Thursday, August 19, 2010

Penelope

Kutipan dongeng Yunani yang diceritakan kembali oleh Eric dan Leslie Ludy di buku When God Writes Your Love Story. Ambil maknanya ya.. ^^

Dahulu kala, hiduplah seorang ratu yang cantik bernama Penelope. Ia sedang merajut segulung kain linen putih dengan saksama. Kain linen itu nantinya akan dihadiahkan kepada suami, yang kepulangannya begitu ia harapkan setiap hari. Sudah bertahun-tahun suaminya pergi ke tempat yang jauh untuk bertempur, dalam perang yang disebut perang Troya. Setiap hari ia selalu menyebut nama suaminya berulang-ulang, entah bagaimana, berharap sang raja bisa mendengar tangisan hatinya yang pedih.

Suatu hari, banyak pemimpin dan pangeran hebat yang sedang mencari istri berlayar ke Itacha, berusaha memenangkan hati Penelope. Mereka meyakinkan ratu kesepian itu bahwa suaminya, sang raja, telah tewas di medan perang. Selain itu, demi kebaikan rakyat Itacha dan untuk melindungi sang ratu, mereka menyarankan sang ratu untuk memilih salah satu dari mereka untuk menjadi suami barunya.

Akan tetapi Penelope, dengan air mata berlinang di mata anggunnya, menjawab, "Wahai para pahlawan dan para pangeran yang saya muliakan, saya menolak untuk mempercayai apa yang kalian katakan. Saya yakin yang mulia suami saya masih hidup, dan saya harus menjaga kerajaannya dengan setia sampai beliau kembali. Bahkan saat ini saya sedang merajut segulung kain linen putih untuk beliau."

Para pemimpin negara dan pangeran itu dengan keras kepala menolak untuk pulang, dan setiap hari mereka mengingatkan sang ratu bahwa ia membutuhkan seorang suami dan Itacha membutuhkan seorang raja.

Bulan demi bulan berlalu, Penelope tetap bergeming. Dengan setia ia terus merajut gulungan kain linennya sembari mengharapkan kembalinya sang raja. Para pemimpin negara dan pangeran itu berusaha membujuknya dengan segala cara, tetapi semuanya sia-sia. Kelompok pelamar yang penuh harapan itu pindah ke istana, menikmati anggur dan masakan kerajaan. Mereka menolak untuk pergi sampai Penelope memilih salah satu dari mereka untuk dinikahi.

Penelope kewalahan, akhirnya dengan enggan ia setuju memilih suami baru begitu ia selesai merajut gulungan kain itu, dan jika hingga saat itu suaminya belum kembali. Minggu demi minggu berlalu, ia terus merajut. Namun, pada malam hari, diam-diam ia mengurai jalinan kain yang telah dirajutnya sepanjang siang. Akhirnya, siasatnya ketahuan.

Seorang pemimpin dalam kelompok pelamar, Agelaus namanya, mengumpulkan semua pelamar itu dan menegur Penelope dengan suara keras. "Ratu Penelope," teriaknya marah, "kekeraskepalaan Anda membuat kami tidak punya pilihan lain, selain mengambil alih masalah ini. Kami telah mengetahui siasat licik Anda untuk menunda menyelesaikan gulungan kain linen terkutuk itu, dan habis sudah kesabaran kami. Selesaikan kainnya besok dan pilihlah suami baru Anda sebelum tengah hari, atau kamilah yang akan memilihkannya untuk Anda! kami tidak akan menunggu-nunggu lagi!"

Keesokan siangnya, para pelamar berkumpul, menanti keputusan Penelope. Tepat pada saat ia memasuki ruang perjamuan makan, diam-diam menyelinaplah seorang pengemis aneh ke dalam pertemuan itu. Kepala letihnya tersembunyi di bawah tudung yang usang dan jubah compang-camping membalut tubuh lemahnya. Dengan diam-diam ia berjalan terhuyung-huyung menuju bagian belakang ruangan itu, tidak memerhatikan seringai mengejek dari para pelamar yang dilewatinya. Penelope mulai berbicara, menarik perhatian semua hadirin.

"Wahai para pemimpin negara dan pangeran," kata Penelope, ada duka yang mencekat tenggorokannya yang anggun, "kita akan menyerahkan keputusan ini kepada takdir. Lihatlah, saya memegang busur raksasa milik suami saya, sang raja. Kalian semua diharuskan menguji kekuatan kalian dengan memanah menggunakan busur ini. Dan, saya akan memilih salah satu dari kalian yang mampu memanah paling tepat sasaran."

"Setuju!" teriak para pelamar itu, dan dengan antusias mereka mengantre untuk menguji kekuatan mereka.

Satu per satu mereka berusaha keras untuk memanah dengan menggunakan busur raksasa itu. Dan, karena kehilangan kesabaran, satu demi satu melempar busur itu ke tanah dan melangkah pergi.

"Hanya raksasa yang bisa memanah menggunakan busur besi itu!" erang mereka.
"Mungkin pengemis tua dekil itu ingin menguji kekuatannya," teriak salah satu dari mereka dengan sinis.
Menanggapi ejekan itu, pengemis itu bangkit dari kursinya dan berjalan tertatih-tatih ke depan ruangan.
"Tua bangka bodoh!" para pelamar itu berteriak mengejek saat pengembara dekil itu mengangkat busur raksasa itu.

Tiba-tiba perubahan yang luar biasa terlihat pada diri orang asing itu. Pengembara yang lemah itu meluruskan punggungnya dan berdiri tegak. Bahkan meski terbalut pakaian yang compang-camping, jelas sekali bahwa dalam setiap jengkal tubuhnya, pengembara lemah itu adalah seorang raja. Lalu, dengan mudahnya ia melengkungkan busur dan merentangkannya, disertai dengan tatapan tak percaya dari semua yang hadir di ruang aula yang agung itu. Sang raja telah kembali!

Para pelamar itu tak mampu berkata apa-apa. Dan, dengan panik mereka berbalik dan lari menyelamatkan diri. Namun, anak panah demi anak panah yang dilepaskan raja begitu cepat dan akurat, tak satu pun yang tidak mengenai sasaran. Tak satu pelamar pun yang lolos dari murka sang raja pada hari itu.

Penelope berlari menghampiri pahlawannya, yang berpakaian compang-camping, dan memeluknya. Dan dengan suara seperti malaikat, ia berkata, "Aku telah dengan setia menjaga kerajaanmu, yang mulia rajaku!" Dengan lembut ia mempersembahkan gulungan kain linen yang halus kepada suaminya. "Aku telah menghabiskan waktu bertahun-tahun merajut hadiah ini, berharap engkau segera kembali. Setelah selesai, aku diminta untuk memilih seorang suami." Lalu, sambil mendaratkan ciuman ke pipi suaminya yang kotor, ratu itu berkata, "Dan aku memilihmu."


Kesetiaan merupakan sebuah disiplin yang dimurnikan dan ditempa melalui latihan selama bertahun-tahun. Seiring berjalannya waktu, disiplin itu pun menjadi sebuah kebiasaan. Dalam hal ini, disiplin itu adalah belajar mengasihi calon suami/istrimu dengan cara menanti dengan sabar, terus-menerus berharap, dan menjalani standar tinggi yang merupakan panggilanmu.
Marilah kita meneladani Penelope dan menemukan upah yang menakjubkan dan luar biasa atas kesabaran. Teladanilah Penelope dan tabahlah menahan kesakitan yang luar biasa demi mendapatkan perolehan yang besar.

Percaya atau tidak, Penelope bukanlah orang pertama yang patut diteladani. Allah menciptakan konsep kesetiaan sebelum permulaan zaman. Dia adalah teladan utama kesabaran yang penuh kepedihan dan penantian yang bertujuan. Dengan air mata menggenang di mata-Nya yang lembut, bahkan sekarang pun Dia menantikan sebagian dari kita, untuk mengizinkan-Nya masuk dalam hidup kita. Ketika pada akhirnya, kamu tiba di gerbang istana-Nya yang terbuka, Dia akan berlari menghampirimu, memelukmu, dan berbisik di telingamu, "Kau anak-Ku, sepadan dengan penantian-Ku yang penuh kepedihan!"

Tuesday, August 17, 2010

pray for nation

"Tuhan... sudah 65 tahun negara ini merdeka.. sungguh bukan suatu kebetulan ketika 17 agustus 1945 yang lalu Engkau menganugerahkan kemerdekaan bagi negara ini.. Kami sungguh bersyukur karena Tuhan.. Engkau tetap menyertai hingga saat ini...

Ya Tuhan... sesungguhnya.. begitu indah negara yang Engkau berikan.. alam yang begitu indah.. makanan yang awalnya begitu berlimpah.. tanah yang awalnya subur... orang-orang yang awalnya begitu ramah satu sama lain..
Tuhan... Engkau yang menganugerahkan orang-orang yang berbeda ras, berbeda budaya di negara ini... dan sesungguhnya begitu indah ketika semua ini dilestarikan dan hidup berdampingan...

Namun Tuhan... ampunilah kami...
kami tidak menjaga segala yang telah Engkau berikan.. alam dirusak oleh kami.. alam yang begitu indah... rusak karena kerakusan manusia...
perbedaan-perbedaan yang seharusnya membuat negara ini begitu unik dan indah.. menjadi alasan bagi kami untuk menjelek-jelekkan yang berbeda dengan kami... persaingan terjadi.. fanatik yang brutal pun terjadi... perbedaan yang indah tidak lagi dilihat sebagai sesuatu yang indah...

Oh Tuhan.. ampunilah kami...
masalah politik, ekonomi, hukum... masalah dari setiap bagian, setiap aspek dari negara ini... yang tidak kelar-kelar.. yang 1 belum selesai.. yang lain berdatangan.. ini pun karena kerakusan manusia... karena kami yang tidak menggunakan dengan baik kuasa yang telah Engkau berikan...

Tuhan..
kasihanilah kami...
banyak saudara kami yang menderita...
harga bahan baku semakin naik, dan makin banyak orang yang tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan mereka...
bencana-bencana yang dikarenakan kelalaian kami juga... telah membuat banyak saudara kami menderita...

dan bahkan ya Tuhan.. kami begitu egois.. kami begitu sering menutup mata atas penderitaan yang sedang dialami saudara-saudara kami..
kami bersenang-senang di atas penderitaan orang lain...

Tuhan... ampunilah kami....
ampuni kami yang telah berdosa padaMu ya, Allah...

tolonglah kami, anak-anakMu, ya Tuhan...
untuk mengabarkan tentang Engkau bagi mereka yang belum mengenal Engkau.. membawa mereka untuk bisa mengenal Engkau...

oh Tuhan.. bangkitkanlah di antara kami orang-orang yang mau dipakai olehMu.. bagi bangsa ini ya Tuhan... bangkitkanlah orang-orang yang mau memikirkan bangsa ini...

dan Tuhan.. kami mohon... pulihkanlah negara ini... gerakkanlah kami... pakailah kami ya Tuhan..

Tuhan... lihatlah kerinduan kami.. lihatlah tangisan kami.. yang menangisi negara ini..
pulihkanlah negara ini ya Tuhan.. pulihkanlah bangsa ini ya Tuhan....

Tuhanlah Allah.. pemilik segala sesuatunya..
Engkau merencanakan segala yang baik..
Engkaulah penguasa atas segala sesuatu...
Engkaulah yang telah memilih penguasa-penguasa negara...

Dan Engkau Allah yang panjang kasih setia...
Engkau Allah yang masih menunjukkan wajahMu, tidak memalingkan pandanganMu dari negara ini...
di tengah kami yang begitu bebal... Engkau masih mengasihi kami...

Besar kasih setiaMu ya Tuhan...
Dan kami bersyukur senantiasa karena Engkau masih mengasihi bangsa dan negara ini.. hingga saat ini...

Terima kasih ya, Tuhan..."

Thursday, August 12, 2010

wanna stop the time!

Sepertinya hari ini aku banyak berpikir.. _ _!
Karena ini sudah postingan ke-3 untuk tanggal 12 agustus 2010.. [kek ga ada kerjaan aje...]
Fiuh... rasanya jantungku sedang berdetak begitu cepat... Dan aku perlu memperlambatnya dengan cara menulis... [this is my style.. wkwkwk...]

Ternyata sekarang sudah bulan Agustus di tahun 2010.

Beberapa menit yang lalu, aku melihat-lihat lagi postingan-postinganku sebelum-sebelumnya.. dan aku menyadari... keknya itu postingan baru aku tulis deh... kok bedanya dah setaon ya? kok bedanya dah berbulan-bulan ya?
Dan saia mulai stress sendiri..
Ini sudah bulan agustus.. apa yang sudah kukerjakan selama tahun 2010 ini???
Panic mode ON!

Apa ya yang dah aku kerjain??
aku tak ingat apa aja yang dah aku kerjain...
rasanya tidak banyak yang aku kerjain...
dan cepat aje dah bulan agustus....

aku baca lagi postinganku di bulan januari.. yang serasa baru beberapa hari aku tulis... tentang menghitung hari sedemikian rupa, dengan mendapatkan maknanya setiap harinya...

what have i done??

waktu berjalan begitu cepat. tugas2 yang menumpuk menunggu giliran. dan betapa banyaknya waktu yang digunakan untuk mengerjakan semua itu...
aku sadar bahwa pasti ada saatnya aku mengalami Tuhan di dalam hidupku hingga agustus ini.. tapi... rasanya begitu sedikit... aku tidak bisa mengingat apa saja yang sudah kualami dengan Tuhan selama 8 bulan ini...

sepertinya aku harus diam dan menulis kembali.. apa saja yang telah aku alami selama 8 bulanan ini...
aku bersyukur jikalau aku bisa suka menulis.. sehingga aku bisa melihat lagi moment-moment dimana aku diajar, dibentuk, ditegur, dikuatkan Allah.. moment-moment bersama Dia...

keep writing, blogger!

Diam dan ingatlah kembali apa yang sudah kita kerjakan bagiNya? apa yang sudah kita alami bersamaNya? :)

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)

Bangunlah! Makanlah!

Mencoba membagikan yang aku dapatkan kemarin di Persekutuan Doa Gereja.

Hidup seperti jetcoaster.. Kalo kita naik jetcoaster, mungkin ada yang hanya tegang ketika jetcoaster itu naik, atau mungkin ada yang hanya ketika jetcoaster itu turun. Tetapi... bagi banyak orang (termasuk saya) jetcoaster itu menegangkan, baik waktu naik ataupun turun.... Dan kalo naik jetcoaster, ga ada kata diam dan berhenti... kita tidak akan diberi waktu untuk menikmati terlebih dulu pemandangan indah dari puncak jetcoaster... kita akan langsung dibawa turun dengan kecepatan yang begitu cepat...

Elia juga pernah mengalami kehidupan seperti itu. Saat itu Elia baru saja mengalahkan 400 nabi Baal.. Elia baru mencapai puncaknya.. Dan tanpa ada waktu untuk celebration (walaupun tentunya bangsa Israel bersukacita karena kekalahan nabi2 Baal itu), Elia mengalami 1 ketakutan karena Izebel mau membunuhnya... Maka dari itu Elia pergi melarikan diri dari Izebel. Ditulis dalam Keluaran 19:4b bahwa Elia berkata ia mau mati. Elia mengalami keletihan hidup dan keletihan pelayanan. Tetapi kemudian ada campur tangan yang begitu indah dari Allah.
Malaikat mendatangi Elia 2 x, dan berkata "Bangunlah! Makanlah!"
Kenapa harus bangun dan makan?
Karena kalau tidak, perjalanan berikutnya akan terlalu jauh bagi Elia (ayat 7b).
Elia bangun, makan dan kemudian meneruskan perjalanannya.

Kita juga sering mengalami hal seperti ini. Ketika kita sedang berada di posisi atas, banyak orang2 yang tidak suka dan berusaha menjatuhkan kita. Dan kita tidak tenang ketika berada di puncak. Apalagi ketika kita merosot begitu rupa, hingga hidup kita sedang turun. Kita kehilangan begitu banyak hal dan kita tidak tenang karena memikirkan kehilangan kita..
Ketika mengalami beban berat, kita pun sering seperti Elia, ingin mati rasanya.
Rasanya hidup dipenuhi dengan rentetan kerjaan, kejadian, masalah dan tidak terasa tahun demi tahun berlalu begitu saja. Tanpa kita sempat untuk 'menghela nafas'.

Tetapi Tuhan berkata kepada kita : "Bangunlah! Makanlah!"
Kita perlu bangun.. kita perlu makan... dan yang kita butuhkan adalah makanan rohani.. karena itu sangat penting bagi kita untuk memiliki waktu untuk menikmati Firman-Nya dan menikmati waktu untuk berdoa pada-Nya. Karena ketika berdoa, kita pun mendapatkan kekuatan.
Jikalau kita sudah terlalu frustasi dengan masalah-masalah kita, dengarlah panggilan Tuhan bagi kita : "Bangunlah! Makanlah!"
Dan biarlah kita meresponi Tuhan. Kita bangun dan kita makan. Karena ada jetcoaster berikutnya yang akan kita hadapi.

Marilah menghadapi hidup ini dengan tetap berserah, berharap, berpegang pada-Nya. Dan peliharalah hubunganmu secara pribadi dengan Tuhan. :)

People in my life

Hari ini ada 1 pertanyaan yang membuatku berpikir.
Kenapa si A ini harus ada dalam hidupku? Kenapa aku harus bertemu si B di dalam hidupku? begitu juga dengan si C, D, dan seterusnya...

Untuk apa sih aku ketemu si A, B, C, D, dst itu? Kenapa harus ketemu dia?

Ada begitu banyak orang di dunia ini, tetapi kenapa orang-orang ini lah yang akhirnya berada di sekitarku?
Kenapa orang yang begitu menyebalkan itu harus ada di hidupku? Kenapa orang yang tipe pekerja keras ini boleh ada di dalam hidupku? Kenapa harus orang ini yang menjadi orang yang mendukung dan menguatkanku? Dsb...

Akhirnya aku mendapatkan 1 jawaban untuk pikiranku.
WOW! AMAZING!!!
Di antara sekian banyak orang di dunia, Tuhan boleh tempatin orang2 ini di sekitarku. Ntah mereka ada yang dekat ataupun tidak dekat denganku. Ntah mereka orang yang menyakiti, menyebalkan, atau membangun dan menguatkanku.. Tapi... bukankah pasti ga kebetulan klo aku bisa ketemu mereka?

Ketika berkuliah di binus, aku bisa bertemu semakin banyak macam orang.. Berasal dari kota2, pulau2 yang berbeda... juga dari angkatan2 yang berbeda... dan bagiku itu suatu yang sangat WOW! apa ya kata2 yang tepat untuk menggambarkannya? bingung.. hehehehe...

Ada begitu banyak orang yang sudah berada dalam hidupku. Dan bukanlah suatu kebetulan jika bisa bertemu dengan mereka.

Pertanyaannya kemudian yang menjadi Pe-eR adalah...
"Kenapa ya aku harus ketemu dia?" :)

Friday, August 6, 2010

Pekerjaan Allah di masa lampau [part 3]

Part ke-3 dalam hidupku adalah ketika aku mulai masuk di Binus, lebih tepatnya lagi di PO Binus. Tuhan membentukku kembali.

Aku belajar kembali tentang ketaatan dan berharap di sini. Aku belajar dasar2 imanku. Dulu aku mengenal Allah, tapi ga yakin akan keselamatanku.. Aneh ya? hahahha... Di sini aku belajar banyak tentang imanku, keselamatan, dosa, dan sangat banyak hal lain lagi. Dan aku yakin akan keselamatanku.

Di sini aku bertemu dengan berbagai macam orang. Saat pertama aku belajar untuk terbuka.. Hingga SMA, tepatnya hingga kuliah semester 1, aku hanya pernah terbuka ke 1 orang. Itu pun adalah Hamba Tuhan praktek. Bukan teman sepantaran. Aku benar2 orang yang sangat tertutup. Dan masa kelam yang aku ceritakan sebelumnya, itu adalah cerita yang tidak akan aku ceritakan ke siapa pun. hahahha... karena aku punya konsep. Kejelekan keluarga jangan disebar luaskan.. Karena itu hingga semester 1, aku sangat tertutup.
Mulai semester 2, aku pertama kali cerita pada PKK-ku, pertama kalinya aku menangis di hadapan orang lain.. hahaha... bersyukurlah orang yang bisa melihatku menangis. karena aku ja-im.. :p
Di sini aku mendapatkan banyak penguatan dari orang lain. Aku mendapat banyak teguran atas karakter2ku yang sangat jelek dari orang lain. Dan aku mendapat banyak teguran dari Tuhan atas segala kelalaianku.
Lebih indah lagi.. aku semakin mengenal Allah dan kehendakNya, ketika aku berada di masa ini.

Pengenalan akan Allah akan terus berlanjut dan aku sungguh bersyukur untuk pengenalan hingga saat ini..

Aku melihat alur dalam 3 part ini. Tentunya aku belum tua, baru 20 tahun. hahaha.. kata orang, garamnya cuman dikit. Tapi.. aku rasa tidaklah salah jikalau aku menceritakan semua ini. Part ke 3 dalam hidupku masih akan terus berlanjut, belum selesai.. hehehe....

Aku bersyukur, karena aku melihat bahwa ada alur yang Tuhan ciptakan. Part pertama, dimulai dengan hal sederhana : membantu orang tua, menghormati orang tua, dan hal-hal teknis lainnya.

Part kedua adalah tentang pencobaan, ujian, pengharapan, kesederhanaan, dan banyak hal lainnya untuk menguji imanku dan keluargaku.

Part ketiga adalah masalah karakter-karakterku, masalah pertanggung jawabanku kepada Tuhan. Aku benar2 mengerti bahwa aku diciptakan untuk memuliakan Allah di part ke 3 dalam hidupku ini. :)
Dan ini lah yang terus sedang aku kerjakan. Aku masih terus belajar untuk struggle dalam hidup ini, bersama Tuhan.

Mungkin part selanjutnya adalah ketika aku sudah mulai bekerja. Tapi... tiap part memiliki level yang berbeda. Jikalau nantinya lebih susah, atau masalahnya lebih untuk orang dewasa, ya itu lah levelnya. Setiap part memiliki level sendiri toh? hahaha... Nikmatilah setiap pembentukan di setiap part hidup kita.

Let's struggling with God. :D




Tujuan penulisan : untuk mengingatkanku pekerjaaan Allah di masa lampau. Sehingga aku kembali dikuatkan akan apa yang telah aku ceritakan. To God be the glory!

Pekerjaan Allah di masa lampau [part 2]

Bagian ke-2 dalam hidupku adalah ketika aku SMP-SMA. 6 tahun yang benar2 tidak terasa, terlewati begitu saja. Namun ini merupakan masa yang cukup kelam bagiku juga keluargaku. Banyak hal yang terjadi selama 6 tahun tersebut. Banyak tangisan, trauma, namun terlebih indah dari itu ada pembentukan Tuhan. Dan tentunya masih ada suka di tengah segala kedukaan yang ada.

Aku berasal dari keluarga yang bukan Kristen. Tetapi dalam anugerah Tuhan aku bisa Kristen dari kecil. Papaku Kong Hu Cu yang kuat, mama Kristen yang karena ikut papa jadi ga ke gereja, dan aku 5 bersaudara, 3 cewek 2 cowok.

Kejadian bermula dari kejadian ddku yang bungsu. Dia terkena penyakit kanker or tumor (aku lupa), dan akhirnya meninggal di usia yang masih kecil, 7 tahun. Sedikit bercerita tentang ddku. Awal pembentukan pribadiku bermula dari kepergiannya. Walau tangannya bergetar, dia tetap menulis. Dia seorang yang sangat rajin. Setiap sebelum pergi, sesudah pulang, sebelum makan, sesudah makan ia adalah seorang yang selalu mengucapkan salam kepada orang tua, tanpa teladan dari kami cc dan kokonya. Dan dia rajin membersihkan rumah... padahal sakit.
Seperti cerita banyak orang yang sampai di akhir hidupnya. Ddku yang cewek ini juga mengalaminya. Ia bermimpi bertemu dengan malaikat yang indah yang menjemput dia, dan ia menceritakannya kepada mama dan papaku. Dan di hari setelah penguburannya, aku bermimpi aku melihat dia bermain dengan malaikat dan ia sangat bahagia. Itu adalah mimpi terindah bagiku. Aku terbangun dengan sukacita yang besar, dan aku yakin dia pulang ke rumah Bapa. Satu hal lagi mengenai dia, dia seorang anak yang mengenal Allahnya. Papa bertanya padanya, mau ikut papa atau mama (kong hu cu atau kristen), dia bilang, dia mau ikut mama. Dia memilih Kristen. Sungguh sangat jarang ada anak berusia 7 tahun yang bisa mengerti siapa yang ia percaya.
Setelah kepulangannya, aku banyak belajar dari dia. Belajar untuk suka membantu orang tua, belajar untuk selalu mengucapkan salam. Aku belajar banyak sekali dari kedewasaannya. And i really thank God for her... :)

Itulah pembentukan yang pertama untukku.
Kejadian berlanjut dengan cc yang kemudian kerasukan. Dan akhirnya dilepaskan. Pendeta menyuruh untuk membuang semua benda-bendanya papa. Segala macam berhala fisik. Tentunya awalnya papa ga mau, tapi akhirnya dia merelakan semua itu dibuang. Di waktu ini, papa mulai terbuka sedikit akan kekristenan. Alhasil karena semua berhala dan jimat dibuang, iblis tidak senang. Kata orang2, dewa2 marah. Itulah yang terjadi.

Masa selanjutnya adalah kejadian di mana ccku dah kuliah di binus, jadi di rumah tinggal aku, papa, mama, koko dan dd. Aku kecelakaan ga jelas, dan akhirnya benar2 sadarin diri setelah 7 hari di rumah sakit. Sebelumnya aku hanya di bawah sadar, aku ga ingat apa yang aku ucapkan dan lakukan selama 7 hari itu. Alhasil sepertinya ada sedikit pengaruh pada otakku. Walau dicek tidak ada apa2, tetapi aku merasa ada momen2 yang hilang, banyak teman SMP yang aku lupakan, dan terlebih lagi banyak hal di SMA yang aku lupakan. Saat itu aku kelas 2 SMA, dan aku lupa kelas 1 SMA itu ada apa aja.. Dulu aku pintar menghapal, sekarang aku sangat tidak suka menghapal.. hahaha.. karena sulit sekali untuk bisa menghapal.. Namun di luar dari itu, aku bersyukur. Karena bagiku beberapa hari itu adalah momen istirahat bagiku. Aku begitu banyak kerjaan pelayanan di gereja, mpe ga ada waktu buat refresh pikiran. Dan bagiku, ini adalah waktu sabatku.. hahaha... Inilah kejadian kecelakaan pertama.

Kemudian kejadian berlanjut dengan kokoku yang kecelakaan 4 x dalam 1 bulan. Ntah dia tertabrak atau menabrak. Dan alhasil mamaku benar2 pusing... Aku kasihan melihat dia.. Namun aku tahu dia pasti belajar banyak. Salah satunya adalah sabar. Proses kejadian kecelakaan tentunya ga gampang.. Harus ke kantor polisi toh? Dan dipersulit ini itu toh? Begitulah kejadiannya.. membuatku masih tidak suka dengan para polisi Indonesia! hahahaha...

Kejadian pun akhirnya berlanjut dengan papaku yang tiba2 stroke. Dan inilah waktunya. Waktu dimana ia benar2 mau percaya pada Allah. Cc mengirimkan buku Ayub untuk papa baca. Dan sungguh bersyukur karena ia banyak diubahkan lewat buku ini... Papa yang sangat tidak aku percayai bisa tetap beriman kepada Kristus di tengah segala ujian dan pencobaan, tetap memegang Kristus hingga saat ini. Aku tahu dan aku bisa melihat, bahwa ia sungguh2 beriman kepada Kristus.

Memang adalah hal yang menyedihkan jikalau kita harus percaya, setelah mengalami tamparan dari Allah. Karena jujur itu sakit. Tapi aku bersyukur... Ada rencana indah dari tamparan itu. Keluargaku boleh percaya pada Allah.

Namun tidak sampai di sana saja. Papa belum lama percaya, dan akhirnya kejadian tabrakan kembali terjadi. Sekarang adalah truk milik bisnis keluarga, yang memuat barang2 > 100 juta, dan akibat kecelakaan dipersulit ini itu hingga aku ga tau lagi jelasnya berapa kerugiannya.. Oh saat itu benar2 aku bertanya2...
"Tuhan, papa baru percaya dan keluarga dari papa banyak yang menentang. Tuhan kasi kejadian begini justru orang2 itu semakin pintar melihat dewa2 marah dan mereka semakin mudah untuk menyalahkan Tuhan bukan? Kenapa kalo dah percaya bukan hal yang baik yang terjadi, malah hal yang lebih buruk lagi???"
Keluarga kami benar2 mengalami badai yang besar di waktu ini. Namun sekali lagi Tuhan tidak meninggalkan kami. Ia memampukan kami melewatinya dan segala hutang sudah boleh terlunaskan tidak berapa lama ini.. Sungguh itu semua hanya anugerah Tuhan.

Dulunya aku dari keluarga yang bisa dikatakan cukup kaya. Akibat peristiwa ini, aku sangat belajar hidup sederhana. Ini pelajaran yang berharga bagiku. Allah menyediakan jawaban, cc lolos ke Amerika, bekerja, dan membantu kami dalam melunaskan segala hutang yang ada. Memang kasihan melihat dia, kerja mati2an untuk bayarin segala kebutuhan keluarga. Namun aku sungguh bersyukur... Tuhan tetap memelihara dia hingga saat ini.. So miss her.

Kejadian tabrakan truk tidak terjadi 1 x itu saja. Hal ini terjadi berkali-kali.. Aku lupa.. Mungkin sudah 4 x.. Dan itu terus terjadi hingga aku sudah berkuliah di binus, sekitar semester 2.. Bisa dibayangkan bagaimana traumanya aku dan keluargaku akan tabrakan truk ini. Karena kerugiannya benar2 besar, teman... Aku ingat waktu semester 1 or 2, aku sangat takut klo mama dah telpon... Truk kecelakaan lagi ya..? Itu yang selalu di benakku...

Memang aku masih trauma, tapi aku dan keluargaku benar2 mengalami Tuhan menyertai. Segala kejadian itu membuatku banyak diajar dan dibentuk dengan sakit. Aku belajar bagaimana beriman dan percaya pada Allah, bagaimana aku seharusnya berbakti dan menghormati orang tua (karena usia remaja adalah usia pembangkang orang tua), bagaimana aku tidak boleh mementingkan kepentingan diriku sendiri (dulu aku sangat tidak suka berada di rumah karena harus mengerjakan pekerjaan rumah : membersihkan rumah, dll. tetapi karena aku "ditampar oleh Tuhan", maka aku ada saat ini menjadi seorang yang cukup senang membersihkan rumah. dulu aku pemarah level sangat tinggi, sekarang masih sih... hehehe.. tapi belajar.. belajar untuk berubah. Dulu aku lebih menakutkan dari sekarang.. hahaha... dan banyak hal lagi).

Pembentukan yang keras aku alami di part ke 2 hidupku ini. Karakterku diubahkan sedikit demi sedikit oleh Tuhan.. Dan aku sungguh sangat bersyukur... Tuhan menguatkanku dan keluargaku sehingga kami bisa menerima pembentukan itu 1 per 1.

Aku masih tidak bisa berkata siap 100% untuk kembali mengalami penderitaan seperti itu.. Tapi teman, jikalau engkau mengalaminya, aku ingin berkata, aku telah pernah mengalaminya. Dan Tuhan tidak meninggalkanku. Karena itu tetaplah berharap padanya.

Pekerjaan Allah di masa lampau

Judul dari LAI untuk Mazmur 105 : "Puji-pujian atas segala perbuatan Allah di masa lampau"

Ketika merenungkan bagian ini, aku melihat indahnya penulis dalam menceritakan perbuatan Allah di masa yang telah lalu pada bangsa Israel. Betapa Allah menjaga bangsa ini di tengah segala kebebalannya. Dan lebih dalam lagi ngomongin tentang ketegaran hati Israel dan kasih setia Allah, dituliskan di Mazmur 106.
Betapa mazmur-mazmur ini begitu indah dan walaupun aku tidak tahu perasaan penulis saat itu bagaimana, tetapi benar2 merasakan emosi dari penulis ketika menuliskan Mazmur ini. Emosi untuk menceritakan tentang Allah.

Aku pun kemudian berpikir, apa yang telah Allah perbuat di masa lampau? Banyak sekali... Tentu banyak sekali.. Namun ada beberapa chapter dalam hidupku yang membuatku semakin mengenal Dia. Dan aku ingin menuliskannya di postingan kali ini. Karena aku takut jikalau aku lupa akan perbuatanNya di masa lampau karena terlalu melihat dunia di masa ini.

Aku ingat pertama kalinya momen dimana aku tahu Tuhan mendengar doa anakNya. Tidak tahu kapan tepatnya, tapi aku masih usia SD. Ada masalah dalam keluarga dan sepertinya waktu itu banyak yang datang untuk menagih sesuatu (aku tidak tahu apakah itu menagih hutang atau apa). Aku juga ingat saat itu terlihat wajah mama dan papa yang sepertinya takut untuk bertemu orang. Pagi itu jam 9, dan aku melihat 1 bapak yang beberapa hari ini sering datang, dan sepertinya selalu menagih sesuatu. Aku lupa saat itu orang tuaku ada di rumah atau ngga, tapi aku kasi tau bapak itu, "mama papa ngga di rumah". Dan ternyata.. orang itu sangat penting, jarang2 dia bisa ke rumah karena jadwalnya yang sangat sibuk... Akhirnya aku kaget dan di tengah aku yang masih anak2 dan masih tidak yakin Tuhan itu bakal dengar doa atau ga, aku berdoa : "Tuhan, aku salah. Tolong dong munculin orang itu lagi jam 3 sore.." Dalam hati aku berdoa berkali-kali akan hal ini. Dan aku ingat waktu itu, dari sebelum jam 3, aku ada di rumah nenek bersama mama. Aku terus berdoa seperti itu dengan rasa takut. Dan keajaiban terjadi! Pas jam 3 papa telpon, suruh mama pulang karena orang itu balik lagi. Wow... Ini adalah hal yang sangat jarang bisa terjadi. Orang sibuk itu bisa datang ke rumahku 2 x dalam 1 hari... Tanpa diminta oleh orang tuaku. Bahkan di jam yang sama dengan permintaanku..
Momen ini adalah momen di mana aku yang masih kecil mengenal Allahku, bahwa Ia mendengar doaku, dan Ia menjawabnya. Padahal aku sadar doaku itu cukup memaksa.. Tapi momen ini adalah momen berharga. pengenalan pertamaku pada Allah. :)

Banyak kejadian mujizat yang aku alami berikutnya, ntah aku sakit dan berdoa meminta kesembuhan dan Tuhan sembuhkan, ntah itu HPku diperbaiki, ntah itu teman yang belum percaya akhirnya perlahan bisa rindu mengenal Tuhan, dan banyak hal lain lagi. Tetapi inilah batu pertama pengenalanku akan Allah yang hidup! :D