Bagian ke-2 dalam hidupku adalah ketika aku SMP-SMA. 6 tahun yang benar2 tidak terasa, terlewati begitu saja. Namun ini merupakan masa yang cukup kelam bagiku juga keluargaku. Banyak hal yang terjadi selama 6 tahun tersebut. Banyak tangisan, trauma, namun terlebih indah dari itu ada pembentukan Tuhan. Dan tentunya masih ada suka di tengah segala kedukaan yang ada.
Aku berasal dari keluarga yang bukan Kristen. Tetapi dalam anugerah Tuhan aku bisa Kristen dari kecil. Papaku Kong Hu Cu yang kuat, mama Kristen yang karena ikut papa jadi ga ke gereja, dan aku 5 bersaudara, 3 cewek 2 cowok.
Kejadian bermula dari kejadian ddku yang bungsu. Dia terkena penyakit kanker or tumor (aku lupa), dan akhirnya meninggal di usia yang masih kecil, 7 tahun. Sedikit bercerita tentang ddku. Awal pembentukan pribadiku bermula dari kepergiannya. Walau tangannya bergetar, dia tetap menulis. Dia seorang yang sangat rajin. Setiap sebelum pergi, sesudah pulang, sebelum makan, sesudah makan ia adalah seorang yang selalu mengucapkan salam kepada orang tua, tanpa teladan dari kami cc dan kokonya. Dan dia rajin membersihkan rumah... padahal sakit.
Seperti cerita banyak orang yang sampai di akhir hidupnya. Ddku yang cewek ini juga mengalaminya. Ia bermimpi bertemu dengan malaikat yang indah yang menjemput dia, dan ia menceritakannya kepada mama dan papaku. Dan di hari setelah penguburannya, aku bermimpi aku melihat dia bermain dengan malaikat dan ia sangat bahagia. Itu adalah mimpi terindah bagiku. Aku terbangun dengan sukacita yang besar, dan aku yakin dia pulang ke rumah Bapa. Satu hal lagi mengenai dia, dia seorang anak yang mengenal Allahnya. Papa bertanya padanya, mau ikut papa atau mama (kong hu cu atau kristen), dia bilang, dia mau ikut mama. Dia memilih Kristen. Sungguh sangat jarang ada anak berusia 7 tahun yang bisa mengerti siapa yang ia percaya.
Setelah kepulangannya, aku banyak belajar dari dia. Belajar untuk suka membantu orang tua, belajar untuk selalu mengucapkan salam. Aku belajar banyak sekali dari kedewasaannya. And i really thank God for her... :)
Itulah pembentukan yang pertama untukku.
Kejadian berlanjut dengan cc yang kemudian kerasukan. Dan akhirnya dilepaskan. Pendeta menyuruh untuk membuang semua benda-bendanya papa. Segala macam berhala fisik. Tentunya awalnya papa ga mau, tapi akhirnya dia merelakan semua itu dibuang. Di waktu ini, papa mulai terbuka sedikit akan kekristenan. Alhasil karena semua berhala dan jimat dibuang, iblis tidak senang. Kata orang2, dewa2 marah. Itulah yang terjadi.
Masa selanjutnya adalah kejadian di mana ccku dah kuliah di binus, jadi di rumah tinggal aku, papa, mama, koko dan dd. Aku kecelakaan ga jelas, dan akhirnya benar2 sadarin diri setelah 7 hari di rumah sakit. Sebelumnya aku hanya di bawah sadar, aku ga ingat apa yang aku ucapkan dan lakukan selama 7 hari itu. Alhasil sepertinya ada sedikit pengaruh pada otakku. Walau dicek tidak ada apa2, tetapi aku merasa ada momen2 yang hilang, banyak teman SMP yang aku lupakan, dan terlebih lagi banyak hal di SMA yang aku lupakan. Saat itu aku kelas 2 SMA, dan aku lupa kelas 1 SMA itu ada apa aja.. Dulu aku pintar menghapal, sekarang aku sangat tidak suka menghapal.. hahaha.. karena sulit sekali untuk bisa menghapal.. Namun di luar dari itu, aku bersyukur. Karena bagiku beberapa hari itu adalah momen istirahat bagiku. Aku begitu banyak kerjaan pelayanan di gereja, mpe ga ada waktu buat refresh pikiran. Dan bagiku, ini adalah waktu sabatku.. hahaha... Inilah kejadian kecelakaan pertama.
Kemudian kejadian berlanjut dengan kokoku yang kecelakaan 4 x dalam 1 bulan. Ntah dia tertabrak atau menabrak. Dan alhasil mamaku benar2 pusing... Aku kasihan melihat dia.. Namun aku tahu dia pasti belajar banyak. Salah satunya adalah sabar. Proses kejadian kecelakaan tentunya ga gampang.. Harus ke kantor polisi toh? Dan dipersulit ini itu toh? Begitulah kejadiannya.. membuatku masih tidak suka dengan para polisi Indonesia! hahahaha...
Kejadian pun akhirnya berlanjut dengan papaku yang tiba2 stroke. Dan inilah waktunya. Waktu dimana ia benar2 mau percaya pada Allah. Cc mengirimkan buku Ayub untuk papa baca. Dan sungguh bersyukur karena ia banyak diubahkan lewat buku ini... Papa yang sangat tidak aku percayai bisa tetap beriman kepada Kristus di tengah segala ujian dan pencobaan, tetap memegang Kristus hingga saat ini. Aku tahu dan aku bisa melihat, bahwa ia sungguh2 beriman kepada Kristus.
Memang adalah hal yang menyedihkan jikalau kita harus percaya, setelah mengalami tamparan dari Allah. Karena jujur itu sakit. Tapi aku bersyukur... Ada rencana indah dari tamparan itu. Keluargaku boleh percaya pada Allah.
Namun tidak sampai di sana saja. Papa belum lama percaya, dan akhirnya kejadian tabrakan kembali terjadi. Sekarang adalah truk milik bisnis keluarga, yang memuat barang2 > 100 juta, dan akibat kecelakaan dipersulit ini itu hingga aku ga tau lagi jelasnya berapa kerugiannya.. Oh saat itu benar2 aku bertanya2...
"Tuhan, papa baru percaya dan keluarga dari papa banyak yang menentang. Tuhan kasi kejadian begini justru orang2 itu semakin pintar melihat dewa2 marah dan mereka semakin mudah untuk menyalahkan Tuhan bukan? Kenapa kalo dah percaya bukan hal yang baik yang terjadi, malah hal yang lebih buruk lagi???"
Keluarga kami benar2 mengalami badai yang besar di waktu ini. Namun sekali lagi Tuhan tidak meninggalkan kami. Ia memampukan kami melewatinya dan segala hutang sudah boleh terlunaskan tidak berapa lama ini.. Sungguh itu semua hanya anugerah Tuhan.
Dulunya aku dari keluarga yang bisa dikatakan cukup kaya. Akibat peristiwa ini, aku sangat belajar hidup sederhana. Ini pelajaran yang berharga bagiku. Allah menyediakan jawaban, cc lolos ke Amerika, bekerja, dan membantu kami dalam melunaskan segala hutang yang ada. Memang kasihan melihat dia, kerja mati2an untuk bayarin segala kebutuhan keluarga. Namun aku sungguh bersyukur... Tuhan tetap memelihara dia hingga saat ini.. So miss her.
Kejadian tabrakan truk tidak terjadi 1 x itu saja. Hal ini terjadi berkali-kali.. Aku lupa.. Mungkin sudah 4 x.. Dan itu terus terjadi hingga aku sudah berkuliah di binus, sekitar semester 2.. Bisa dibayangkan bagaimana traumanya aku dan keluargaku akan tabrakan truk ini. Karena kerugiannya benar2 besar, teman... Aku ingat waktu semester 1 or 2, aku sangat takut klo mama dah telpon... Truk kecelakaan lagi ya..? Itu yang selalu di benakku...
Memang aku masih trauma, tapi aku dan keluargaku benar2 mengalami Tuhan menyertai. Segala kejadian itu membuatku banyak diajar dan dibentuk dengan sakit. Aku belajar bagaimana beriman dan percaya pada Allah, bagaimana aku seharusnya berbakti dan menghormati orang tua (karena usia remaja adalah usia pembangkang orang tua), bagaimana aku tidak boleh mementingkan kepentingan diriku sendiri (dulu aku sangat tidak suka berada di rumah karena harus mengerjakan pekerjaan rumah : membersihkan rumah, dll. tetapi karena aku "ditampar oleh Tuhan", maka aku ada saat ini menjadi seorang yang cukup senang membersihkan rumah. dulu aku pemarah level sangat tinggi, sekarang masih sih... hehehe.. tapi belajar.. belajar untuk berubah. Dulu aku lebih menakutkan dari sekarang.. hahaha... dan banyak hal lagi).
Pembentukan yang keras aku alami di part ke 2 hidupku ini. Karakterku diubahkan sedikit demi sedikit oleh Tuhan.. Dan aku sungguh sangat bersyukur... Tuhan menguatkanku dan keluargaku sehingga kami bisa menerima pembentukan itu 1 per 1.
Aku masih tidak bisa berkata siap 100% untuk kembali mengalami penderitaan seperti itu.. Tapi teman, jikalau engkau mengalaminya, aku ingin berkata, aku telah pernah mengalaminya. Dan Tuhan tidak meninggalkanku. Karena itu tetaplah berharap padanya.
No comments:
Post a Comment