Hari ini di dalam sesi terakhir retreat Transforming Spirituality yang aku ikuti, prosesi yang berbeda dijalankan ketika perjamuan kudus. Setelah Firman Tuhan disampaikan, Pendeta memberikan waktu bagi jemaat untuk berdoa. Setelah jemaat sudah siap, dan si jemaat tahu bahwa inilah waktunya bagi dia datang ke perjamuan itu, jemaat akan masuk ke dalam barisan, dan satu per satu di dalam barisan yang ada, berjalan ke meja perjamuan, dan kemudian menerima roti dan anggur.
Setelah aku berdoa dan aku tahu aku siap menerima perjamuan ini, aku masuk ke dalam barisan yang sudah ada. Inilah yang kurasakan...
Aku seperti mempelai wanita yang sedang berjalan ke arah Sang Mempelai Pria. Langkah demi langkah dipenuhi hati yang semakin berdebar, hati yang tersenyum dan penuh syukur. Dan ketika aku sampai di meja perjamuan itu, aku mengambil roti dan anggur, dan kemudian kembali mengucap syukur.
Inilah saatnya.
Aku siap untuk menyatu dalam persekutuanku dengan Kristus.
Perjamuan cinta dari-Nya yang Ia sediakan bagiku.
Perjamuan cinta dimana Ia menunjukkan betapa besar kasih-Nya padaku.
Betapa indahnya perjamuan kasih ini.
"Aku memang berdosa, ya Tuhan. Namun biarkanlah aku menerima kasih-Mu sehingga hidupku dipenuhi dengan kasih-Mu. Dan dengan kasih itu, aku dikuatkan. Dan karena kasih itu, maka aku bisa mengasihi-Mu, ya Tuhanku."

No comments:
Post a Comment