Sunday, November 29, 2009

Mary did you know

1 lagu yang aku nikmatin hari ini.. Judulnya Mary did you know
Penulis lagu : Mark Lowry n Buddy Green

Liriknya bisa dilihat di sini

Waktu nyanyiin lagu ini, kalimat2 bagian akhir sungguh menyayat hati rasanya.. :p
Mary did you know that your baby boy is Lord of all creation?
Mary did you know that your baby boy will one day rule the nations?
Did you know that your baby boy is heaven's perfect Lamb?
This sleeping child you're holding is the great I am.

Siapa sih yang lahir ke dunia?
Pencipta alam semesta lho...
Waktu nyanyi bagian kalimat itu n'tah kenapa air mata keluar sendiri, merasa tidak tahan. Allah pencipta alam semesta mau tinggalin kemuliaan di sorga, datang ke dunia yang hina ini.. Untuk apa?
Untuk jadi "heaven's perfect Lamb"
Untuk jadi Anak Domba Allah. Untuk menjadi Anak Domba yang akan disembelih dan menjadi penebus manusia berdosa...

Sungguh tidak bisa terpikirkan alasan Allah mau datang ke dunia ini. tidak terpikirkan betapa besarnya kasih-Nya.

Satu yang menjadi apa yang paling aku syukuri.. ketika Tuhan rela mati bagiku.. juga bagimu. :)

Saturday, November 28, 2009

Aku ingin menjadi seperti ...?

Iseng bermain dengan social interview, ketika aku mendapatkan pertanyaan : jika aku bisa menjadi seorang yang superpower, aku mau seperti apa?
Secara spontan aku langsung teringat akan si Hiro di Heroes...
Pengen bisa jadi time traveler... Pengen bisa memperbaiki kesalahan di masa yang lalu.. Pengen bisa menghentikan waktu.. wih...
terlihat begitu menyenangkan.. :p
Namun ketika sekarang aku merenungkan sejenak... wah.. keinginan ini sungguh tidak sesuai dengan kehendak Tuhan... keinginan yang keliatan iseng namun cukup membuat aku berandai-andai..

Teringat lagi pertanyaan yang baru saja aku dapatkan di Persekutuan Sabtu tadi...
Aku ingin menjadi seperti apa?

Padahal baru tadi juga dibukain tentang menjadi murid Kristus.
Kayak gimana sih jadi murid?

Tadi pembicaranya memberikan 3 point tentang panggilan menjadi murid, yaitu panggilan untuk :
1. Bersekutu dengan Kristus
2. Menjadikan Kristus yang terutama
3. Hidup seperti Kristus

Aku ingin menjadi seperti apa/siapa?

Pertanyaan yang perlu direnungkan kembali... :)

In All Things Give Him Thanks

Ada satu lagu yang cukup aku nikmatin beberapa hari ini :
In All Things Give Him Thanks

And in all things, give Him thanks
And in all things, let your gratitude shine through
And in all things, give Him thanks
Cause He has given all things unto you

Tidak hanya ketika aku senang, maka aku seharusnya mengucap syukur
Tidak hanya ketika apa yang aku inginkan aku dapatkan, maka aku mengucap syukur

Ketika Tuhan berkata TIDAK, ketika yang terjadi tidak sesuai dengan kehendakku, ketika apa yang tidak baik yang aku inginkan tidak kudapatkan, seharusnya aku pun mengucap syukur

Mengucap syukur dalam segala hal, dalam segala keadaan, itulah yang Tuhan ingin aku lakukan.

In all things, i'll give Him thanks.

Monday, November 16, 2009

so why do i write this? don't know.. :p

[tulisan ga jelas... tidak baik untuk dibaca... :p]
[saran terbaik : tidak dibaca.. daripada pusing.. hahaha.. :p]

konflik pastinya akan terjadi jika ada satu hubungan.

jeleknya kondisi saat ini adalah, karena sudah terbiasa dengan dunia maya, maka tidak bisa menghadapi konflik.

beberapa minggu ini aku pun bingung mengapa begitu mudahnya aku akan menjadi sensitif..

sifat yang sangat aku tidak sukai!

akan hal-hal yang begitu kecil, dianggap begitu besar..

seperti anak kecil saja!

jikalau sifat seperti anak kecil ini harus timbul gara2 suatu hal yang sangat tidak pantas untuk menjadi penyebabnya, bukankah lebih baik tidak merisaukan ataupun tidak menanggapi hal yang tidak pantas itu?

bukankah dengan menghilangkan dan tidak memikirkan hal yang tidak pantas itu, sifat anak kecil itu akan menghilang?

lebih baik waktu untuk merisaukan hal kecil itu dipakai untuk tidur.. :p

menanggapi konflik dengan menghilangkan penyebab yang tidak pantas itu. salahkah? :p
apakah ini salah satu cara menghadapi konflik? atau menyerah pada konflik?
ga jelas... :p

tapi.. aku lebih suka akan cara ini.. :p
[phlegmatis kah? hahahah.. :p]

Thursday, November 5, 2009

sudahkah kuberdoa untuk gerejaku?

Satu hal lagi yang didapatkan ketika mengikuti persekutuan doa di gereja tadi malam, perenungan akan gereja.

Saat ini banyak sekali pemimpin-pemimpin gereja yang tidak lagi memberitakan kebenaran, hanya memberitakan apa yang suka didengar oleh pendengar (berkat, berkat, dan berkat saja...)
Akhirnya, kekristenan tidak lagi menerima pengajaran yang utuh.

Banyak tempat ibadah yang dulunya adalah gereja, namun sekarang menjadi sesuatu yang lain, entah itu dijadikan tempat ibadah agama lain, ataukah itu menjadi suatu cafe/tempat makan, entah itu menjadi kasino, ataukah itu sudah menjadi tempat pelacuran...

Kenyamanan membuat Kekristenan perlahan menjadi mati. Dan penderitaan justru membuat Kekristenan menjalar. Di tengah kenyamanan yang dirasakan, akhirnya banyak gereja yang ditutup, karena tidak ada lagi jemaat yang beribadah.

Aku berpikir.. apa yang akan terjadi pada gereja dimana aku berasal? di tengah situasi yang nyaman, apa yang akan terjadi di gereja asalku itu?
Aku tertegur ketika aku merenungkan 1 pertanyaan.. sudah berapa lama aku tidak berdoa untuk gereja asalku itu...?

Mungkin hal yang sama pada gereja2 yang ditutup itu, bisa juga terjadi pada gerejaku.
Tidak ada gereja yang sempurna, karna itu aku perlu tetap berdoa untuk pemimpin-pemimpin gereja yang ada di gerejaku.
Perselisihan antar pengurus, ataukah perselisihan antar majelis, ataukah perselisihan antar hamba Tuhan, ataukah perselisihan lainnya.. sering terjadi di suatu gereja.
Ajaran yang tidak utuh, karena kemalasan hamba Tuhan dalam mendalami kebenaran yang seharusnya dia ajarkan, itu pun berpengaruh kepada proses mematikan gereja.
Akhirnya.. karena kebobrokan yang dilihat, aku yang mengetahui kebobrokan itu bukannya memperbaiki, malah meninggalkan gereja itu. Ini pun adalah salah satu cara mematikan gereja itu.

Jika mau gereja bertumbuh, ya mau tidak mau harus berdoa. Karena manusia mustahil bisa mempertahankan agar gereja tetap ada, hanya Allah yang bisa melakukannya, hanya Dia yang bisa mengubah hati pengurus, majelis, ataupun hamba Tuhan yang ada di dalam gereja.

Karena itu aku harus mulai berdoa lagi untuk gereja asalku itu.
Aku harus tetap menangisi gereja itu, jika tidak lagi kebenaran yang utuh yang diberitakan, ataupun jika terlalu banyak konflik yang terjadi di dalamnya.
Berdoa memohon pertolongan dari Allah.

Demikian juga yang perlu dilakukan untuk PMK di kampusku...

Setia

Kemaren malam, di waktu persekutuan doa yang ada, sangat menikmati lirik dari 1 lagu, Setia, khususnya bait yang ke-2.

Isinya seperti ini :
Jangan takut 'kan kuasa iblis, ataupun serangan manusia
taatlah p'rintah Panglimamu, kehendakNya harus kau patuhlah.
Bagai dibakar dalam api, tiada takut ancaman raja,
m'reka sungguh gagah perkasa, sampai mati pun tetap setialah.

Setia, setia, nyatakanlah tekadmu,
setia, bekerja, setia bagi Rajamu,
setia, setia, jangan pandang manusia,
susah apapun, tetap sandarlah, Tuhan tahu setiamu.


Penulis lewat lagu ini berkata jangan takut pada kuasa iblis ataupun takut pada serangan manusia. Ketika merenungkan apa itu serangan manusia, itu bisa berbentuk pengacuhan, penghinaan, bahkan mungkin aniaya dari manusia karena mau setia pada Tuhan.

Jemaat awal mengalami yang namanya penganiayaan yang begitu besar-besaran, dan tidak hanya itu, bahkan juga mereka menerima penghinaan yang menyakitkan.
Para martir yang mau mempertahankan kesetiaan mereka telah menunjukkan teladan untuk mau menderita bagi Kristus.

Ketika aku merenungkan lagu ini, aku membandingkan pada apa yang menjadi beban bagiku untuk tetap setia melayani Dia, dan itu masih jauh dari apa yang pernah dirasakan para martir, dan terlebih lagi penderitaan yang pernah dirasakan Kristus sendiri.
Pengen belajar untuk tidak manja, tidak mundur hanya karena "derita kecil" yang dialami.

Tetap setia dengan tidak memandang manusia, tetapi memandang pada Sang Panglima, kepada Raja, yang juga Allah yang setia menjagaku.