Thursday, December 8, 2011

Umur manusia siapakah yang tahu...?

Umur manusia siapakah yang tahu...?

Dia adalah seorang anak yang begitu imut, begitu manisnya hingga saya yakin setiap yang melihatnya pasti akan tersenyum.
Dia seorang yang sangat kami sayangi...
Dia seorang yang taat, sangat baik, sangat ceria, dan ia seorang anak yang begitu tulus..

Masih teringat di benakku akan keramahannya menyapa gurunya di pagi hari, sering kali ketika jumlah murid yang datang belum mencapai 10 orang.

Rumahnya tidak dekat. Cukup jauh. Tetapi ia begitu rajin.

Memang nilainya tidak tinggi sekali, tetapi tidak juga rendah sekali, namun sikapnya merupakan satu penghiburan besar bagi guru-guru.

Dikatakan orang-orang, karena kelalaian orang tua, maka anak ini terlalaikan dan terlambat untuk diselamatkan.

Jikalau saya memposisikan diri sebagai orang tua dari anak itu, maka ntahlah bagaimana perasaan saya saat ini. Saya orang tua yang dikenal sibuk bekerja  di toko, sehingga sekarang saya harus kehilangan anak sulung saya karena kesibukan dan kelalaian saya.

Tidakkah lebih baik aku, orang lain ini, yang tidak bisa memperkirakan betapa besar penyesalan dari orang tua tersebut, untuk ikut berduka bersama mereka, daripada aku ikut mempersalahkan mereka..

Semakin mempersalahkan mereka, rasanya makin sakit hati ini...

Begitu dalam dan sakit ternyata rasa keterhilangan itu. Kukira aku sudah tahu bagaimana rasa kehilangan, namun ternyata aku harus terkejut dengan kesakitan yang makin dalam ketika pengalaman kehilangan harus kembali terjadi.

Rasa kehilangan ini tentu bisa terhapuskan jikalau aku tahu dengan pasti bahwa ia telah mengenal Allah yang kupercaya.. Namun.. aku tidak tahu dengan pasti hal itu.
Dia tidak pernah ke Gereja, tapi yang aku tahu dia telah bersekolah di sekolah kristen ini dari TK hingga kelas 5.. hampir 7 tahun...

Aku hanya bisa berharap bahwa ia telah mengenal Kristus.

Manusia begitu sementara. Tidak ada yang tahu kapan tiba waktunya untuk meninggalkan dunia yang fana ini.

Karena itu giatlah! Janganlah menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabarkan kabar sukacita yang telah engkau terima!

No comments: