Thursday, November 5, 2009

sudahkah kuberdoa untuk gerejaku?

Satu hal lagi yang didapatkan ketika mengikuti persekutuan doa di gereja tadi malam, perenungan akan gereja.

Saat ini banyak sekali pemimpin-pemimpin gereja yang tidak lagi memberitakan kebenaran, hanya memberitakan apa yang suka didengar oleh pendengar (berkat, berkat, dan berkat saja...)
Akhirnya, kekristenan tidak lagi menerima pengajaran yang utuh.

Banyak tempat ibadah yang dulunya adalah gereja, namun sekarang menjadi sesuatu yang lain, entah itu dijadikan tempat ibadah agama lain, ataukah itu menjadi suatu cafe/tempat makan, entah itu menjadi kasino, ataukah itu sudah menjadi tempat pelacuran...

Kenyamanan membuat Kekristenan perlahan menjadi mati. Dan penderitaan justru membuat Kekristenan menjalar. Di tengah kenyamanan yang dirasakan, akhirnya banyak gereja yang ditutup, karena tidak ada lagi jemaat yang beribadah.

Aku berpikir.. apa yang akan terjadi pada gereja dimana aku berasal? di tengah situasi yang nyaman, apa yang akan terjadi di gereja asalku itu?
Aku tertegur ketika aku merenungkan 1 pertanyaan.. sudah berapa lama aku tidak berdoa untuk gereja asalku itu...?

Mungkin hal yang sama pada gereja2 yang ditutup itu, bisa juga terjadi pada gerejaku.
Tidak ada gereja yang sempurna, karna itu aku perlu tetap berdoa untuk pemimpin-pemimpin gereja yang ada di gerejaku.
Perselisihan antar pengurus, ataukah perselisihan antar majelis, ataukah perselisihan antar hamba Tuhan, ataukah perselisihan lainnya.. sering terjadi di suatu gereja.
Ajaran yang tidak utuh, karena kemalasan hamba Tuhan dalam mendalami kebenaran yang seharusnya dia ajarkan, itu pun berpengaruh kepada proses mematikan gereja.
Akhirnya.. karena kebobrokan yang dilihat, aku yang mengetahui kebobrokan itu bukannya memperbaiki, malah meninggalkan gereja itu. Ini pun adalah salah satu cara mematikan gereja itu.

Jika mau gereja bertumbuh, ya mau tidak mau harus berdoa. Karena manusia mustahil bisa mempertahankan agar gereja tetap ada, hanya Allah yang bisa melakukannya, hanya Dia yang bisa mengubah hati pengurus, majelis, ataupun hamba Tuhan yang ada di dalam gereja.

Karena itu aku harus mulai berdoa lagi untuk gereja asalku itu.
Aku harus tetap menangisi gereja itu, jika tidak lagi kebenaran yang utuh yang diberitakan, ataupun jika terlalu banyak konflik yang terjadi di dalamnya.
Berdoa memohon pertolongan dari Allah.

Demikian juga yang perlu dilakukan untuk PMK di kampusku...

No comments: