah orang yang bisa melihatku menangis. karena aku ja-im.. :p
Di sini aku mendapatkan banyak penguatan dari orang lain. Aku mendapat banyak teguran atas karakter2ku yang sangat jelek dari orang lain. Dan aku mendapat banyak teguran dari Tuhan atas segala kelalaianku.
Lebih indah lagi.. aku semakin mengenal Allah dan kehendakNya, ketika aku berada di masa ini.

Pengenalan akan Allah akan terus berlanjut dan aku sungguh bersyukur untuk pengenalan hingga saat ini..

Aku melihat alur dalam 3 part ini. Tentunya aku belum tua, baru 20 tahun. hahaha.. kata orang, garamnya cuman dikit. Tapi.. aku rasa tidaklah salah jikalau aku menceritakan semua ini. Part ke 3 dalam hidupku masih akan terus berlanjut, belum selesai.. hehehe....

Aku bersyukur, karena aku melihat bahwa ada alur yang Tuhan ciptakan. Part pertama, dimulai dengan hal sederhana : membantu orang tua, menghormati orang tua, dan hal-hal teknis lainnya.

Part kedua adalah tentang pencobaan, ujian, pengharapan, kesederhanaan, dan banyak hal lainnya untuk menguji imanku dan keluargaku.

Part ketiga adalah masalah karakter-karakterku, masalah pertanggung jawabanku kepada Tuhan. Aku benar2 mengerti bahwa aku diciptakan untuk memuliakan Allah di part ke 3 dalam hidupku ini. :)
Dan ini lah yang terus sedang aku kerjakan. Aku masih terus belajar untuk struggle dalam hidup ini, bersama Tuhan.

Mungkin part selanjutnya adalah ketika aku sudah mulai bekerja. Tapi... tiap part memiliki level yang berbeda. Jikalau nantinya lebih susah, atau masalahnya lebih untuk orang dewasa, ya itu lah levelnya. Setiap part memiliki level sendiri toh? hahaha... Nikmatilah setiap pembentukan di setiap part hidup kita.

Let's struggling with God. :D




Tujuan penulisan : untuk mengingatkanku pekerjaaan Allah di masa lampau. Sehingga aku kembali dikuatkan akan apa yang telah aku ceritakan. To God be the glory!

Pekerjaan Allah di masa lampau [part 2]

Bagian ke-2 dalam hidupku adalah ketika aku SMP-SMA. 6 tahun yang benar2 tidak terasa, terlewati begitu saja. Namun ini merupakan masa yang cukup kelam bagiku juga keluargaku. Banyak hal yang terjadi selama 6 tahun tersebut. Banyak tangisan, trauma, namun terlebih indah dari itu ada pembentukan Tuhan. Dan tentunya masih ada suka di tengah segala kedukaan yang ada.

Aku berasal dari keluarga yang bukan Kristen. Tetapi dalam anugerah Tuhan aku bisa Kristen dari kecil. Papaku Kong Hu Cu yang kuat, mama Kristen yang karena ikut papa jadi ga ke gereja, dan aku 5 bersaudara, 3 cewek 2 cowok.

Kejadian bermula dari kejadian ddku yang bungsu. Dia terkena penyakit kanker or tumor (aku lupa), dan akhirnya meninggal di usia yang masih kecil, 7 tahun. Sedikit bercerita tentang ddku. Awal pembentukan pribadiku bermula dari kepergiannya. Walau tangannya bergetar, dia tetap menulis. Dia seorang yang sangat rajin. Setiap sebelum pergi, sesudah pulang, sebelum makan, sesudah makan ia adalah seorang yang selalu mengucapkan salam kepada orang tua, tanpa teladan dari kami cc dan kokonya. Dan dia rajin membersihkan rumah... padahal sakit.
Seperti cerita banyak orang yang sampai di akhir hidupnya. Ddku yang cewek ini juga mengalaminya. Ia bermimpi bertemu dengan malaikat yang indah yang menjemput dia, dan ia menceritakannya kepada mama dan papaku. Dan di hari setelah penguburannya, aku bermimpi aku melihat dia bermain dengan malaikat dan ia sangat bahagia. Itu adalah mimpi terindah bagiku. Aku terbangun dengan sukacita yang besar, dan aku yakin dia pulang ke rumah Bapa. Satu hal lagi mengenai dia, dia seorang anak yang mengenal Allahnya. Papa bertanya padanya, mau ikut papa atau mama (kong hu cu atau kristen), dia bilang, dia mau ikut mama. Dia memilih Kristen. Sungguh sangat jarang ada anak berusia 7 tahun yang bisa mengerti siapa yang ia percaya.
Setelah kepulangannya, aku banyak belajar dari dia. Belajar untuk suka membantu orang tua, belajar untuk selalu mengucapkan salam. Aku belajar banyak sekali dari kedewasaannya. And i really thank God for her... :)

Itulah pembentukan yang pertama untukku.
Kejadian berlanjut dengan cc yang kemudian kerasukan. Dan akhirnya dilepaskan. Pendeta menyuruh untuk membuang semua benda-bendanya papa. Segala macam berhala fisik. Tentunya awalnya papa ga mau, tapi akhirnya dia merelakan semua itu dibuang. Di waktu ini, papa mulai terbuka sedikit akan kekristenan. Alhasil karena semua berhala dan jimat dibuang, iblis tidak senang. Kata orang2, dewa2 marah. Itulah yang terjadi.

Masa selanjutnya adalah kejadian di mana ccku dah kuliah di binus, jadi di rumah tinggal aku, papa, mama, koko dan dd. Aku kecelakaan ga jelas, dan akhirnya benar2 sadarin diri setelah 7 hari di rumah sakit. Sebelumnya aku hanya di bawah sadar, aku ga ingat apa yang aku ucapkan dan lakukan selama 7 hari itu. Alhasil sepertinya ada sedikit pengaruh pada otakku. Walau dicek tidak ada apa2, tetapi aku merasa ada momen2 yang hilang, banyak teman SMP yang aku lupakan, dan terlebih lagi banyak hal di SMA yang aku lupakan. Saat itu aku kelas 2 SMA, dan aku lupa kelas 1 SMA itu ada apa aja.. Dulu aku pintar menghapal, sekarang aku sangat tidak suka menghapal.. hahaha.. karena sulit sekali untuk bisa menghapal.. Namun di luar dari itu, aku bersyukur. Karena bagiku beberapa hari itu adalah momen istirahat bagiku. Aku begitu banyak kerjaan pelayanan di gereja, mpe ga ada waktu buat refresh pikiran. Dan bagiku, ini adalah waktu sabatku.. hahaha... Inilah kejadian kecelakaan pertama.

Kemudian kejadian berlanjut dengan kokoku yang kecelakaan 4 x dalam 1 bulan. Ntah dia tertabrak atau menabrak. Dan alhasil mamaku benar2 pusing... Aku kasihan melihat dia.. Namun aku tahu dia pasti belajar banyak. Salah satunya adalah sabar. Proses kejadian kecelakaan tentunya ga gampang.. Harus ke kantor polisi toh? Dan dipersulit ini itu toh? Begitulah kejadiannya.. membuatku masih tidak suka dengan para polisi Indonesia! hahahaha...

Kejadian pun akhirnya berlanjut dengan papaku yang tiba2 stroke. Dan inilah waktunya. Waktu dimana ia benar2 mau percaya pada Allah. Cc mengirimkan buku Ayub untuk papa baca. Dan sungguh bersyukur karena ia banyak diubahkan lewat buku ini... Papa yang sangat tidak aku percayai bisa tetap beriman kepada Kristus di tengah segala ujian dan pencobaan, tetap memegang Kristus hingga saat ini. Aku tahu dan aku bisa melihat, bahwa ia sungguh2 beriman kepada Kristus.

Memang adalah hal yang menyedihkan jikalau kita harus percaya, setelah mengalami tamparan dari Allah. Karena jujur itu sakit. Tapi aku bersyukur... Ada rencana indah dari tamparan itu. Keluargaku boleh percaya pada Allah.

Namun tidak sampai di sana saja. Papa belum lama percaya, dan akhirnya kejadian tabrakan kembali terjadi. Sekarang adalah truk milik bisnis keluarga, yang memuat barang2 > 100 juta, dan akibat kecelakaan dipersulit ini itu hingga aku ga tau lagi jelasnya berapa kerugiannya.. Oh saat itu benar2 aku bertanya2...
"Tuhan, papa baru percaya dan keluarga dari papa banyak yang menentang. Tuhan kasi kejadian begini justru orang2 itu semakin pintar melihat dewa2 marah dan mereka semakin mudah untuk menyalahkan Tuhan bukan? Kenapa kalo dah percaya bukan hal yang baik yang terjadi, malah hal yang lebih buruk lagi???"
Keluarga kami benar2 mengalami badai yang besar di waktu ini. Namun sekali lagi Tuhan tidak meninggalkan kami. Ia memampukan kami melewatinya dan segala hutang sudah boleh terlunaskan tidak berapa lama ini.. Sungguh itu semua hanya anugerah Tuhan.

Dulunya aku dari keluarga yang bisa dikatakan cukup kaya. Akibat peristiwa ini, aku sangat belajar hidup sederhana. Ini pelajaran yang berharga bagiku. Allah menyediakan jawaban, cc lolos ke Amerika, bekerja, dan membantu kami dalam melunaskan segala hutang yang ada. Memang kasihan melihat dia, kerja mati2an untuk bayarin segala kebutuhan keluarga. Namun aku sungguh bersyukur... Tuhan tetap memelihara dia hingga saat ini.. So miss her.

Kejadian tabrakan truk tidak terjadi 1 x itu saja. Hal ini terjadi berkali-kali.. Aku lupa.. Mungkin sudah 4 x.. Dan itu terus terjadi hingga aku sudah berkuliah di binus, sekitar semester 2.. Bisa dibayangkan bagaimana traumanya aku dan keluargaku akan tabrakan truk ini. Karena kerugiannya benar2 besar, teman... Aku ingat waktu semester 1 or 2, aku sangat takut klo mama dah telpon... Truk kecelakaan lagi ya..? Itu yang selalu di benakku...

Memang aku masih trauma, tapi aku dan keluargaku benar2 mengalami Tuhan menyertai. Segala kejadian itu membuatku banyak diajar dan dibentuk dengan sakit. Aku belajar bagaimana beriman dan percaya pada Allah, bagaimana aku seharusnya berbakti dan menghormati orang tua (karena usia remaja adalah usia pembangkang orang tua), bagaimana aku tidak boleh mementingkan kepentingan diriku sendiri (dulu aku sangat tidak suka berada di rumah karena harus mengerjakan pekerjaan rumah : membersihkan rumah, dll. tetapi karena aku "ditampar oleh Tuhan", maka aku ada saat ini menjadi seorang yang cukup senang membersihkan rumah. dulu aku pemarah level sangat tinggi, sekarang masih sih... hehehe.. tapi belajar.. belajar untuk berubah. Dulu aku lebih menakutkan dari sekarang.. hahaha... dan banyak hal lagi).

Pembentukan yang keras aku alami di part ke 2 hidupku ini. Karakterku diubahkan sedikit demi sedikit oleh Tuhan.. Dan aku sungguh sangat bersyukur... Tuhan menguatkanku dan keluargaku sehingga kami bisa menerima pembentukan itu 1 per 1.

Aku masih tidak bisa berkata siap 100% untuk kembali mengalami penderitaan seperti itu.. Tapi teman, jikalau engkau mengalaminya, aku ingin berkata, aku telah pernah mengalaminya. Dan Tuhan tidak meninggalkanku. Karena itu tetaplah berharap padanya.

Pekerjaan Allah di masa lampau

Judul dari LAI untuk Mazmur 105 : "Puji-pujian atas segala perbuatan Allah di masa lampau"

Ketika merenungkan bagian ini, aku melihat indahnya penulis dalam menceritakan perbuatan Allah di masa yang telah lalu pada bangsa Israel. Betapa Allah menjaga bangsa ini di tengah segala kebebalannya. Dan lebih dalam lagi ngomongin tentang ketegaran hati Israel dan kasih setia Allah, dituliskan di Mazmur 106.
Betapa mazmur-mazmur ini begitu indah dan walaupun aku tidak tahu perasaan penulis saat itu bagaimana, tetapi benar2 merasakan emosi dari penulis ketika menuliskan Mazmur ini. Emosi untuk menceritakan tentang Allah.

Aku pun kemudian berpikir, apa yang telah Allah perbuat di masa lampau? Banyak sekali... Tentu banyak sekali.. Namun ada beberapa chapter dalam hidupku yang membuatku semakin mengenal Dia. Dan aku ingin menuliskannya di postingan kali ini. Karena aku takut jikalau aku lupa akan perbuatanNya di masa lampau karena terlalu melihat dunia di masa ini.

Aku ingat pertama kalinya momen dimana aku tahu Tuhan mendengar doa anakNya. Tidak tahu kapan tepatnya, tapi aku masih usia SD. Ada masalah dalam keluarga dan sepertinya waktu itu banyak yang datang untuk menagih sesuatu (aku tidak tahu apakah itu menagih hutang atau apa). Aku juga ingat saat itu terlihat wajah mama dan papa yang sepertinya takut untuk bertemu orang. Pagi itu jam 9, dan aku melihat 1 bapak yang beberapa hari ini sering datang, dan sepertinya selalu menagih sesuatu. Aku lupa saat itu orang tuaku ada di rumah atau ngga, tapi aku kasi tau bapak itu, "mama papa ngga di rumah". Dan ternyata.. orang itu sangat penting, jarang2 dia bisa ke rumah karena jadwalnya yang sangat sibuk... Akhirnya aku kaget dan di tengah aku yang masih anak2 dan masih tidak yakin Tuhan itu bakal dengar doa atau ga, aku berdoa : "Tuhan, aku salah. Tolong dong munculin orang itu lagi jam 3 sore.." Dalam hati aku berdoa berkali-kali akan hal ini. Dan aku ingat waktu itu, dari sebelum jam 3, aku ada di rumah nenek bersama mama. Aku terus berdoa seperti itu dengan rasa takut. Dan keajaiban terjadi! Pas jam 3 papa telpon, suruh mama pulang karena orang itu balik lagi. Wow... Ini adalah hal yang sangat jarang bisa terjadi. Orang sibuk itu bisa datang ke rumahku 2 x dalam 1 hari... Tanpa diminta oleh orang tuaku. Bahkan di jam yang sama dengan permintaanku..
Momen ini adalah momen di mana aku yang masih kecil mengenal Allahku, bahwa Ia mendengar doaku, dan Ia menjawabnya. Padahal aku sadar doaku itu cukup memaksa.. Tapi momen ini adalah momen berharga. pengenalan pertamaku pada Allah. :)

Banyak kejadian mujizat yang aku alami berikutnya, ntah aku sakit dan berdoa meminta kesembuhan dan Tuhan sembuhkan, ntah itu HPku diperbaiki, ntah itu teman yang belum percaya akhirnya perlahan bisa rindu mengenal Tuhan, dan banyak hal lain lagi. Tetapi inilah batu pertama pengenalanku akan Allah yang hidup! :D

Thursday, July 15, 2010

...

Ini mungkin akan menjadi tulisan yang hanya menjadi suatu postingan tanpa makna. Dan hanya mencoba menumpahkan perasaan lewat tulisan ini...

Mungkin aku orang yang sepatutnya bersyukur bahwa aku sudah punya rencana yang matang untuk tahun depan setelah selesai kuliah dan setelah selesai dari PO Binus. Mungkin juga banyak yang cukup iri denganku yang sudah memiliki satu kepastian. Tapi kepastian ini benar-benar adalah tekanan juga. Orang lain tertekan karena bingung dengan masa depan mereka, sedangkan aku tertekan ketika melihat apa yang akan dihadapi.. Berat rasanya untuk mau menjalaninya.. Mungkin aku memang memiliki beban dalam pelayanan tahun depan, tetapi perasaan takut ini begitu besar.

Seorang tanpa pengalaman yang dianggap berpengalaman hanya karena embel-embel S1, dipercayakan tanggung jawab yang begitu besar, tanggung jawab yang tidak sesuai dengan embel-embel S1 yang aku ambil.. Hufff.... Semakin hari makin tertekan...

Namun di sisi lain aku juga sadar bahwa jikalau aku bisa dipercayakan tanggung jawab sebesar itu, itu pun karena anugerah Tuhan.. aku hanyalah seorang yang tidak layak, tidak mampu untuk mengerjakan tanggung jawab itu..

Aku hanya masih sangat takut menghadapi tanggung jawab itu.. Apakah mereka yang terlalu berlebihan tentangku? Atau aku yang terlalu melihat kapasitas diriku tanpa melihat kapasitas yang akan Tuhan kerjakan? Hufff..... Dengan penuh kesadaran aku pun harus menjawab bahwa sepertinya aku berada di statement ke-2..

Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari, esok masih ada kesusahan sendiri.

Aku perlu nikmatin hari ini, belajar dari hari kemarin, dan tetap berharap untuk hari ke depan. Semoga tidak terlalu larut dalam ketakutan untuk hari ke depan.


#PostinganTidakJelasTetapiAgakMelegakan

Wednesday, June 2, 2010

5 loaves and 2 fishes

Dua hari ini menikmati banget 1 lagu yang aku juga masih bingung sih judul aslinya.. Lagu yang merupakan refleksi penulis dari kisah 5 Roti dan 2 Ikan (Yohanes 6:1-15).. Lagu yang sangat bagus dan mengajarkanku untuk berkomitmen kembali.. ^^

Aku upload ke situs lokal, agar lebih mudah di-download.
moga-moga bisa jadi berkat ^^

http://www.indowebster.com/5_loaves_and_2_fishes.html


Musik oleh Corrine May
Ilustrasi oleh Lim Zhi Chuan
Diproduksi oleh ymiblogging
www.ymiblogging.org

A little boy of thirteen was on his way to school
He heard a crowd of people laughing and he went to take a look
Thousands were listening to the stories of one man
He spoke with such wisdom even the kids could understand

The hours passed so quickly, the day turned to night
Everyone was hungry, but there was no food in sight
The boy looked in his lunchbox at the little that he had
He wasn't sure what good it'd do, there were thousands to be fed

But he saw the twinkling eyes of Jesus, the kindness in His smile
And the boy cried out with the trust of a child
He said, "take my five loaves and two fishes, do with it as You will, I surrender
Take my fears and my inhibitions, all my burdens, my ambitions...
You can use it all to feed them all"

I often think about that boy when i'm feeling small
And i worry that the work i do means nothing at all
Every single tear I cry is a diamond in His hands
And every door that slams in my face, I wil offer up in prayer
So i'll give you every breath that I have
Oh Lord, You can work miracles
All that You need is my "Amen"

So take my five loaves and two fishes, do with it as You will, i surrender
Take my fears and my inhibitions, all my burdens, my ambitions
You can use it all, i hope it's not too small

I trust in You..
I trust in You..

So take my five loaves and two fishes, do with it as You will, I surrender
Take my fears and my inhibitions, all my burdens, my ambitions
You can use it all
No gift is too small

Monday, May 17, 2010

pray

Sudah begitu lama aku ingin menuliskan tentang hal ini, yaitu tentang berdoa. 18 April yang lalu, aku mendapatkan jawaban doaku, yaitu tentang bagaimana seharusnya aku berdoa.. bagaimana berdoa yang benar itu...
Inilah yang mau aku bagikan di postingan x ini.. [tentunya ini adalah ringkasan khotbah ^^]

Diambil dari Mazmur 139.

Dalam Mazmur 139 ini ada 2 hal yang berbeda dari doa-doa biasanya. Inti doa Daud tidak pada permintaan/permohonan/keluhan, tetapi ia memulai doanya dengan suatu pernyataan iman, sesuatu yang jarang dipakai orang beriman ketika berdoa.
ay 1-6 membicarakan Allah yang Maha Tahu.
Kesalahan yang sering kali terjadi ketika kita berdoa adalah kita berdoa dengan sok tahu, kita menyebutkan apa saja yang kita anggap kita perlukan, dan menyuruh Tuhan untuk mengabulkannya. Kita berpikir bahwa kita lebih tahu apa yang kita perlukan dan Tuhan hanya perlu mendengarkan saja. Padahal... yang kita anggap keperluan kita, sering kali hanyalah apa yang kita inginkan...
Namun, ketika kita mengerti dan sadar bahwa Allah Maha Tahu, maka seharusnya kita tidak sok tahu akan keperluan kita, karena kita tahu Allah tahu apa yang sebenarnya kita perlukan. Maka dari itu di dalam doa kita, seharusnya kita bersandar pada Tuhan, karena Dialah yang tahu akan keperluan kita.

ay 7-12 membicarakan Allah yang Maha Hadir.
Kesalahan berikutnya yang terjadi adalah banyak orang beriman yang berdoa dengan rasa takutnya, takut karena harta yang berkelimpahan, ataupun takut karena berkekurangan. Banyak yang berdoa meminta keamanan, ketenangan, dan tidak ingin ada masalah di dalam hidupnya.
Seharusnya ketika kita sadar bahwa Allah Maha Hadir, maka kita berdoa dengan percaya akan kehadiran-Nya, bukan dengan ketakutan dan tidak percaya akan Allah yang Maha Hadir. Di mana pun kita diutus, ketika kita tahu Allah Maha Hadir, maka kita pun siap untuk pergi.

ay 13-16 membicarakan Allah yang Maha Kuasa.
Ketika kita sadar bahwa Allah Maha Kuasa, maka sekali lagi kita hanya perlu percaya padaNya di dalam doa-doa kita.
Namun banyak yang salah di dalam pengertiannya akan Allah yang Maha Kuasa, banyak orang yang berdoa dengan keyakinan bahwa Allah berkuasa, tidak ada yang mustahil bagi Allah, dan Allah sanggup melakukan apa pun yang ia minta. Sesungguhnya saat itu dia tidak sedang percaya pada Allah yang Maha Kuasa, tetapi memanfaatkan Allah yang Maha Kuasa itu demi imannya yang maha kuasa untuk menggerakkan Allah yang Maha Kuasa.
Seharusnya ketika kita mengerti Allah Maha Kuasa, tidak ada yang mustahil bagiNya, maka walaupun kehendak yang ingin Ia kerjakan itu mustahil di mata dunia, tapi itu tidak mustahil bagiNya. Dan kita hanya perlu percaya pada rencana dan kehendakNya.

ay 23-24, Daud mengenal siapa dia di hadapan Allah. Ia sadar akan ketidaklayakannya dalam meminta, ia sadar akan keberdosaannya. Maka Daud meminta agar Tuhan menyelidiki jikalau jalannya serong, dan menuntunnya di jalan yang kekal.
Banyak orang yang berdoa dengan menuntut, berkata bahwa ia telah melakukan ini dan itu, dan sekarang Allah harus melakukan ini dan itu baginya. Tetapi Daud sadar akan ketidaklayakannya. Ketika telah melakukan ini dan itu pun, ia tetap meminta Tuhan yang melihat jikalau jalannya serong, dan memohon Tuhan menuntunnya di jalan yang benar.

Waktu kita mengenal Allah, seharusnya di dalam doa kita ada pertumbuhan. Ketika kita berdoa seharusnya ada perubahan di dalam doa kita, bukan isi doa yang sama, yang itu itu saja.
Dan ketika kita berdoa, seharusnya kita bukan berpikir agar keputusan Allah yang berubah atau kita berdoa untuk merubah Allah, tetapi seharusnya kita yang berubah, untuk masuk dalam rencanaNya.
Kemudian.. berbicara tentang relasi kita dengan Allah di dalam doa kita, ada satu ilustrasi yang perlu kita renungkan.

Bayangkan suami sudah kerja, capek-capek pulang, dan si isteri menyambut suami dengan keluhan ini itu, tentang anak, tentang pekerjaan rumah tangganya yang begitu melelahkan, dsb. Dan setelah itu si isteri meminta ini itu, meminta tas baru, meminta diperbaiki ini itu, meminta jalan-jalan, dsb.

Relasi kita dengan Tuhan seharusnya tidak seperti hubungan suami isteri seperti itu. Ketika kita berdoa, seharusnya kita tidak hanya meminta dan mengeluh.
Di dalam pengenalan yang semakin dalam dengan Allah, seharusnya kita semakin terkagum-kagum dengan Allah, dan di dalam doa kita seharusnya kita menyatakan kekaguman kita pada Allah, bukan hanya diisi dengan permintaan, permintaan dan permintaan.

Setelah merenungkan hal-hal ini, aku menyadari terlalu sering aku salah dalam berdoa. Namun satu kebenaran lagi yang dibukakan.. bahwa Allah tetap saja mendengarkan doa-doaku yang salah itu. Ia tetap bersabar dan tetap mendengarkan anakNya berbicara.

Doa dengan pengenalan yang benar akan Allah, seharusnya tidak hanya berisi keluhan dan permintaan/permohonan, tetapi juga ucapan syukur, ungkapan kekaguman kita padaNya, dsb.
Kiranya kita boleh memiliki relasi yang semakin dalam, dengan komunikasi yang benar dengan Allah.

Monday, April 26, 2010

God and the nature

Ketika melihat alam semesta, aku melihat pernyataan Tuhan.

Dedaunan yang hijau, dalam 1 batang yang sama, bahkan dalam 1 ranting yang sama, tetapi hijau yang ada tidak hanya 1 macam. Ada banyak warna hijau yang ada di sana, ada yang lebih gelap, ada yang kurang gelap. 1 ranting saja bisa memuat begitu banyak warna hijau. Hm... kalau aku ahli tentang warna-warna, mungkin aku bisa menyebutkan jenis-jenis warnanya.. tapi tetap saja.. walau dalam 1 ranting, daun-daun itu memiliki warna hijau yang berbeda-beda.. kalau kita bandingkan dengan dedaunan imitasi, hanya ada 1 warna yang terciptakan.. dan inilah pohon dan tumbuhan yang Tuhan ciptakan.. bervariasi dan begitu indah.. ^^

Langit biru dengan warna biru yang begitu menenangkan hati.. begitu indahnya.. bersama dengan awan-awan putih yang begitu banyak bentuknya.. bahkan karena dulu aku cukup senang berimajinasi ketika melihat awan-awan, saat itu aku merasa seperti membaca 1 cerita dengan perubahan bentuk awan-awan itu.. ckckck.. intinya.. bentuk-bentuknya unik-unik.. hahaha… aku senang dengan keindahan langit dan awan itu.

Ketika melihat bunga, aku lebih terkagum lagi.. ada begitu banyak bunga!!! Indah-indah.. Benar bahwa manusia yang menyiraminya.. tetapi Tuhanlah yang memberikan pertumbuhan pada bunga-bunga itu.. ada yang putih, pink, merah, orange, juga ada yang biru lho (contoh : bunga forget-me-not ^^). Hahaha.. bunga-bunga yang begitu cantik dan indah ini tidak membuatku bosan ketika memperhatikannya.. Inilah juga ciptaan Tuhan.. bunga imitasi tidak bisa mengalahkan keindahan bunga asli tentunya.. hehehe…

Ciptaan-ciptaan yang begitu indah ini membuatku kembali ingat satu hal.. Tuhan memelihara bunga-bunga, dedaunan, binatang-binatang ini.. terlebih lagi.. Ia juga pasti dan sangat pasti memelihara aku juga kamu yang lagi membaca ini.. hehehe.. Maka dari itu.. walau terkadang aku memang masih khawatir akan hal ini dan hal itu.. tetapi aku bisa tenang, karena aku punya pengharapan, bahwa Allah senantiasa menyertaiku dalam menghadapi semua itu.. Karena itu.. janganlah khawatir.. ^^

Dan yang terakhir.. ketika aku telah melihat bunga, dedaunan, pohon, langit dan awan itu.. tak lupa aku begitu bersyukur.. untuk mata yang Tuhan masih berikan bagiku.. kita perlu membeli kamera yang sangat mahal, jika mau meng-capture objek dengan warna aslinya.. tapi.. mata yang Tuhan berikan gratis bagi kita ini, bisa meng-capture alam semesta yang indah ini dengan warna aslinya.. bersyukurlah jikalau bisa melihat dan bahkan bisa melihat semua warna yang ada.. :)


Mt 6:25 “Therefore I tell you, do not worry about your life, what you will eat or drink; or about your body, what you will wear. Is not life more important than food, and the body more important than clothes?
Mt 6:26 Look at the birds of the air; they do not sow or reap or store away in barns, and yet your heavenly Father feeds them. Are you not much more valuable than they?
Mt 6:31 So do not worry, saying, ‘What shall we eat?’ or ‘What shall we drink?’ or ‘What shall we wear?’
Mt 6:32 For the pagans run after all these things, and your heavenly Father knows that you need them.
Mt 6:33 But seek first his kingdom and his righteousness, and all these things will be given to you as well.

Wednesday, April 7, 2010

I want to shout out!!!

Rasanya tidak tahan!!!!
Tidak tahan rasanya kalau tidak menceritakan kasih Allah!
Tidak tahan rasanya kalau tidak memuji Dia!

Kasih yang benar-benar tidak terselami.
Kesetiaan yang tiada akhirnya.
Pengampunan yang masih dianugerahkan di tengah keberdosaannya manusia.

Aku ingin menuliskan dan mendaftarkan semua kebaikanNya padaku.. namun tidak terhitung lagi betapa banyaknya.

Aku tidak mengerti dan benar-benar tidak bisa berpikir mengapa Allah begitu baik padaku. Seorang anak manusia yang berkali-kali melakukan apa yang tidak berkenan di hadapanNya, yang membuat hatiNya sedih, namun tetap saja Ia begitu setia akan janjiNya dan tetap memegang perkataanNya, bahwa anak manusia ini begitu berharga di mataNya.

Begitu banyak manusia di dunia ini, tapi tetap saja 1 per 1 adalah berharga di mataNya. Bagaimana bisa? Yah.. hanya Dia yang bisa.. Hanya Dia yang adalah UNLIMITED itu yang bisa melakukannya.

Ketika memikirkan setiap yang Ia kerjakan bagiku, aku pun rasanya ingin berteriak.. berteriak di antara perasaan sukacita dan dukacita.. dukacita karena melihat diri yang masih saja berdosa di hadapanNya.. dukacita ketika terlalu sering aku tidak menghargai apa yang telah Ia kerjakan bagiku.. namun juga bersukacita.. bersukacita karena bisa mengenal Allah seperti Dia...

Aku sangat bersyukur kalau Allah yang aku kenal tidak menawarkan yang aman-aman saja, ada pengujian, ada rasa sakit, ada penderitaan yang bisa dialami oleh anakNya. Ketika menggali Alkitab, aku menemukan Alkitab itu begitu jujur.. Tidak hanya yang baik yang diceritakan, namun juga yang tidak baik.. Kegagalan seorang tokoh yang terlihat begitu rohani tetap saja dituliskan.. Bukankah mencoreng nama baik saja? Tapi tetap saja Alkitab begitu jujur...
Ia juga jujur ketika menawarkan "Ikulah Aku", Ia menunjukkan jalan yang tidak sesuai dengan pemikiran manusia.. Ketika merenungkannya, aku merasa ingin tertawa.. Ia Allah yang tahu yang terbaik buat anakNya.. Kalau dikasi yang bagus2 aja, pasti pada manja, mana tahan dengan sedikit kesulitan.. :p

Aku bersyukur ketika ditegur.. jujur saja.. pastinya sakit ketika ditegur oleh Allah.. hati terasa disayat-sayat.. tapi lebih baik Tuhan menegur daripada membiarkan aku begitu saja.. menunjukkan kasihNya begitu besar bagiku.. Ia masih mempedulikan aku.. ^^
Dan aku pun semakin mengerti, apa yang namanya semakin serupa dengan Kristus.. ^^

Aku bersyukur mengenal Allah yang perfect.. pikiranNya sudah terancang begitu rupa.. semua yang Ia kerjakan ada maknanya... orang-orang yang ditempatkan di sekitarku pun salah satu yang Ia rancangkan. apakah hanya yang baik yang ditemukan? bisa saja tidak.. justru aku diajar untuk melihat bagaimana seharusnya bersikap.. ada yang menjadi alat yang dipakai Tuhan untuk menegurku, menolongku, namun juga ada yang dipakai untuk mengujiku.. tapi tetap saja.. aku tahu Ia melakukan dan merancangkan yang terbaik...

Ia begitu menikmati akan setiap yang Ia kerjakan.. so why not aku juga menikmati apa yang Ia kerjakan?
Ketika aku tahu dan sadar benar apa yang Ia kerjakan, maka aku pun bisa bersukacita..

Huaaa... jika aku tetap saja mengekspresikan teriakanku ini tidak tahu kapan selesainya tulisanku...

Namun hatiku melimpah dengan syukur dan pujian... karena Dia yang telah mengenalkan DiriNya padaku...

to God be the glory!!!

Wednesday, March 31, 2010

Kayafas : Ironi Sebuah Kedudukan

Mencoba membagikan yang didapatkan di PD gereja kemarin. :)

Jika kita membaca Yohanes 18:13, kita bisa tahu siapa Kayafas itu. Kayafas adalah seorang Imam Besar. Dan tugas Imam Besar adalah perantara antara Allah dan umatNya, dan antara umat dengan Allah. Seorang yang pastinya rohani sekali, namun tetap saja posisinya sebagai Imam Besar tidak bisa menjadi penilaian bahwa dia adalah orang yang beriman.

Kayafas merupakan contoh tokoh yang terpengaruh oleh lingkungannya. Para pemimpin agama tidak senang dengan Yesus, dan menganggap bahwa Yesus adalah ancaman bagi mereka, dan Kayafas pun terpengaruh di dalamnya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita seorang yang dipengaruhi orang lain/lingkungan/kondisi? Atau kita adalah orang yang mempengaruhi orang lain?

Simak perkataan Kayafas di Yohanes 11:49-50 : "Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."
Perkataan ini sudah menjadi salah satu teologia yang begitu dalam : once and for all. Penebusan oleh Kristus bagi semua orang. Namun di ayat 51, Yohanes menulis : "Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, ..."
Saat itu pemimpin agama yang ribut karena takut dengan Yesus yang semakin terkenal, pengen cepat-cepat membungkam mulut Yesus, namun Kayafas yang tahu kalau pemimpin Romawi yang akan membunuh orang-orang yang membuat keributan, merencanakan hal lain, maka perkataan itu keluar : lebih berguna 1 yang mati, daripada seluruh bangsa. Maka mereka memikirkan strategi untuk menjatuhkan Yesus.
Perkataan yang ia keluarkan tidak ia mengerti. Ia tidak sadar dengan apa yang sedang ia katakan. Inilah yang dilakukan Kayafas.

Bagaimana dengan kita? Ketika mendengar Firman Tuhan, apakah itu hanya menempel di otak kita? Tidak mempengaruhi hidup kita? Mengertikah kita akan Firman yang Tuhan firmankan? Dan apakah Firman itu mempengaruhi hidup kita?

Tuesday, March 30, 2010

Face The Cross

Sungguh sangat menikmati masa-masa pra paskah ini.. Menikmati persiapan yang Tuhan kerjakan ke aku secara pribadi, yang berkaitan dengan tema ketaatan.

Hari minggu kemarin, 28 Maret 2010, bersyukur Tuhan boleh memimpin acara KPR Paskah PO Binus. Khususnya dalam hal Firman Tuhan, aku secara pribadi bersyukur untuk setiap orang yang boleh tertegur dan orang-orang yang mau berjuang untuk taat.

Ya.. hari minggu kemarin belajar tentang ketaatan Kristus, khususnya peristiwa ketika Kristus bergumul di Taman Getsemani. Ketaatan Kristus dapat terwujud ketika mau menjadikan kehendak Allah sebagai kehendak diriNya. Dan ini yang sangat menegurku, bagaimana aku seharusnya menjadikan kehendak Allah sebagai kehendak diri.

Jika kita hanya berkata-kata atau mengucapkan kalimat seperti itu, sepertinya biasa-biasa saja, tidak ada yang berat, ok ok saja. Namun, hal itu akan menjadi sangat berat, ketika kondisi yang ada bukanlah kondisi yang menyenangkan kita, namun justru kondisi yang akan membuat kita mencicipi sedikit penderitaan Kristus.

Ketika aku menggumulkan akan hal ini, aku pun merasa sangat gentar.. rasanya ingin berkata seperti yang Kristus ucapkan : "..mau mati rasanya..". Namun tentunya "penderitaan" yang akan aku terima tidak bisa dibandingkan dengan apa yang telah dialami oleh Kristus. Benar-benar tidak bisa dibandingkan. Namun aku bersyukur bisa mencicipi sedikit bagaimana perasaan gentar di taman Getsemani itu.. sedikit.. sedikit saja.. namun sudah membuatku begitu gentar...

Gentar ketika akan "menghadapi salib" itu. Namun tidak ada yang bisa aku lakukan selain menghadapinya. Bukan berarti aku pasrah, namun inilah respon ketika telah menyadari bagaimana pengorbanan Kristus bagiku. Ini juga bukan pembalasan untuk Tuhan, karena tidak ada yang bisa aku balas untuk Tuhan, yang setimpal dengan apa yang telah Ia lakukan bagiku. Namun inilah respon yang bisa dilakukan.. taat menjalaninya.

1 penguatan yang membuatku bisa berkata : "Jadilah kehendak-Mu" adalah bahwa Allah tetap memegang tangan anakNya ketika menghadapi jalan salib itu. Adanya janji penyertaan Tuhan yang membuat aku pun bisa membiarkan kehendak Allah yang menjadi kehendak diriku. Jika tidak ada janji itu, aku pun pasti sudah tergeletak mengandalkan kekuatan diriku yang begitu lemah.

Yesus yang tidak bersalah, namun dibuat bersalah.
Yesus yang adalah Allah, namun mau mengosongkan diriNya, dan menjadi manusia yang hina.
Yesus yang begitu mulia, namun harus menanggung dosa seluruh umat manusia.
Yesus yang tetap fokus mengerjakan karya yang Ia kerjakan, tetap taat menjalani hidupNya padahal tahu bahwa Ia hidup di dunia untuk menjalani jalan salib

Yesus yang taat itulah yang memberikan kita, muridNya, teladan untuk menghadapi salib itu.
Stand and face the cross, never turn away, follow and obey,
knowing God will make a way for you to face the cross

Friday, March 19, 2010

illfeel

Dua hari ini aku berpikir tentang kata "illfeel". Pertama kalinya mengenal kata ini ketika sudah terlibat dalam pelayanan di kampus. Yah... parah juga sih. menemukan kata ini di dalam pelayanan..

Aku berpikir sebenarnya apa sih akibat dari illfeel ini? Dan mencoba mengaitkan ke Alkitab.. kira2 sebutan apa yang ada di Alkitab, yang mirip2 kata illfeel ini.

Sejujurnya aku juga belum pasti arti kata ilfeel itu. Namun bagiku kata illfeel ini mungkin mirip dengan frase "kasih yang menjadi dingin", yang ada di Alkitab. Aku tidak tahu dan tidak mempelajari berapa kali kata/frase/istilah ini dipakai di Alkitab. Namun aku hanya mengingat yang ada di Matius 24:12.

Teringat akan khotbah yang pernah aku dengar. Intinya pembicara berkata bahwa adanya perang, kelaparan, dan gempa hanyalah awal dari akhir zaman. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah ketika kasih menjadi dingin. Untuk menjelaskan kasih yang menjadi dingin ini, aku rasa lebih baik aku menggunakan contoh.

Misal, aku sangat mengagumi seorang kakak rohani, bernama A. Aku melihat banyak teladan dari dia. Namun satu x ia tiba-tiba saja berubah, meninggalkan imannya, bahkan mengkhianati teman sesama kepengurusannya. Orang yang bagiku merupakan salah satu teladan, namun berubah seperti demikian, membuatku sakit hati dan rasa percaya pada orang lain semakin berkurang. Karena mungkin saja toh kakak-kakak rohani yang lain juga bakal seperti si A ini? Atau bahkan mungkin juga aku bakal seperti itu? [Jangan sampai!!!!!]

Yah.. itulah yang menyebabkan kasih menjadi dingin.. Dan aku rasa ini sedang terjadi di antara tubuh Kristus. Kasih pada sesama anggota tubuh Kristus terkikis dan menjadi dingin dan menyebabkan bertambahnya kesulitan untuk mempercayai orang lain. Ini yang aku rasa adalah yang dimaksud dengan kata illfeel itu.

Hm... bagiku keadaan illfeel dengan sesama orang percaya, atau kasih yang menjadi dingin di antara orang percaya, merupakan hal yang menakutkan. Karena penderitaan yang ada bukan berkaitan dengan fisik, namun dengan hati. Maka dari itu, selalu berdoalah agar kasih kita pada sesama tidak menjadi dingin, namun tetap hangat. Hati-hati juga menggunakan kata illfeel. Karena mungkin saja saat itu memang kasih kita sudah mulai menjadi dingin.

How good and pleasant it is when brothers live together in unity!
It is like precious oil poured on the head, running down on the beard, running down on Aaron’s beard, down upon the collar of his robes.
It is as if the dew of Hermon were falling on Mount Zion. For there the LORD bestows His blessing, even life forevermore.
~ Psalm 133 ~

in everything i do

Satu lagu yang sedang aku nikmatin dan yang sedang kuperjuangkan untuk diaplikasikan setiap saat berjudul "In Everything I Do". Sebagian lirik lagu ini berbunyi demikian :
In everything I do, I want to give You glory
In everything I speak, I want to give You praise
With every breath I take, I want to thank you Lord, as I trust in Your perfect ways.
With every step I take, I want to walk beside You until I reach my heavenly home.
May Your name be glorified, may You be lifted high, so that all may know Your love.

Setiap kali menyanyikan lagu ini, aku juga berdoa agar di dalam setiap yang aku lakukan, Tuhan yang dimuliakan dan ditinggikan, sehingga orang boleh mengenal kasih-Nya.

Manusia yang awalnya diciptakan segambar dan serupa Allah, seharusnya memang memancarkan kasih Allah. Ketika orang lain melihat diri orang percaya, seharusnya yang dilihat adalah Allah, baik dalam kesucian, kasih, maupun dalam atribut-atribut lain dari Allah. Inilah yang dimaksud dengan gambar Allah (the image of God).

Namun ini bukanlah hal yang mudah.. karena orang percaya ini masih berada di dunia yang berdosa ini.

Sesuatu yang sepele, berbohong yang hanya dalam kapasitas kecil, yang bertujuan untuk memudahkan pekerjaan, adalah hal yang begitu biasa bagi orang lain, namun menjadi hal yang merupakan dosa bagi orang percaya. Akhirnya orang percaya perlu menjaga kekudusan hidupnya, dan berjuang agar tidak melakukan kebohongan/kecurangan tersebut, walaupun dianggap aneh oleh teman-temannya.

Konflik dengan orang lain yang menimbulkan perasaan yang disebut illfeel, akhirnya menyebabkan sulit untuk mengasihi orang tsb dengan kasih yang tulus, juga merupakan hal yang tidak bisa dibiarkan oleh orang percaya. Karena ini pun tidak memuliakan Allah. Bukankah Allah adalah Maha Kasih dan Maha Pengampun? Orang percaya pun tetap perlu meneladani sikap tersebut.

Pengorbanan waktu dan tenaga untuk Tuhan juga sesama, khususnya dalam hal pelayanan, membuat orang percaya kurang memiliki waktu untuk bersantai, akhirnya dicap sibuk oleh orang lain. Ini pun bukan hal yang baik, karena sudah menjadi batu sandungan bagi orang lain. Bukankah seharusnya waktu untuk pelayanan dan waktu untuk mengerjakan tugas di luar pelayanan seimbang? Orang percaya seharusnya bisa membagi waktu dengan baik dan tidak menjadi batu sandungan karena alasan pelayanan.

Pengaruh minoritas yang membuat orang percaya ini sulit untuk berpengaruh ketika adanya pengambilan keputusan, dan akhirnya keputusan yang diambil bukanlah keputusan yang terbaik dan tidak sepenuhnya benar, juga menggalaukan hati orang percaya. Karena ia sudah gagal memberi pengaruh yang menuju hal yang diperkenankan Allah. Hati yang resah karena lagi-lagi Allah tidak ditinggikan.

Banyak hal yang membuat sulit untuk membiarkan orang lain melihat Allah di dalam diri orang percaya. Banyak hal yang membuat orang percaya sulit menyatakan Allah dalam hidupnya.

Namun biarlah orang percaya ini terus berjuang hingga akhir.. karena orang percaya ini tidaklah berjuang sendiri, namun ada Allah yang ia kenal, Allah yang senantiasa menyertai dia, Allah yang memberi kesempatan lagi pada anak-Nya untuk memuliakan Dia, Allah yang memberi kekuatan di saat anak-Nya lemah, Allah yang memampukan orang percaya ini untuk berdiri, Allah yang tidak membiarkan anak-Nya berjuang sendiri.

May Your name be glorified, may You be lifted high, so that all may know Your love.

Wednesday, March 3, 2010

peduli lingkungan hidup

Bersyukur untuk 1 hari kemaren yang boleh terlewati.. Hari kemaren aku bersama 3 temanku mengunjungi 2 tempat yang bagiku sangat amazing..

Yang sama dari 2 orang dari 2 tempat yang berbeda ini adalah memulai bisnis mereka dari hobby..

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah happy trash bag yang terdapat di ciputat. Di sana terdapat begitu banyak barang yang dibuat dari barang-barang bekas.. tas, boneka, baju buat karnaval, dsb... Banyak barang yang unik di sana.. ^^
Bagi orang lain mungkin barang-barang yang mereka buat adalah menjijikkan, karena terbuat dari sampah.. Tapi bagi aku dan teman-temanku barang-barang yang mereka buat itu adalah barang-barang yang unik, lagipula bagus juga kualitasnya.
Yang lebih buat surprise adalah ibu pencetus ide ini mempekerjakan orang-orang yang luar biasa.. deaf people yang jujur dan sangat kreatif..
Tidak hanya peduli lingkungan hidup, namun juga peduli akan mereka yang dianggap orang lain tidak berguna karena ketidaknormalan mereka.



Tempat kedua yang kami kunjungi berada di tomang. Tempat yang bernama Bardiju ini adalah tempat daur ulang kertas. Kami mempelajari bagaimana mereka mengelola bahan organik maupun bahan anorganik menjadi kertas yang tidak biasa.. Kertas yang bisa diberi pola yang hanya bisa dilakukan secara manual.. oh ya.. persamaan kedua dari 2 tempat yang kami kunjungi adalah pengerjaan semuanya secara manual..
Aku cukup amaze dengan ide juga desire dari bapak pemilik perusahaan ini.. Ia terlihat begitu menikmati pekerjaannya.. ^^

Kedua tempat yang kami kunjungi ini membuatku lebih lega.. Menemukan orang-orang yang masi peduli akan lingkungan hidup ini.. Bisnis yang juga merupakan tindakan nyata mengurangi global warming.

Bersyukur juga karena Tuhan boleh mengajarkanku akan banyak hal kemaren.. yuk.. sama-sama peduli akan lingkungan hidup kita.. ^^

Tuesday, March 2, 2010

api

Baru kusadari akan adanya api ini
api yang tidak kuketahui dari mana datangnya
asap yang seharusnya terlihat terlebih dulu tidak terlihat oleh mataku

akhirnya aku sadar ketika api itu kian membesar
api yang tidak indah sedikit pun
api yang membawa kehancuran
api dengan asap yang begitu menyesakkan nafasku

ingin kupadamkan api itu
namun aku tidak tahu cara memadamkannya
ku perlu air untuk memadamkannya...
dimanakah air itu?

Wednesday, February 24, 2010

my 20 years

Akhirnya menginjakkan kaki ke satu umur yang dimulai dengan 2..
Aku ingat dulu waktu kecil berpikir apa yang akan terjadi ya ketika aku berumur 20 tahun?? Karena pemikiran seorang anak kecil dulu adalah orang yang dah umur dengan kepala 2 dianggap dewasa... maka dari itu aku cukup tidak rela untuk sampai di umur ini.. ckckckck.. hahahaha...

Yah.. sungguh bersyukur untuk 19 tahun yang sudah terlewati.. Aku iseng sih itung harinya.. klo dikali 365 hari dapetnya kira2 6935 hari.. Terasa lebih tua tuh klo diselamatin berdasarkan hari.. hahahha...
Selamat 6936 hari!!! [Aneh.. hahahha...]

Tadi sejenak mengambil waktu untuk berdoa dan kembali merenungkan penyertaan Tuhan.. hoho... Membayangkan aku yang dulunya masih bayi n sekarang dah 20 tahun dh.. hm... semua itu hanya karena anugerah Tuhan...

Bersyukur klo aku bisa dapet tubuh normal, keluarga lengkap, bisa sekolah bahkan sekarang bisa kuliah.. terlebih lagi bisa mengenal Tuhan ^^
Sungguh sangat banyak anugerah yang telah Tuhan berikan padaku..

Di tengah pemikiran seorang anak akan umur kepala 2 yang dianggap dewasa, aku justru dapet Firman Tuhan tentang belajar dari seorang anak kecil yang bergantung pada Tuhan, yang begitu mudah dibentuk n juga rendah hati... Inilah yang menjadi doaku juga... kedewasaan kerohanian yang semakin seperti anak kecil yang bersikap seperti itu.. ^^

Kemudian aku juga bersyukur untuk teman2 yang memperhatikan dan mengucapkan selamat ulang tahun padaku.. baik by sms, phone juga FB... satu pertanyaan yang menggelitik.. aku berpikir dan bertanya.. Tuhan, bagaimana cara-Mu mengucapkan selamat ulang tahun padaku?? hahahhaa... aku menunggu2nya.. ^^

Yah.. 1 umur yang bertambah.. sebenarnya adalah hal biasa yang wajar2 saja.. hahaha.. tapi dianggap spesial oleh orang2 lain.. hmm... bukankah harusnya tiap ari juga spesial ya?? hahaha... mari kita liat apakah lebih spesial atau bagaimana.. hohoho.. :p

Berharap tidak menyia-nyiakan waktu dalam hidupku di umur yang ke 20 ini...

Thanks God.. ^^

Friday, February 19, 2010

Melayani dengan Kasih

Kali ini pengen membagikan lagi ringkasan dari renungan Firman Tuhan yang aku dapetin.. di Persekutuan Doa rabu kemaren [pembicara : GI. Okky] ^^

Lukas 10:38-42

10:38. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Perikop ini mungkin sudah sangat sering kita baca... tentang Maria dan Marta yang sibuk.. Apa makna dari kata "sibuk" atau "kesibukan" ketika kita mendengar kata tersebut?
Kesibukan di zaman sekuler ini sering kali dikaitkan dengan orang penting, very important person. Orang yang susah ditelepon, susah untuk diajak buat janji.. Besok ngga bisa, lusa ngga bisa.. begitu jarang bisanya.. Klo ditelepon langsung angkat, maka orang itu dianggap ga sibuk, ga punya kerjaan.. Maka dari itu banyak orang yang bangga dikatai/jadi orang sibuk..

Lalu bagaimana sibuk dalam gereja? Orang yang sibuk dalam gereja dianggap orang penting di gereja. Orang2 sibuk ini yang biasanya melayani di gereja. Orang2 yang setiap hari kita liat di gereja, ngurus ini, ngurus itu, maka itulah orang2 sibuk di gereja. Lalu.. yang menjadi pertanyaan.. apakah makna dari sibuk pelayanan itu berarti penting bagi Tuhan?

Waktu membaca ayat 38-39 kita bisa melihat sedang ada suasana yang baik. Marta menyiapkan makanan dan Maria menemani Yesus. Seperti ketika suatu ibadah/persekutuan, ada yang ngurusin konsumsi dan ada juga yang menemani pembicara. Namun kita menemukan ada yang salah yang terjadi di ayat 40 : "sedang Marta sibuk sekali melayani"
Dalam LAI digunakan kata sibuk melayani, mungkin kurang jelas, namun klo di NIV : "But Martha was distracted by all the preparations that had to be made.".
Kalo kita mencari arti kata distracted, maka kita bisa mengartikannya sbb : ditarik ke sana kemari sehingga fokus bercabang dan tidak lagi berfokus pada 1 hal.
Marta dibagian ini terlalu sibuk hingga tidak fokus lagi, kemudian berkata : "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

Sedang jawaban Yesus di ayat 41 : "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, "
Kuatir adalah masalah dalam diri seseorang. Marta begitu kuatir hingga terlalu menyusahkan diri menyibukkan diri dengan banyak hal, terlalu fokus pada hal yang tidak usah dikerjakan.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pelayanan Marta. Tuhan tidak memanggil Marta untuk duduk diam seperti Maria. Namun pelayanan Marta salah karena tidak fokus pada Tuhan, alias udah sibuk sendiri. Sedangkan pelayanan Maria : berkonsentrasi mendengarkan Firman Tuhan. Maria fokus mendengarkan apa yang Tuhan inginkan. Sehingga ketika ia duduk di dekat kaki Tuhan, ia makin dekat dengan Tuhan. Dan inilah sikap yang Tuhan inginkan.

Ketika pelayanan kita tidak lagi terfokus pada Tuhan, maka itu pasti tertuju pada diri kita sendiri. Secara tidak sadar kitalah yang penting hingga menyebabkan kita kuatir.
Marta protes dengan Tuhan, yang sebenarnya sedang dia layani. Artinya? Artinya adalah aktivitas masak Marta lebih penting daripada Tuhan. Inilah yang terjadi pada pelayanan Marta. Ketika aktivitas pelayanan lebih penting dari pada Tuhan, maka kita minta Tuhan ikut agenda kita dan kita melayani Tuhan dengan cara kita. Inilah yang salah.

Untuk mempermudah kita mengerti akan hal itu ada 1 ilustrasti.. Ketika hari valentine.. seorang pria sudah mendekor dengan begitu indah untuk kekasih hatinya, bunga, cokelat, lilin, suasana romantis dan indah yang sudah diciptakan.. Namun.. untuk menunjukkan kasihnya, si pria membawa 1 kg jengkol... makanan yang sangat ia sukai... Walau si pria begitu suka jengkol, si wanita sangat tidak suka jengkol. Maka ia berkata pada si pria.. aku tidak suka jengkol.. mengapa engkau membawa jengkol untukku?
Si pria menjawab.. aku suka jengkol.. dan inilah tanda dan bukti cintaku yang tulus padamu..
Dan si pria terus memaksa si wanita menerima bukti cinta kasih dari si pria yaitu jengkol yang sangat tidak disukai si wanita.

Mengekspresikan kasih kita tidak bisa dengan memaksakan kehendak kita, seharusnya sesuai dengan yang Tuhan inginkan..
Maria berkata : "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Di sini Marta sudah menganggap dia lebih penting daripada Tuhan, dan ketika dia menganggap dia lebih penting dari Tuhan, maka di saat itu dia sedang melayani diri sendiri. Lalu bagaimanakah dengan kita?

Ada 2 ciri orang yang melayani seperti Marta :
1. Orang yang mudah menghakimi orang lain yang tidak sesibuk dia.
Mengapa Marta ketika ngeliat Maria duduk tenang, dia tidak berbicara empat mata saja sama Tuhan? yang ia lakukan adalah langsung berkata : "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Bukankah ini pernyataan yang sengaja ingin mempermalukan maria? Kok enak ya si Maria duduk-duduk di sana?
Kalau tidak waspada, kita bakal mudah menuntut dan menghakimi orang lain. Pembicara pernah merasakannya. Dan aku sendiri pun pernah jatuh dalam hal ini.. bahkan mungkin terlalu sering..

Yang terjadi adalah kita memberikan perasaan bersalah pada orang lain.. padahal mungkin saja ada hal yang memang tidak perlu dikerjain.. maka di titik ini kita memberikan perasaan bersalah yang salah pada orang lain..

2. Ketika pelayanan maka menjadi jenuh..
Makin sibuk melayani, tapi makin jauh dari Tuhan, makin tertatih-tatih dalam mengikut Tuhan...
Bukankah ini hal yang aneh karena Tuhan Yesus sendiri berkata di Matius 11:30 bahwa kuk yang Ia pasang adalah enak dan bebannya pun ringan..
Namun kenapa beban yang kita rasakan bukannya ringan melainkan berat?
Mungkin ini dikarenakan kita mengerjakan bukan apa yang Tuhan ingin kita kerjakan.
Kenapa jenuh? Karena kita tidak bertanya pada Tuhan apa yang harus kita lakukan, dan kita bekerja dengan cara kita sendiri.

Sibuk melayani tidak berarti penting bagi Tuhan. Kita perlu belajar seperti Maria yang duduk diam dan fokus pada Tuhan. Duduk dan bergumul dengan Tuhan apa yang harus kita kerjakan. Dan Tuhan akan berikan beban sesuai yang Ia kehendaki. Ketika kita mengerjakan passion tersebut, maka kita akan semangat dalam mengerjakannya..

Maka pertanyaannya.. Adakah kita berdoa sebelum kita melayani?
Banyak orang yang berkata ngga sempat berdoa.. Namun.. ada 1 penulis buku yang di dalam bukunya menegur dengan keras lewat kalimat yang kira2 berbunyi demikian : "kalau sampai untuk berdoa saja tidak sempat, maka tidak akan bisa sempat melakukan pelayanan/aktivitas tersebut"
Kalau untuk berdoa saja kita tidak sempat, bagaimana bisa kita sempat untuk mengerjakan pelayanan?

Sesungguhnya di dalam doa dan mengerti Firman Tuhan, pelayanan yang kita kerjakan bukan lagi untuk diri sendiri, namun untuk Tuhan, karena kita menggumulkan apa yang Tuhan kehendaki.. Maka hati-hati ketika kita memasang target.. dan setelah semua sudah selesai, baru minta Tuhan yang ikut agenda kita dan memberkati apa yang telah kita kerjakan.
Seharusnya yang kita lakukan adalah bertanya terlebih dulu apa yang harus dikerjakan.

Seperti di Markus 1:21-39.. Setelah sibuk pelayanan, pagi-pagi benar Yesus sudah berdoa. Kemudian selesai Yesus berdoa, Petrus dkk datang dan berkata banyak orang yang membutuhkan pertolongan sedang menunggu uluran tanganmu... Tapi apa yang Yesus jawab? Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
Begitu banyak orang yang butuh pertolongan tapi kenapa Yesus malah berkata pergi ke tempat lain? Jikalau Anda di sana sebagai Petrus atau murid yang lain, bagaimana perasaan Anda? Di tengah begitu banyak orang yang butuh pertolongan dari Yesus, dan sesungguhnya ketika mereka bisa menyentuh jubah Yesus juga mereka sudah bisa sembuh, namun mengapa Yesus malah berkata untuk pergi ke tempat lain?? Mengapa?
Ini karena Ia hanya melakukan apa yang Allah inginkan.
"MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa."
Tuhan Yesus melayani bukan berdasarkan target, tetapi berdasarkan kehendak Allah Bapa.

Lalu bagaimana kondisi pelayanan kita? Apakah seperti Marta?
Mari kita mengambil pelayanan yang betul-betul menjadi bagian kita, yang Tuhan tunjukkan pada kita.

Selamat bergumul dan selamat melayani ^^