Yesus datang ke dunia untuk menebus manusia, mengampuni, dan memberikan keselamatan pada kita. Namun apakah Yesus hanya datang ke dunia untuk hal tersebut?
Empat kitab Injil menguraikan kehidupan Kristus. Mengapa harus sampai empat? Apakah tidak cukup satu saja? Mengapa kitab Injil diuraikan secara panjang lebar?
Karena kitab Injil ingin merepresentasikan apa dan bagaimana hidup itu.
Ketika membicarakan mengenai kehidupan rohani, Yohanes 17:13-17 cukup merepresentasikannya.
Bunyi yang sama kita dapati dari ayat 14b dan ayat 16 : "... mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia."
Kita memang tidak bisa dilepaskan dari dunia karena kita sedang berada di dunia. Dunia seolah-olah menjadi sentral, akar, fondasi, menjadi segala-galanya. Namun menarik ketika Yesus berkata bahwa kita bukan dari dunia, walau kita lahir dan ada di dunia.
Yohanes 8:23 juga mencatat bahwa Yesus berkata pada orang-orang Yahudi yang tidak percaya Yesus bahwa : "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas. Kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini."
Di sini ada pengidentifikasian. Identifikasi tentang diri kita sesuai dengan identifikasi mengenai Kristus. Hidup dari debu dan kembali menjadi debu, inilah hidup di dunia. Tetapi hidup kita bukan dari debu menjadi debu, tetapi dari sorga menuju ke sorga, walau di dalamnya ada hidup dari debu menjadi debu.
Hidup dari debu menjadi debu adalah hidup yang bersifat materi dan duniawi. Ingat! Perjalanan kita bukan dari debu menjadi debu, tetapi perjalanan kita adalah dari atas kembali ke atas. Dari surga kembali ke surga. Dari Bapa dan kembali ke Bapa.
Pada yohanes 16:28 Yesus berkata :
- Aku datang dari Bapa
- Aku masuk ke dalam dunia
- Aku meninggalkan dunia
- Aku pergi kepada Bapa
Hidup kita juga adalah seperti itu. Kita datang dari Bapa, sedang masuk dalam dunia, pada akhirnya akan meninggalkan dunia dan kembali kepada Bapa.
Memang kita berada di dunia ini, namun perjalanan di dunia ini terlalu kecil. Kita memang ada di dunia, tetapi kita tidak menjadi milik dunia. Dan dalam perjalanan hidup di dunia ini, perlu ada intervensi dari Allah, sehingga hidup itu bernilai.
Perasaan kehampaan dari hidup dari debu menjadi debu adalah ketika kita bertanya : "mengapa aku hidup?"
Perasaan ini pastinya akan mendominasi karena kita hidup dari debu menuju pada debu.
Namun, titik kehampaan itu adalah titik awal dari perjalanan rohani. Dan dari titik ini kita menyadari bahwa hidupku tidak dari debu menuju ke debu dan Yesus menawarkan hidup dari atas menuju ke atas.
Kalau kita tahu dari mana dan menuju ke mana kita, kita akan tahu rute perjalanan kita. Perjalanan dunia ini tidak boleh sampai mengungkung dan mencekam hidup kita! Ingat! Statusmu adalah status sorgawi.
Maka pertanyaan evaluasi yang harus kita tanyakan : Rute manakah yang aku jalani selama ini? Dari surga menuju surga? Atau sedang terjebak dalam hidup dari debu menuju ke debu? Berapa waktu sudah kita habiskan dari debu menuju ke debu?
Apa yang menarik engkau dalam perjalanan rohanimu? Apa yang menguras energimu selama ini?
Next : Transforming Spirituality - sesi 2
No comments:
Post a Comment