Tuesday, March 30, 2010

Face The Cross

Sungguh sangat menikmati masa-masa pra paskah ini.. Menikmati persiapan yang Tuhan kerjakan ke aku secara pribadi, yang berkaitan dengan tema ketaatan.

Hari minggu kemarin, 28 Maret 2010, bersyukur Tuhan boleh memimpin acara KPR Paskah PO Binus. Khususnya dalam hal Firman Tuhan, aku secara pribadi bersyukur untuk setiap orang yang boleh tertegur dan orang-orang yang mau berjuang untuk taat.

Ya.. hari minggu kemarin belajar tentang ketaatan Kristus, khususnya peristiwa ketika Kristus bergumul di Taman Getsemani. Ketaatan Kristus dapat terwujud ketika mau menjadikan kehendak Allah sebagai kehendak diriNya. Dan ini yang sangat menegurku, bagaimana aku seharusnya menjadikan kehendak Allah sebagai kehendak diri.

Jika kita hanya berkata-kata atau mengucapkan kalimat seperti itu, sepertinya biasa-biasa saja, tidak ada yang berat, ok ok saja. Namun, hal itu akan menjadi sangat berat, ketika kondisi yang ada bukanlah kondisi yang menyenangkan kita, namun justru kondisi yang akan membuat kita mencicipi sedikit penderitaan Kristus.

Ketika aku menggumulkan akan hal ini, aku pun merasa sangat gentar.. rasanya ingin berkata seperti yang Kristus ucapkan : "..mau mati rasanya..". Namun tentunya "penderitaan" yang akan aku terima tidak bisa dibandingkan dengan apa yang telah dialami oleh Kristus. Benar-benar tidak bisa dibandingkan. Namun aku bersyukur bisa mencicipi sedikit bagaimana perasaan gentar di taman Getsemani itu.. sedikit.. sedikit saja.. namun sudah membuatku begitu gentar...

Gentar ketika akan "menghadapi salib" itu. Namun tidak ada yang bisa aku lakukan selain menghadapinya. Bukan berarti aku pasrah, namun inilah respon ketika telah menyadari bagaimana pengorbanan Kristus bagiku. Ini juga bukan pembalasan untuk Tuhan, karena tidak ada yang bisa aku balas untuk Tuhan, yang setimpal dengan apa yang telah Ia lakukan bagiku. Namun inilah respon yang bisa dilakukan.. taat menjalaninya.

1 penguatan yang membuatku bisa berkata : "Jadilah kehendak-Mu" adalah bahwa Allah tetap memegang tangan anakNya ketika menghadapi jalan salib itu. Adanya janji penyertaan Tuhan yang membuat aku pun bisa membiarkan kehendak Allah yang menjadi kehendak diriku. Jika tidak ada janji itu, aku pun pasti sudah tergeletak mengandalkan kekuatan diriku yang begitu lemah.

Yesus yang tidak bersalah, namun dibuat bersalah.
Yesus yang adalah Allah, namun mau mengosongkan diriNya, dan menjadi manusia yang hina.
Yesus yang begitu mulia, namun harus menanggung dosa seluruh umat manusia.
Yesus yang tetap fokus mengerjakan karya yang Ia kerjakan, tetap taat menjalani hidupNya padahal tahu bahwa Ia hidup di dunia untuk menjalani jalan salib

Yesus yang taat itulah yang memberikan kita, muridNya, teladan untuk menghadapi salib itu.
Stand and face the cross, never turn away, follow and obey,
knowing God will make a way for you to face the cross

No comments: