Wednesday, March 31, 2010

Kayafas : Ironi Sebuah Kedudukan

Mencoba membagikan yang didapatkan di PD gereja kemarin. :)

Jika kita membaca Yohanes 18:13, kita bisa tahu siapa Kayafas itu. Kayafas adalah seorang Imam Besar. Dan tugas Imam Besar adalah perantara antara Allah dan umatNya, dan antara umat dengan Allah. Seorang yang pastinya rohani sekali, namun tetap saja posisinya sebagai Imam Besar tidak bisa menjadi penilaian bahwa dia adalah orang yang beriman.

Kayafas merupakan contoh tokoh yang terpengaruh oleh lingkungannya. Para pemimpin agama tidak senang dengan Yesus, dan menganggap bahwa Yesus adalah ancaman bagi mereka, dan Kayafas pun terpengaruh di dalamnya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita seorang yang dipengaruhi orang lain/lingkungan/kondisi? Atau kita adalah orang yang mempengaruhi orang lain?

Simak perkataan Kayafas di Yohanes 11:49-50 : "Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."
Perkataan ini sudah menjadi salah satu teologia yang begitu dalam : once and for all. Penebusan oleh Kristus bagi semua orang. Namun di ayat 51, Yohanes menulis : "Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, ..."
Saat itu pemimpin agama yang ribut karena takut dengan Yesus yang semakin terkenal, pengen cepat-cepat membungkam mulut Yesus, namun Kayafas yang tahu kalau pemimpin Romawi yang akan membunuh orang-orang yang membuat keributan, merencanakan hal lain, maka perkataan itu keluar : lebih berguna 1 yang mati, daripada seluruh bangsa. Maka mereka memikirkan strategi untuk menjatuhkan Yesus.
Perkataan yang ia keluarkan tidak ia mengerti. Ia tidak sadar dengan apa yang sedang ia katakan. Inilah yang dilakukan Kayafas.

Bagaimana dengan kita? Ketika mendengar Firman Tuhan, apakah itu hanya menempel di otak kita? Tidak mempengaruhi hidup kita? Mengertikah kita akan Firman yang Tuhan firmankan? Dan apakah Firman itu mempengaruhi hidup kita?

Tuesday, March 30, 2010

Face The Cross

Sungguh sangat menikmati masa-masa pra paskah ini.. Menikmati persiapan yang Tuhan kerjakan ke aku secara pribadi, yang berkaitan dengan tema ketaatan.

Hari minggu kemarin, 28 Maret 2010, bersyukur Tuhan boleh memimpin acara KPR Paskah PO Binus. Khususnya dalam hal Firman Tuhan, aku secara pribadi bersyukur untuk setiap orang yang boleh tertegur dan orang-orang yang mau berjuang untuk taat.

Ya.. hari minggu kemarin belajar tentang ketaatan Kristus, khususnya peristiwa ketika Kristus bergumul di Taman Getsemani. Ketaatan Kristus dapat terwujud ketika mau menjadikan kehendak Allah sebagai kehendak diriNya. Dan ini yang sangat menegurku, bagaimana aku seharusnya menjadikan kehendak Allah sebagai kehendak diri.

Jika kita hanya berkata-kata atau mengucapkan kalimat seperti itu, sepertinya biasa-biasa saja, tidak ada yang berat, ok ok saja. Namun, hal itu akan menjadi sangat berat, ketika kondisi yang ada bukanlah kondisi yang menyenangkan kita, namun justru kondisi yang akan membuat kita mencicipi sedikit penderitaan Kristus.

Ketika aku menggumulkan akan hal ini, aku pun merasa sangat gentar.. rasanya ingin berkata seperti yang Kristus ucapkan : "..mau mati rasanya..". Namun tentunya "penderitaan" yang akan aku terima tidak bisa dibandingkan dengan apa yang telah dialami oleh Kristus. Benar-benar tidak bisa dibandingkan. Namun aku bersyukur bisa mencicipi sedikit bagaimana perasaan gentar di taman Getsemani itu.. sedikit.. sedikit saja.. namun sudah membuatku begitu gentar...

Gentar ketika akan "menghadapi salib" itu. Namun tidak ada yang bisa aku lakukan selain menghadapinya. Bukan berarti aku pasrah, namun inilah respon ketika telah menyadari bagaimana pengorbanan Kristus bagiku. Ini juga bukan pembalasan untuk Tuhan, karena tidak ada yang bisa aku balas untuk Tuhan, yang setimpal dengan apa yang telah Ia lakukan bagiku. Namun inilah respon yang bisa dilakukan.. taat menjalaninya.

1 penguatan yang membuatku bisa berkata : "Jadilah kehendak-Mu" adalah bahwa Allah tetap memegang tangan anakNya ketika menghadapi jalan salib itu. Adanya janji penyertaan Tuhan yang membuat aku pun bisa membiarkan kehendak Allah yang menjadi kehendak diriku. Jika tidak ada janji itu, aku pun pasti sudah tergeletak mengandalkan kekuatan diriku yang begitu lemah.

Yesus yang tidak bersalah, namun dibuat bersalah.
Yesus yang adalah Allah, namun mau mengosongkan diriNya, dan menjadi manusia yang hina.
Yesus yang begitu mulia, namun harus menanggung dosa seluruh umat manusia.
Yesus yang tetap fokus mengerjakan karya yang Ia kerjakan, tetap taat menjalani hidupNya padahal tahu bahwa Ia hidup di dunia untuk menjalani jalan salib

Yesus yang taat itulah yang memberikan kita, muridNya, teladan untuk menghadapi salib itu.
Stand and face the cross, never turn away, follow and obey,
knowing God will make a way for you to face the cross

Friday, March 19, 2010

illfeel

Dua hari ini aku berpikir tentang kata "illfeel". Pertama kalinya mengenal kata ini ketika sudah terlibat dalam pelayanan di kampus. Yah... parah juga sih. menemukan kata ini di dalam pelayanan..

Aku berpikir sebenarnya apa sih akibat dari illfeel ini? Dan mencoba mengaitkan ke Alkitab.. kira2 sebutan apa yang ada di Alkitab, yang mirip2 kata illfeel ini.

Sejujurnya aku juga belum pasti arti kata ilfeel itu. Namun bagiku kata illfeel ini mungkin mirip dengan frase "kasih yang menjadi dingin", yang ada di Alkitab. Aku tidak tahu dan tidak mempelajari berapa kali kata/frase/istilah ini dipakai di Alkitab. Namun aku hanya mengingat yang ada di Matius 24:12.

Teringat akan khotbah yang pernah aku dengar. Intinya pembicara berkata bahwa adanya perang, kelaparan, dan gempa hanyalah awal dari akhir zaman. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah ketika kasih menjadi dingin. Untuk menjelaskan kasih yang menjadi dingin ini, aku rasa lebih baik aku menggunakan contoh.

Misal, aku sangat mengagumi seorang kakak rohani, bernama A. Aku melihat banyak teladan dari dia. Namun satu x ia tiba-tiba saja berubah, meninggalkan imannya, bahkan mengkhianati teman sesama kepengurusannya. Orang yang bagiku merupakan salah satu teladan, namun berubah seperti demikian, membuatku sakit hati dan rasa percaya pada orang lain semakin berkurang. Karena mungkin saja toh kakak-kakak rohani yang lain juga bakal seperti si A ini? Atau bahkan mungkin juga aku bakal seperti itu? [Jangan sampai!!!!!]

Yah.. itulah yang menyebabkan kasih menjadi dingin.. Dan aku rasa ini sedang terjadi di antara tubuh Kristus. Kasih pada sesama anggota tubuh Kristus terkikis dan menjadi dingin dan menyebabkan bertambahnya kesulitan untuk mempercayai orang lain. Ini yang aku rasa adalah yang dimaksud dengan kata illfeel itu.

Hm... bagiku keadaan illfeel dengan sesama orang percaya, atau kasih yang menjadi dingin di antara orang percaya, merupakan hal yang menakutkan. Karena penderitaan yang ada bukan berkaitan dengan fisik, namun dengan hati. Maka dari itu, selalu berdoalah agar kasih kita pada sesama tidak menjadi dingin, namun tetap hangat. Hati-hati juga menggunakan kata illfeel. Karena mungkin saja saat itu memang kasih kita sudah mulai menjadi dingin.

How good and pleasant it is when brothers live together in unity!
It is like precious oil poured on the head, running down on the beard, running down on Aaron’s beard, down upon the collar of his robes.
It is as if the dew of Hermon were falling on Mount Zion. For there the LORD bestows His blessing, even life forevermore.
~ Psalm 133 ~

in everything i do

Satu lagu yang sedang aku nikmatin dan yang sedang kuperjuangkan untuk diaplikasikan setiap saat berjudul "In Everything I Do". Sebagian lirik lagu ini berbunyi demikian :
In everything I do, I want to give You glory
In everything I speak, I want to give You praise
With every breath I take, I want to thank you Lord, as I trust in Your perfect ways.
With every step I take, I want to walk beside You until I reach my heavenly home.
May Your name be glorified, may You be lifted high, so that all may know Your love.

Setiap kali menyanyikan lagu ini, aku juga berdoa agar di dalam setiap yang aku lakukan, Tuhan yang dimuliakan dan ditinggikan, sehingga orang boleh mengenal kasih-Nya.

Manusia yang awalnya diciptakan segambar dan serupa Allah, seharusnya memang memancarkan kasih Allah. Ketika orang lain melihat diri orang percaya, seharusnya yang dilihat adalah Allah, baik dalam kesucian, kasih, maupun dalam atribut-atribut lain dari Allah. Inilah yang dimaksud dengan gambar Allah (the image of God).

Namun ini bukanlah hal yang mudah.. karena orang percaya ini masih berada di dunia yang berdosa ini.

Sesuatu yang sepele, berbohong yang hanya dalam kapasitas kecil, yang bertujuan untuk memudahkan pekerjaan, adalah hal yang begitu biasa bagi orang lain, namun menjadi hal yang merupakan dosa bagi orang percaya. Akhirnya orang percaya perlu menjaga kekudusan hidupnya, dan berjuang agar tidak melakukan kebohongan/kecurangan tersebut, walaupun dianggap aneh oleh teman-temannya.

Konflik dengan orang lain yang menimbulkan perasaan yang disebut illfeel, akhirnya menyebabkan sulit untuk mengasihi orang tsb dengan kasih yang tulus, juga merupakan hal yang tidak bisa dibiarkan oleh orang percaya. Karena ini pun tidak memuliakan Allah. Bukankah Allah adalah Maha Kasih dan Maha Pengampun? Orang percaya pun tetap perlu meneladani sikap tersebut.

Pengorbanan waktu dan tenaga untuk Tuhan juga sesama, khususnya dalam hal pelayanan, membuat orang percaya kurang memiliki waktu untuk bersantai, akhirnya dicap sibuk oleh orang lain. Ini pun bukan hal yang baik, karena sudah menjadi batu sandungan bagi orang lain. Bukankah seharusnya waktu untuk pelayanan dan waktu untuk mengerjakan tugas di luar pelayanan seimbang? Orang percaya seharusnya bisa membagi waktu dengan baik dan tidak menjadi batu sandungan karena alasan pelayanan.

Pengaruh minoritas yang membuat orang percaya ini sulit untuk berpengaruh ketika adanya pengambilan keputusan, dan akhirnya keputusan yang diambil bukanlah keputusan yang terbaik dan tidak sepenuhnya benar, juga menggalaukan hati orang percaya. Karena ia sudah gagal memberi pengaruh yang menuju hal yang diperkenankan Allah. Hati yang resah karena lagi-lagi Allah tidak ditinggikan.

Banyak hal yang membuat sulit untuk membiarkan orang lain melihat Allah di dalam diri orang percaya. Banyak hal yang membuat orang percaya sulit menyatakan Allah dalam hidupnya.

Namun biarlah orang percaya ini terus berjuang hingga akhir.. karena orang percaya ini tidaklah berjuang sendiri, namun ada Allah yang ia kenal, Allah yang senantiasa menyertai dia, Allah yang memberi kesempatan lagi pada anak-Nya untuk memuliakan Dia, Allah yang memberi kekuatan di saat anak-Nya lemah, Allah yang memampukan orang percaya ini untuk berdiri, Allah yang tidak membiarkan anak-Nya berjuang sendiri.

May Your name be glorified, may You be lifted high, so that all may know Your love.

Wednesday, March 3, 2010

peduli lingkungan hidup

Bersyukur untuk 1 hari kemaren yang boleh terlewati.. Hari kemaren aku bersama 3 temanku mengunjungi 2 tempat yang bagiku sangat amazing..

Yang sama dari 2 orang dari 2 tempat yang berbeda ini adalah memulai bisnis mereka dari hobby..

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah happy trash bag yang terdapat di ciputat. Di sana terdapat begitu banyak barang yang dibuat dari barang-barang bekas.. tas, boneka, baju buat karnaval, dsb... Banyak barang yang unik di sana.. ^^
Bagi orang lain mungkin barang-barang yang mereka buat adalah menjijikkan, karena terbuat dari sampah.. Tapi bagi aku dan teman-temanku barang-barang yang mereka buat itu adalah barang-barang yang unik, lagipula bagus juga kualitasnya.
Yang lebih buat surprise adalah ibu pencetus ide ini mempekerjakan orang-orang yang luar biasa.. deaf people yang jujur dan sangat kreatif..
Tidak hanya peduli lingkungan hidup, namun juga peduli akan mereka yang dianggap orang lain tidak berguna karena ketidaknormalan mereka.



Tempat kedua yang kami kunjungi berada di tomang. Tempat yang bernama Bardiju ini adalah tempat daur ulang kertas. Kami mempelajari bagaimana mereka mengelola bahan organik maupun bahan anorganik menjadi kertas yang tidak biasa.. Kertas yang bisa diberi pola yang hanya bisa dilakukan secara manual.. oh ya.. persamaan kedua dari 2 tempat yang kami kunjungi adalah pengerjaan semuanya secara manual..
Aku cukup amaze dengan ide juga desire dari bapak pemilik perusahaan ini.. Ia terlihat begitu menikmati pekerjaannya.. ^^

Kedua tempat yang kami kunjungi ini membuatku lebih lega.. Menemukan orang-orang yang masi peduli akan lingkungan hidup ini.. Bisnis yang juga merupakan tindakan nyata mengurangi global warming.

Bersyukur juga karena Tuhan boleh mengajarkanku akan banyak hal kemaren.. yuk.. sama-sama peduli akan lingkungan hidup kita.. ^^

Tuesday, March 2, 2010

api

Baru kusadari akan adanya api ini
api yang tidak kuketahui dari mana datangnya
asap yang seharusnya terlihat terlebih dulu tidak terlihat oleh mataku

akhirnya aku sadar ketika api itu kian membesar
api yang tidak indah sedikit pun
api yang membawa kehancuran
api dengan asap yang begitu menyesakkan nafasku

ingin kupadamkan api itu
namun aku tidak tahu cara memadamkannya
ku perlu air untuk memadamkannya...
dimanakah air itu?