Friday, September 30, 2011

Bercerita Melalui Musik


Wah..... Sudah lama tidak menulis.. Kangennya.. :p
*Intermezzoooo...*

Ada banyak hal yang ingin kutulis tapi karena tertunda terus akhirnya banyak yang terlupakan./sweat

Salah satu yang dinikmati hari ini dan ingin kubagikan hari ini adalah bercerita melalui musik.

Aku ini bukan seorang musician handal... Hanyalah seorang pecinta musik dan pengkhayal serta pencerita melalui musik, dengan dasar yang juga sebenarnya sangatttt dasar dan kemampuan bermusik yang terbatas. Namun... izinkanlah pecinta musik ini membagikan tentang apa yang dinikmatinya : bercerita melalui musik..

Karena aku ini tidak pernah sekolah/les musik (istilah lain : belajar secara otodidak), maka sebelumnya aku memainkan lagu hanya dengan feel : “Sepertinya enak deh kalau main musik masuk ke chord yang ini.”
Itulah yang kulakukan selama bertahun-tahun, hingga akhirnya... dalam sekitar satu tahun ini aku baru mulai menikmati bercerita melalui musik.

Ada cerita dalam lirik yang ditulis oleh penulis lagu oleh karena itu biasa yang pertama aku lakukan adalah memposisikan diri ke dalam apa yang diceritakan penulis. Setelah mampu meng-capture cerita dari penulis (walau tidak sempurna), kita akan menikmati indahnya lagu yang ditulis penulis itu dan saat itulah aku mulai mencari chord yang sesuai dengan lirik lagu tersebut.
Jikalau liriknya senang/berpengharapan, maka in my opinion, lirik tersebut seharusnya ditemani chord-chord mayor.

Why?

Karena di dalam pemahaman yang pernah kudapatkan, chord minor memberikan “nada-nada setengah”, maksudnya nada-nada # (sharp/kres) & b (flat/mol). Sehingga chord minor kalau mau disederhanakan dengan bahasa yang sederhana dan terbatas, lebih tepat untuk menceritakan kondisi sedih, kondisi putus asa, kondisi takut, dan kondisi-kondisi yang serupa. 
Namun bukan berarti dalam satu lagu bertema sukacita bakal tidak ada chord minor... Bukan itu maksudku. Chord minor harusnya tetap ada, karena gabungan-gabungan chord membuat musik/lagu semakin indah.
Oleh karena itu, jikalau lirik lagu tersebut bernada sukacita/berharap, lirik tersebut lebih tepat ditemani dengan chord mayor, atau mungkin bisa juga ditemani dengan chord “ON”. Misalkan, menggantikan Am dengan F/A.

Yah... Itulah sedikit yang bisa aku jelaskan tentang menyesuaikan chord dengan lirik yang ditulis oleh penulis dan pencipta lagu. Hal ini bagiku membuat lagu semakin hidup. Pemusik bisa menceritakan isi lagu tersebut lewat musik yang ia mainkan.

Di persekutuan pemuda hari ini aku menikmati satu alunan musik yang bercerita. Lagu ini aslinya menggunakan bahasa mandarin, dan kalau di-translate ke inggris menjadi : The Path of Grace.”
Lagu yang indah yang menceritakan bagaimana penulis menikmati melangkah di dalam anugerah sepanjang hidup yang penuh anugerah. 
Nada yang indah diikuti dengan lirik yang begitu indah akan semakin indah jika ditemani chord yang tepat.

In the end...
Bersyukur jikalau Tuhan memberikan talenta musik dan memberikan anugerah untuk bisa menikmati musik, menikmati Dia dalam musik, berkata-kata denganNya melalui lagu, dan juga bercerita tentang pengalaman kita dengan Dia melalui lagu.
Bersyukur juga untuk setiap penulis dan pencipta lagu, yang telah Tuhan anugerahkan.

And... Buat para musician...
Yuk! Bercerita melalui musik/lagu! :D  
/bye

1 comment:

Debby's Blog said...

wowwww.. uda lama aku jg ga buka2 blogna ida.. hehehehe

terus berkarya dlm bermusik da.. kdg mungkin talenta yg diberikan God ga hrs diwujudkan dr belajar les lalu menjadi pintar or mjd pemusik handal, tp justru krn "feel" dlm bermusik, bernyanyi, menulis itu membuat segala sesuatu menjadi lebih indah.. terlebih orang2 sekitar yg merasakan..

terus kembangin bakatmu yaaa da.. :d

btw gimana kabarmu da? hooo.. jd kangen jg dirimu di sm.. hahahaha

aku jg dah lama bgt ga nulis2 di blog.. msh merasa aneh, asing.. lbh enak nulis di notes.. hehehehe