In everything I do, I want to give You glory
In everything I speak, I want to give You praise
With every breath I take, I want to thank you Lord, as I trust in Your perfect ways.
With every step I take, I want to walk beside You until I reach my heavenly home.
May Your name be glorified, may You be lifted high, so that all may know Your love.
Setiap kali menyanyikan lagu ini, aku juga berdoa agar di dalam setiap yang aku lakukan, Tuhan yang dimuliakan dan ditinggikan, sehingga orang boleh mengenal kasih-Nya.
Manusia yang awalnya diciptakan segambar dan serupa Allah, seharusnya memang memancarkan kasih Allah. Ketika orang lain melihat diri orang percaya, seharusnya yang dilihat adalah Allah, baik dalam kesucian, kasih, maupun dalam atribut-atribut lain dari Allah. Inilah yang dimaksud dengan gambar Allah (the image of God).
Namun ini bukanlah hal yang mudah.. karena orang percaya ini masih berada di dunia yang berdosa ini.
Sesuatu yang sepele, berbohong yang hanya dalam kapasitas kecil, yang bertujuan untuk memudahkan pekerjaan, adalah hal yang begitu biasa bagi orang lain, namun menjadi hal yang merupakan dosa bagi orang percaya. Akhirnya orang percaya perlu menjaga kekudusan hidupnya, dan berjuang agar tidak melakukan kebohongan/kecurangan tersebut, walaupun dianggap aneh oleh teman-temannya.
Konflik dengan orang lain yang menimbulkan perasaan yang disebut illfeel, akhirnya menyebabkan sulit untuk mengasihi orang tsb dengan kasih yang tulus, juga merupakan hal yang tidak bisa dibiarkan oleh orang percaya. Karena ini pun tidak memuliakan Allah. Bukankah Allah adalah Maha Kasih dan Maha Pengampun? Orang percaya pun tetap perlu meneladani sikap tersebut.
Pengorbanan waktu dan tenaga untuk Tuhan juga sesama, khususnya dalam hal pelayanan, membuat orang percaya kurang memiliki waktu untuk bersantai, akhirnya dicap sibuk oleh orang lain. Ini pun bukan hal yang baik, karena sudah menjadi batu sandungan bagi orang lain. Bukankah seharusnya waktu untuk pelayanan dan waktu untuk mengerjakan tugas di luar pelayanan seimbang? Orang percaya seharusnya bisa membagi waktu dengan baik dan tidak menjadi batu sandungan karena alasan pelayanan.
Pengaruh minoritas yang membuat orang percaya ini sulit untuk berpengaruh ketika adanya pengambilan keputusan, dan akhirnya keputusan yang diambil bukanlah keputusan yang terbaik dan tidak sepenuhnya benar, juga menggalaukan hati orang percaya. Karena ia sudah gagal memberi pengaruh yang menuju hal yang diperkenankan Allah. Hati yang resah karena lagi-lagi Allah tidak ditinggikan.
Banyak hal yang membuat sulit untuk membiarkan orang lain melihat Allah di dalam diri orang percaya. Banyak hal yang membuat orang percaya sulit menyatakan Allah dalam hidupnya.
Namun biarlah orang percaya ini terus berjuang hingga akhir.. karena orang percaya ini tidaklah berjuang sendiri, namun ada Allah yang ia kenal, Allah yang senantiasa menyertai dia, Allah yang memberi kesempatan lagi pada anak-Nya untuk memuliakan Dia, Allah yang memberi kekuatan di saat anak-Nya lemah, Allah yang memampukan orang percaya ini untuk berdiri, Allah yang tidak membiarkan anak-Nya berjuang sendiri.
May Your name be glorified, may You be lifted high, so that all may know Your love.
No comments:
Post a Comment