Sunday, January 2, 2011

awal transformasi...

*ditulis untuk mengingatkanku yang pelupa ini...*

sepanjang ibadah hari ini aku tak sanggup untuk tidak menangis.

aku sudah berencana untuk tidak tidur dan mengikuti ibadah pertama, dengan alasan mengerjakan skripsi. dari jam 4 aku ingin tidur, tapi tidak bisa tidur karena terus-terusan aku memikirkan skripsiku.

jam 5 akhirnya aku tertidur lelap, hingga aku tidak sadar sudah mematikan alarm di 3 waktu yang berbeda. ketika terbangun, aku kaget.. ternyata aku telat untuk ibadah pertama, ibadah yang lebih kunanti-nantikan daripada ibadah kedua dan ketiga.
tetapi aku menyadari Tuhan tidak senang dengan rencanaku itu. sengaja tidak tidur, dan kemudian bertemu dengan-Nya dengan kondisi belum tidur.
aku menyadari Ia memulai dengan memberiku waktu tidur, agar aku bisa lebih siap untuk bertemu dengan-Nya.

aku segera ke gereja, dan karena malas dan capai, akhirnya aku memilih naik bajai. alhasil sampai di gereja h-1 jam sebelum ibadah dimulai. namun lagi-lagi aku melihat Dia menyertai. jikalau aku tidak naik bajai, pasti aku sudah kehujanan..

sambil menunggu, aku ke perpustakaan dan membaca buku. buku yang aku pilih untuk dibaca : mencintai hingga terluka. sekitar 20 menit aku membaca buku itu, dan aku mendapati bahwa aku memang belum mengampuni. lagi-lagi aku melihat Ia menuntunku untuk melihat sebenarnya ada yang belum selesai di dalam hidupku.

akhirnya aku berada di atas, dengan kondisi sepi, dan akhirnya aku tidak bisa lagi menahan diri. menangis di hadapan-Nya, memohon kekuatan dari-Nya, ditambah dengan kesadaran akan hati yang belum mengampuni, aku memohon ampun. dan aku kembali melihat, Ia sengaja memimpinku untuk ikut ibadah yang ke-2, sehingga aku bisa duduk sendiri, mendapatkan kondisi yang sepi, dan menikmati Dia.

ayat panggilan beribadah diserukan, ayat panggilan yang hampir mirip tiap minggunya, namun sangat berbeda di hari ini karena aku menikmati bahwa Dia layak untuk dipuji dari selama-lamanya sampai selama-lamanya dan kasih-Nya dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Ia menegurku... mengapakah aku masih meragukan Dia?

dilanjutkan dengan pujian yang begitu indah.. Besar setia-Mu.. bait per bait, kalimat demi kalimat, kata per kata, begitu menegur, juga menguatkan. mengapakah aku masih meragukan kasih-Nya?

Ia seakan-akan berkata kepadaku.. Aku menanti-nantikan engkau. dan aku sadar bahwa aku sudah begitu bodoh membiarkan Dia yang begitu mengasihi aku bahkan menyakiti Dia.. tidakkah aku mau pulang kepada-Nya?

ibadah berlanjut dengan satu lagu doa.. sucikan hatiku, o Tuhanku.. aku pun menikmati berdoa memohon agar Ia yang mengubahkan hatiku yang penuh luka, penuh dendam, penuh amarah.. agar Ia mengubahkan hidupku.. menjadi hidup yang baru..

bersama jemaat dari segala abad, dan dari segala tempat, aku pun mengakui pengakuan iman rasuli. mengakui dengan kata-kata akan Allah yang kupercaya. selesainya, Ia kembali memanggilku untuk tinggal dalam-Nya lewat paduan suara yang menyanyikan lagu yang sederhana namun menjamahku.

dengan penuh kerinduan, aku memohon agar Ia membukakan hatiku untuk mendengarkan sabda-Nya. dan aku pun berkomitmen. untuk melakukan yang terbaik, untuk menyenangkan hati-Nya saja, seperti nuh yang bisa membuat-Nya senang, aku pun rindu untuk bisa seperti itu..

dilanjutkan dengan anugerah untuk berbagian dalam perjamuan suci. betapa aku menikmati perjamuan itu dan boleh menikmati kehadiran-Nya. kemudian dilanjutkan dengan pergumulan saat itu juga, maukah aku memberi yang terbaik? apakah yang aku takutkan..? sedang Ia tidak pernah ingin mengambil sesuatu dari pada ku...

ditutup dengan panggilan untuk hidup sebagai anak-anak terang, tidak lagi sebagai kegelapan, dan mengembalikan segala pujian, hormat bagi-Nya.

Allah manakah seperti Allahku.. yang merencanakan, merancang dengan sedemikian rupa.. aku yang terpuruk, Ia bangunkan. apa yang kuperlukan secara jasmani, yang sengaja tidak kupikirkan, Ia berikan untukku.. penyataan akan ketidakkudusanku sehingga aku menyadari dan semakin mengenal aku di hadapan-Nya, juga Ia rancangkan. Ia bukakan apa yang aku tanyakan, apa yang tidak kumengerti, apa yang tidak kuketahui tentang mana yang baik, yang benar, yang berkenan kepada-Nya.

Ia bahkan merancang waktu yang tepat untuk aku boleh mengalami semua ini.

Sungguh aku rindu untuk tidak lagi menduakan Engkau.
Betapa berbahagia orang yang terpuruk, karena Ia menghibur dengan melimpahnya...
Tiada yang bisa aku ucapkan, selain syukur...

dan sekarang aku sadar. walaupun ini adalah tema gerejaku, awal sebuah transformasi, namun Ia mengerjakannya secara pribadi kepadaku. aku secara pribadi mengalami apa yang Ia maksud mengenai awal sebuah transformasi..

kiranya... hidupku boleh semakin diubahkan.. kiranya aku bisa menyenangkan hati-Nya senantiasa... amin.

No comments: