Akhirnya menginjakkan kaki ke satu umur yang dimulai dengan 2..
Aku ingat dulu waktu kecil berpikir apa yang akan terjadi ya ketika aku berumur 20 tahun?? Karena pemikiran seorang anak kecil dulu adalah orang yang dah umur dengan kepala 2 dianggap dewasa... maka dari itu aku cukup tidak rela untuk sampai di umur ini.. ckckckck.. hahahaha...
Yah.. sungguh bersyukur untuk 19 tahun yang sudah terlewati.. Aku iseng sih itung harinya.. klo dikali 365 hari dapetnya kira2 6935 hari.. Terasa lebih tua tuh klo diselamatin berdasarkan hari.. hahahha...
Selamat 6936 hari!!! [Aneh.. hahahha...]
Tadi sejenak mengambil waktu untuk berdoa dan kembali merenungkan penyertaan Tuhan.. hoho... Membayangkan aku yang dulunya masih bayi n sekarang dah 20 tahun dh.. hm... semua itu hanya karena anugerah Tuhan...
Bersyukur klo aku bisa dapet tubuh normal, keluarga lengkap, bisa sekolah bahkan sekarang bisa kuliah.. terlebih lagi bisa mengenal Tuhan ^^
Sungguh sangat banyak anugerah yang telah Tuhan berikan padaku..
Di tengah pemikiran seorang anak akan umur kepala 2 yang dianggap dewasa, aku justru dapet Firman Tuhan tentang belajar dari seorang anak kecil yang bergantung pada Tuhan, yang begitu mudah dibentuk n juga rendah hati... Inilah yang menjadi doaku juga... kedewasaan kerohanian yang semakin seperti anak kecil yang bersikap seperti itu.. ^^
Kemudian aku juga bersyukur untuk teman2 yang memperhatikan dan mengucapkan selamat ulang tahun padaku.. baik by sms, phone juga FB... satu pertanyaan yang menggelitik.. aku berpikir dan bertanya.. Tuhan, bagaimana cara-Mu mengucapkan selamat ulang tahun padaku?? hahahhaa... aku menunggu2nya.. ^^
Yah.. 1 umur yang bertambah.. sebenarnya adalah hal biasa yang wajar2 saja.. hahaha.. tapi dianggap spesial oleh orang2 lain.. hmm... bukankah harusnya tiap ari juga spesial ya?? hahaha... mari kita liat apakah lebih spesial atau bagaimana.. hohoho.. :p
Berharap tidak menyia-nyiakan waktu dalam hidupku di umur yang ke 20 ini...
Thanks God.. ^^
Wednesday, February 24, 2010
Friday, February 19, 2010
Melayani dengan Kasih
Kali ini pengen membagikan lagi ringkasan dari renungan Firman Tuhan yang aku dapetin.. di Persekutuan Doa rabu kemaren [pembicara : GI. Okky] ^^
Lukas 10:38-42
10:38. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Perikop ini mungkin sudah sangat sering kita baca... tentang Maria dan Marta yang sibuk.. Apa makna dari kata "sibuk" atau "kesibukan" ketika kita mendengar kata tersebut?
Kesibukan di zaman sekuler ini sering kali dikaitkan dengan orang penting, very important person. Orang yang susah ditelepon, susah untuk diajak buat janji.. Besok ngga bisa, lusa ngga bisa.. begitu jarang bisanya.. Klo ditelepon langsung angkat, maka orang itu dianggap ga sibuk, ga punya kerjaan.. Maka dari itu banyak orang yang bangga dikatai/jadi orang sibuk..
Lalu bagaimana sibuk dalam gereja? Orang yang sibuk dalam gereja dianggap orang penting di gereja. Orang2 sibuk ini yang biasanya melayani di gereja. Orang2 yang setiap hari kita liat di gereja, ngurus ini, ngurus itu, maka itulah orang2 sibuk di gereja. Lalu.. yang menjadi pertanyaan.. apakah makna dari sibuk pelayanan itu berarti penting bagi Tuhan?
Waktu membaca ayat 38-39 kita bisa melihat sedang ada suasana yang baik. Marta menyiapkan makanan dan Maria menemani Yesus. Seperti ketika suatu ibadah/persekutuan, ada yang ngurusin konsumsi dan ada juga yang menemani pembicara. Namun kita menemukan ada yang salah yang terjadi di ayat 40 : "sedang Marta sibuk sekali melayani"
Dalam LAI digunakan kata sibuk melayani, mungkin kurang jelas, namun klo di NIV : "But Martha was distracted by all the preparations that had to be made.".
Kalo kita mencari arti kata distracted, maka kita bisa mengartikannya sbb : ditarik ke sana kemari sehingga fokus bercabang dan tidak lagi berfokus pada 1 hal.
Marta dibagian ini terlalu sibuk hingga tidak fokus lagi, kemudian berkata : "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Sedang jawaban Yesus di ayat 41 : "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, "
Kuatir adalah masalah dalam diri seseorang. Marta begitu kuatir hingga terlalu menyusahkan diri menyibukkan diri dengan banyak hal, terlalu fokus pada hal yang tidak usah dikerjakan.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pelayanan Marta. Tuhan tidak memanggil Marta untuk duduk diam seperti Maria. Namun pelayanan Marta salah karena tidak fokus pada Tuhan, alias udah sibuk sendiri. Sedangkan pelayanan Maria : berkonsentrasi mendengarkan Firman Tuhan. Maria fokus mendengarkan apa yang Tuhan inginkan. Sehingga ketika ia duduk di dekat kaki Tuhan, ia makin dekat dengan Tuhan. Dan inilah sikap yang Tuhan inginkan.
Ketika pelayanan kita tidak lagi terfokus pada Tuhan, maka itu pasti tertuju pada diri kita sendiri. Secara tidak sadar kitalah yang penting hingga menyebabkan kita kuatir.
Marta protes dengan Tuhan, yang sebenarnya sedang dia layani. Artinya? Artinya adalah aktivitas masak Marta lebih penting daripada Tuhan. Inilah yang terjadi pada pelayanan Marta. Ketika aktivitas pelayanan lebih penting dari pada Tuhan, maka kita minta Tuhan ikut agenda kita dan kita melayani Tuhan dengan cara kita. Inilah yang salah.
Untuk mempermudah kita mengerti akan hal itu ada 1 ilustrasti.. Ketika hari valentine.. seorang pria sudah mendekor dengan begitu indah untuk kekasih hatinya, bunga, cokelat, lilin, suasana romantis dan indah yang sudah diciptakan.. Namun.. untuk menunjukkan kasihnya, si pria membawa 1 kg jengkol... makanan yang sangat ia sukai... Walau si pria begitu suka jengkol, si wanita sangat tidak suka jengkol. Maka ia berkata pada si pria.. aku tidak suka jengkol.. mengapa engkau membawa jengkol untukku?
Si pria menjawab.. aku suka jengkol.. dan inilah tanda dan bukti cintaku yang tulus padamu..
Dan si pria terus memaksa si wanita menerima bukti cinta kasih dari si pria yaitu jengkol yang sangat tidak disukai si wanita.
Mengekspresikan kasih kita tidak bisa dengan memaksakan kehendak kita, seharusnya sesuai dengan yang Tuhan inginkan..
Maria berkata : "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Di sini Marta sudah menganggap dia lebih penting daripada Tuhan, dan ketika dia menganggap dia lebih penting dari Tuhan, maka di saat itu dia sedang melayani diri sendiri. Lalu bagaimanakah dengan kita?
Ada 2 ciri orang yang melayani seperti Marta :
1. Orang yang mudah menghakimi orang lain yang tidak sesibuk dia.
Mengapa Marta ketika ngeliat Maria duduk tenang, dia tidak berbicara empat mata saja sama Tuhan? yang ia lakukan adalah langsung berkata : "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Bukankah ini pernyataan yang sengaja ingin mempermalukan maria? Kok enak ya si Maria duduk-duduk di sana?
Kalau tidak waspada, kita bakal mudah menuntut dan menghakimi orang lain. Pembicara pernah merasakannya. Dan aku sendiri pun pernah jatuh dalam hal ini.. bahkan mungkin terlalu sering..
Yang terjadi adalah kita memberikan perasaan bersalah pada orang lain.. padahal mungkin saja ada hal yang memang tidak perlu dikerjain.. maka di titik ini kita memberikan perasaan bersalah yang salah pada orang lain..
2. Ketika pelayanan maka menjadi jenuh..
Makin sibuk melayani, tapi makin jauh dari Tuhan, makin tertatih-tatih dalam mengikut Tuhan...
Bukankah ini hal yang aneh karena Tuhan Yesus sendiri berkata di Matius 11:30 bahwa kuk yang Ia pasang adalah enak dan bebannya pun ringan..
Namun kenapa beban yang kita rasakan bukannya ringan melainkan berat?
Mungkin ini dikarenakan kita mengerjakan bukan apa yang Tuhan ingin kita kerjakan.
Kenapa jenuh? Karena kita tidak bertanya pada Tuhan apa yang harus kita lakukan, dan kita bekerja dengan cara kita sendiri.
Sibuk melayani tidak berarti penting bagi Tuhan. Kita perlu belajar seperti Maria yang duduk diam dan fokus pada Tuhan. Duduk dan bergumul dengan Tuhan apa yang harus kita kerjakan. Dan Tuhan akan berikan beban sesuai yang Ia kehendaki. Ketika kita mengerjakan passion tersebut, maka kita akan semangat dalam mengerjakannya..
Maka pertanyaannya.. Adakah kita berdoa sebelum kita melayani?
Banyak orang yang berkata ngga sempat berdoa.. Namun.. ada 1 penulis buku yang di dalam bukunya menegur dengan keras lewat kalimat yang kira2 berbunyi demikian : "kalau sampai untuk berdoa saja tidak sempat, maka tidak akan bisa sempat melakukan pelayanan/aktivitas tersebut"
Kalau untuk berdoa saja kita tidak sempat, bagaimana bisa kita sempat untuk mengerjakan pelayanan?
Sesungguhnya di dalam doa dan mengerti Firman Tuhan, pelayanan yang kita kerjakan bukan lagi untuk diri sendiri, namun untuk Tuhan, karena kita menggumulkan apa yang Tuhan kehendaki.. Maka hati-hati ketika kita memasang target.. dan setelah semua sudah selesai, baru minta Tuhan yang ikut agenda kita dan memberkati apa yang telah kita kerjakan.
Seharusnya yang kita lakukan adalah bertanya terlebih dulu apa yang harus dikerjakan.
Seperti di Markus 1:21-39.. Setelah sibuk pelayanan, pagi-pagi benar Yesus sudah berdoa. Kemudian selesai Yesus berdoa, Petrus dkk datang dan berkata banyak orang yang membutuhkan pertolongan sedang menunggu uluran tanganmu... Tapi apa yang Yesus jawab? Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
Begitu banyak orang yang butuh pertolongan tapi kenapa Yesus malah berkata pergi ke tempat lain? Jikalau Anda di sana sebagai Petrus atau murid yang lain, bagaimana perasaan Anda? Di tengah begitu banyak orang yang butuh pertolongan dari Yesus, dan sesungguhnya ketika mereka bisa menyentuh jubah Yesus juga mereka sudah bisa sembuh, namun mengapa Yesus malah berkata untuk pergi ke tempat lain?? Mengapa?
Ini karena Ia hanya melakukan apa yang Allah inginkan.
"MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa."
Tuhan Yesus melayani bukan berdasarkan target, tetapi berdasarkan kehendak Allah Bapa.
Lalu bagaimana kondisi pelayanan kita? Apakah seperti Marta?
Mari kita mengambil pelayanan yang betul-betul menjadi bagian kita, yang Tuhan tunjukkan pada kita.
Selamat bergumul dan selamat melayani ^^
Lukas 10:38-42
10:38. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Perikop ini mungkin sudah sangat sering kita baca... tentang Maria dan Marta yang sibuk.. Apa makna dari kata "sibuk" atau "kesibukan" ketika kita mendengar kata tersebut?
Kesibukan di zaman sekuler ini sering kali dikaitkan dengan orang penting, very important person. Orang yang susah ditelepon, susah untuk diajak buat janji.. Besok ngga bisa, lusa ngga bisa.. begitu jarang bisanya.. Klo ditelepon langsung angkat, maka orang itu dianggap ga sibuk, ga punya kerjaan.. Maka dari itu banyak orang yang bangga dikatai/jadi orang sibuk..
Lalu bagaimana sibuk dalam gereja? Orang yang sibuk dalam gereja dianggap orang penting di gereja. Orang2 sibuk ini yang biasanya melayani di gereja. Orang2 yang setiap hari kita liat di gereja, ngurus ini, ngurus itu, maka itulah orang2 sibuk di gereja. Lalu.. yang menjadi pertanyaan.. apakah makna dari sibuk pelayanan itu berarti penting bagi Tuhan?
Waktu membaca ayat 38-39 kita bisa melihat sedang ada suasana yang baik. Marta menyiapkan makanan dan Maria menemani Yesus. Seperti ketika suatu ibadah/persekutuan, ada yang ngurusin konsumsi dan ada juga yang menemani pembicara. Namun kita menemukan ada yang salah yang terjadi di ayat 40 : "sedang Marta sibuk sekali melayani"
Dalam LAI digunakan kata sibuk melayani, mungkin kurang jelas, namun klo di NIV : "But Martha was distracted by all the preparations that had to be made.".
Kalo kita mencari arti kata distracted, maka kita bisa mengartikannya sbb : ditarik ke sana kemari sehingga fokus bercabang dan tidak lagi berfokus pada 1 hal.
Marta dibagian ini terlalu sibuk hingga tidak fokus lagi, kemudian berkata : "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Sedang jawaban Yesus di ayat 41 : "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, "
Kuatir adalah masalah dalam diri seseorang. Marta begitu kuatir hingga terlalu menyusahkan diri menyibukkan diri dengan banyak hal, terlalu fokus pada hal yang tidak usah dikerjakan.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pelayanan Marta. Tuhan tidak memanggil Marta untuk duduk diam seperti Maria. Namun pelayanan Marta salah karena tidak fokus pada Tuhan, alias udah sibuk sendiri. Sedangkan pelayanan Maria : berkonsentrasi mendengarkan Firman Tuhan. Maria fokus mendengarkan apa yang Tuhan inginkan. Sehingga ketika ia duduk di dekat kaki Tuhan, ia makin dekat dengan Tuhan. Dan inilah sikap yang Tuhan inginkan.
Ketika pelayanan kita tidak lagi terfokus pada Tuhan, maka itu pasti tertuju pada diri kita sendiri. Secara tidak sadar kitalah yang penting hingga menyebabkan kita kuatir.
Marta protes dengan Tuhan, yang sebenarnya sedang dia layani. Artinya? Artinya adalah aktivitas masak Marta lebih penting daripada Tuhan. Inilah yang terjadi pada pelayanan Marta. Ketika aktivitas pelayanan lebih penting dari pada Tuhan, maka kita minta Tuhan ikut agenda kita dan kita melayani Tuhan dengan cara kita. Inilah yang salah.
Untuk mempermudah kita mengerti akan hal itu ada 1 ilustrasti.. Ketika hari valentine.. seorang pria sudah mendekor dengan begitu indah untuk kekasih hatinya, bunga, cokelat, lilin, suasana romantis dan indah yang sudah diciptakan.. Namun.. untuk menunjukkan kasihnya, si pria membawa 1 kg jengkol... makanan yang sangat ia sukai... Walau si pria begitu suka jengkol, si wanita sangat tidak suka jengkol. Maka ia berkata pada si pria.. aku tidak suka jengkol.. mengapa engkau membawa jengkol untukku?
Si pria menjawab.. aku suka jengkol.. dan inilah tanda dan bukti cintaku yang tulus padamu..
Dan si pria terus memaksa si wanita menerima bukti cinta kasih dari si pria yaitu jengkol yang sangat tidak disukai si wanita.
Mengekspresikan kasih kita tidak bisa dengan memaksakan kehendak kita, seharusnya sesuai dengan yang Tuhan inginkan..
Maria berkata : "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Di sini Marta sudah menganggap dia lebih penting daripada Tuhan, dan ketika dia menganggap dia lebih penting dari Tuhan, maka di saat itu dia sedang melayani diri sendiri. Lalu bagaimanakah dengan kita?
Ada 2 ciri orang yang melayani seperti Marta :
1. Orang yang mudah menghakimi orang lain yang tidak sesibuk dia.
Mengapa Marta ketika ngeliat Maria duduk tenang, dia tidak berbicara empat mata saja sama Tuhan? yang ia lakukan adalah langsung berkata : "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Bukankah ini pernyataan yang sengaja ingin mempermalukan maria? Kok enak ya si Maria duduk-duduk di sana?
Kalau tidak waspada, kita bakal mudah menuntut dan menghakimi orang lain. Pembicara pernah merasakannya. Dan aku sendiri pun pernah jatuh dalam hal ini.. bahkan mungkin terlalu sering..
Yang terjadi adalah kita memberikan perasaan bersalah pada orang lain.. padahal mungkin saja ada hal yang memang tidak perlu dikerjain.. maka di titik ini kita memberikan perasaan bersalah yang salah pada orang lain..
2. Ketika pelayanan maka menjadi jenuh..
Makin sibuk melayani, tapi makin jauh dari Tuhan, makin tertatih-tatih dalam mengikut Tuhan...
Bukankah ini hal yang aneh karena Tuhan Yesus sendiri berkata di Matius 11:30 bahwa kuk yang Ia pasang adalah enak dan bebannya pun ringan..
Namun kenapa beban yang kita rasakan bukannya ringan melainkan berat?
Mungkin ini dikarenakan kita mengerjakan bukan apa yang Tuhan ingin kita kerjakan.
Kenapa jenuh? Karena kita tidak bertanya pada Tuhan apa yang harus kita lakukan, dan kita bekerja dengan cara kita sendiri.
Sibuk melayani tidak berarti penting bagi Tuhan. Kita perlu belajar seperti Maria yang duduk diam dan fokus pada Tuhan. Duduk dan bergumul dengan Tuhan apa yang harus kita kerjakan. Dan Tuhan akan berikan beban sesuai yang Ia kehendaki. Ketika kita mengerjakan passion tersebut, maka kita akan semangat dalam mengerjakannya..
Maka pertanyaannya.. Adakah kita berdoa sebelum kita melayani?
Banyak orang yang berkata ngga sempat berdoa.. Namun.. ada 1 penulis buku yang di dalam bukunya menegur dengan keras lewat kalimat yang kira2 berbunyi demikian : "kalau sampai untuk berdoa saja tidak sempat, maka tidak akan bisa sempat melakukan pelayanan/aktivitas tersebut"
Kalau untuk berdoa saja kita tidak sempat, bagaimana bisa kita sempat untuk mengerjakan pelayanan?
Sesungguhnya di dalam doa dan mengerti Firman Tuhan, pelayanan yang kita kerjakan bukan lagi untuk diri sendiri, namun untuk Tuhan, karena kita menggumulkan apa yang Tuhan kehendaki.. Maka hati-hati ketika kita memasang target.. dan setelah semua sudah selesai, baru minta Tuhan yang ikut agenda kita dan memberkati apa yang telah kita kerjakan.
Seharusnya yang kita lakukan adalah bertanya terlebih dulu apa yang harus dikerjakan.
Seperti di Markus 1:21-39.. Setelah sibuk pelayanan, pagi-pagi benar Yesus sudah berdoa. Kemudian selesai Yesus berdoa, Petrus dkk datang dan berkata banyak orang yang membutuhkan pertolongan sedang menunggu uluran tanganmu... Tapi apa yang Yesus jawab? Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
Begitu banyak orang yang butuh pertolongan tapi kenapa Yesus malah berkata pergi ke tempat lain? Jikalau Anda di sana sebagai Petrus atau murid yang lain, bagaimana perasaan Anda? Di tengah begitu banyak orang yang butuh pertolongan dari Yesus, dan sesungguhnya ketika mereka bisa menyentuh jubah Yesus juga mereka sudah bisa sembuh, namun mengapa Yesus malah berkata untuk pergi ke tempat lain?? Mengapa?
Ini karena Ia hanya melakukan apa yang Allah inginkan.
"MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa."
Tuhan Yesus melayani bukan berdasarkan target, tetapi berdasarkan kehendak Allah Bapa.
Lalu bagaimana kondisi pelayanan kita? Apakah seperti Marta?
Mari kita mengambil pelayanan yang betul-betul menjadi bagian kita, yang Tuhan tunjukkan pada kita.
Selamat bergumul dan selamat melayani ^^
Wednesday, February 10, 2010
thinking part 2
Aku mengira postinganku sebelumnya tidak ada kelanjutannya.. Namun ternyata tidak bisa selesai hingga di sana saja... :p
Pagi ini dicelikkan kembali akan pemikiranku akan hari hari yang kulewati.. Seharusnya bukan sesuatu yang biasa saja.. Di dalamnya terdapat pemeliharaan dan penyertaan Tuhan.. di dalamnya terdapat perjuangan melakukan kehendakNya atau kehendakku.. di dalamnya terdapat perjuangan untuk menjalani hidup bersamaNya atau menjalani hidup untuk diri sendiri.. di dalamnya terdapat perjuangan melawan motivasi untuk Tuhan atau untuk diri..
Postingan kali ini bisa ada pun hanya karna anugerah Tuhan..
Selamat berjuang hari ini ^^
God bless... :D
Pagi ini dicelikkan kembali akan pemikiranku akan hari hari yang kulewati.. Seharusnya bukan sesuatu yang biasa saja.. Di dalamnya terdapat pemeliharaan dan penyertaan Tuhan.. di dalamnya terdapat perjuangan melakukan kehendakNya atau kehendakku.. di dalamnya terdapat perjuangan untuk menjalani hidup bersamaNya atau menjalani hidup untuk diri sendiri.. di dalamnya terdapat perjuangan melawan motivasi untuk Tuhan atau untuk diri..
Postingan kali ini bisa ada pun hanya karna anugerah Tuhan..
Selamat berjuang hari ini ^^
God bless... :D
Tuesday, February 9, 2010
thinking
Sudah lama tidak menulis karena kesibukan2 menghadapi Ujian Akhir Semester...
Akhirnya semester ini sudah berlalu... Awal menghadapi semester ini ditandai dengan stress, down.. Semester yang sungguh berat bagiku...
1 sisi tahu Tuhan pasti pimpin dan aku pasti akan melewati juga semester ini.. Tapi... di sisi lain.. ketakutan tetep ada.. kekhawatiran akan banyaknya proyek dan banyaknya dosen2 ga jelas yang menyebalkan tetep sulit untuk ilang...
Dan.. akhirnya sekarang terlewati juga semester ini... thanks God..
Hari ini menonton sidang oracle untuk yang ke-3x.. Yang ada di benakku adalah.. aku akan menghadapi semester 7.. aku akan menghadapi lagi stress dan mungkin down.. tapi aku juga tahu klo pasti akan melewati moment itu.. moment mengerjakan skripsi dan setelahnya disidang dan diwisuda.. pasti akan melewati semua moment itu...
Hm... ntah apa yang aku rasakan dan pikirkan.. aku juga bingung..
Apakah aku menikmati semester2 yang sudah berlalu?
Cukup sih.. cukup menikmati kesulitan dan kesenangan yang ada.. Di dalam menjalani tiap semester ketika kuliah, pasti ada kesulitan dan kesenangannya.. Tapi klo sekarang mo pikir2 agi.. sepertinya aku "cukup kurang berjalan lambat" dalam menjalaninya.. ntah kenapa semuanya berlalu begitu saja dengan begitu cepat... fiuh...
Tinggal 2 semester maka akan selesai.. Setelahnya? Aku juga bingung.. Ada hal yang mungkin sudah diatur untuk dilakukan.. Tapi ntah kenapa ketika memikirkan akan menjalaninya.. pemikiran di atas pun muncul lagi.. bahwa aku akan memasukinya dan akan menjalaninya.. di dalamnya akan ada kesulitan dan kesenangan.. tapi setelahnya akan terlewati...
Bosan ya menjalani seperti itu aja.. hahahhaa...
Ntah ini pemikiran seorang phleg atau apa aku juga tidak mengerti..
Tapi memang kerasa sih.. waktu begitu cepat berlalu dan ajal pun mendekat.. hmm...
Yang membuat aku selalu "feel guilty" ketika menjalani yang sudah berlalu dan yang akan datang adalah.. terlalu sering mulutku tertutup untuk memberitakan Injil.. terlalu sering aku bermalas-malasan dan tidak berjuang dengan sungguh2.. terlalu sering aku ingin suatu event yang sulit terlewati begitu saja dan akhirnya beban pun lepas... tapi di tengah ingin melakukan yang berbeda 180 derajat dari yang "terlalu sering" itu.. terlalu sering juga keinginan dagingku dalam comfort zone itu menang.. tapi yang dihasilkan "guilty" yang bertambah dan bertambah lagi...
Yah.. aku merasa ini pemikiran yang tidak baik.. tapi inilah yang terjadi...
Mungkin Anda dapat memberi comment? :)
Hm.. ketika ingin menutup postingan yang ga jelas ini... aku tetap teringat 1 ayat yang masih menggalaukan hatiku sih...
Akhirnya semester ini sudah berlalu... Awal menghadapi semester ini ditandai dengan stress, down.. Semester yang sungguh berat bagiku...
1 sisi tahu Tuhan pasti pimpin dan aku pasti akan melewati juga semester ini.. Tapi... di sisi lain.. ketakutan tetep ada.. kekhawatiran akan banyaknya proyek dan banyaknya dosen2 ga jelas yang menyebalkan tetep sulit untuk ilang...
Dan.. akhirnya sekarang terlewati juga semester ini... thanks God..
Hari ini menonton sidang oracle untuk yang ke-3x.. Yang ada di benakku adalah.. aku akan menghadapi semester 7.. aku akan menghadapi lagi stress dan mungkin down.. tapi aku juga tahu klo pasti akan melewati moment itu.. moment mengerjakan skripsi dan setelahnya disidang dan diwisuda.. pasti akan melewati semua moment itu...
Hm... ntah apa yang aku rasakan dan pikirkan.. aku juga bingung..
Apakah aku menikmati semester2 yang sudah berlalu?
Cukup sih.. cukup menikmati kesulitan dan kesenangan yang ada.. Di dalam menjalani tiap semester ketika kuliah, pasti ada kesulitan dan kesenangannya.. Tapi klo sekarang mo pikir2 agi.. sepertinya aku "cukup kurang berjalan lambat" dalam menjalaninya.. ntah kenapa semuanya berlalu begitu saja dengan begitu cepat... fiuh...
Tinggal 2 semester maka akan selesai.. Setelahnya? Aku juga bingung.. Ada hal yang mungkin sudah diatur untuk dilakukan.. Tapi ntah kenapa ketika memikirkan akan menjalaninya.. pemikiran di atas pun muncul lagi.. bahwa aku akan memasukinya dan akan menjalaninya.. di dalamnya akan ada kesulitan dan kesenangan.. tapi setelahnya akan terlewati...
Bosan ya menjalani seperti itu aja.. hahahhaa...
Ntah ini pemikiran seorang phleg atau apa aku juga tidak mengerti..
Tapi memang kerasa sih.. waktu begitu cepat berlalu dan ajal pun mendekat.. hmm...
Yang membuat aku selalu "feel guilty" ketika menjalani yang sudah berlalu dan yang akan datang adalah.. terlalu sering mulutku tertutup untuk memberitakan Injil.. terlalu sering aku bermalas-malasan dan tidak berjuang dengan sungguh2.. terlalu sering aku ingin suatu event yang sulit terlewati begitu saja dan akhirnya beban pun lepas... tapi di tengah ingin melakukan yang berbeda 180 derajat dari yang "terlalu sering" itu.. terlalu sering juga keinginan dagingku dalam comfort zone itu menang.. tapi yang dihasilkan "guilty" yang bertambah dan bertambah lagi...
Yah.. aku merasa ini pemikiran yang tidak baik.. tapi inilah yang terjadi...
Mungkin Anda dapat memberi comment? :)
Hm.. ketika ingin menutup postingan yang ga jelas ini... aku tetap teringat 1 ayat yang masih menggalaukan hatiku sih...
Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
Labels:
share
Monday, February 1, 2010
24 days before RK XI
Perjuangan selama 7 bulan untuk 4 hari menghentakkanku akan berharganya retreat yang akan aku ikuti bulan februari nanti..
Masih banyak yang harus para panitia dan pelayan kerjakan sebelum hari H. Dan yang perlu dilakukan oleh orang2 yang tau akan adanya retreat ini adalah berdoa.
Goliat2 tidak akan pernah lebih besar dari Allahku.
Jia you para panitia n pelayan! ^^
Allah terus bekerja dan menyertai hingga saat ini.
Masih banyak yang harus para panitia dan pelayan kerjakan sebelum hari H. Dan yang perlu dilakukan oleh orang2 yang tau akan adanya retreat ini adalah berdoa.
Goliat2 tidak akan pernah lebih besar dari Allahku.
Jia you para panitia n pelayan! ^^
Allah terus bekerja dan menyertai hingga saat ini.
Labels:
share
Subscribe to:
Comments (Atom)