Renungan ini dimulai dengan 1 cerita legenda akan awal mulanya peribahasa "Keledai tidak akan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya". Legenda itu adalah kisah seekor keledai, yang iri melihat kuda.. Kuda adalah sosok yang begitu gagah, ketika kuda berjalan, kuda tidak melihat ke bawah, namun lurus ke depan. Keledai yang iri dengan kuda kemudian mempraktekkan seperti kuda, ia mengangkat lehernya, memandang lurus ke depan, dan kemudian berjalan. Ketika ia berjalan, karena tidak melihat ke bawah, maka keledai ini jatuh ke lubang dan saat itu ia ditertawakan banyak orang sehingga membuat keledai begitu malu..
Nah.. mulai saat itulah keledai ini tidak lagi mau mengulangi kebodohannya, tidak mau lagi iri-irian dengan kuda, ia tidak lagi mau melihat ke atas, tetapi tetap melihat ke bawah.. karena tidak mau jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.
Cerita ini akan membantu kita dalam perenungan nantinya..
Mazmur 90:1-12 adalah isi doa dari Nabi Musa.
Allah adalah Allah yang berkuasa atas hidup manusia (ay 3-6). Hidup manusia digambarkan seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu. Jikalau saat ini kita memikirkan tahun-tahun yang telah terlewati, tahun ketika kita masih bayi (melihat dari album foto), tahun ketika kita mulai masuk sekolah TK, kemudian SD selama 6 tahun, lanjut SMP dan SMA masing-masing 3 tahun.. Total 13 tahun buat sekolah mpe SMA.. Waktu ngejalanin mungkin terasa lama, tapi ketika memikirkan dan mengingatnya, rasanya kita bisa menceritakannya dalam waktu yang singkat.. 1 jam mungkin? atau 2 jam? Waktu yang singkat yang tidak akan setimpal dengan waktu sebenarnya.. Seperti itulah memang hidup manusia.. Singkat dan begitu cepat.. Bahkan digambarkan bahwa di mata Allah, 1000 tahun seperti hari kemarin... Waktu berlalu dengan begitu cepat.
Saat ini berapakah umurmu? Aku pribadi sedang memasuki tahun ke-20 aku berada di dunia ini..
Lalu pertanyaan perenungannya.. bagaimana aku memandang waktu hidupku? Dan bagaimana aku mengisi hidupku, khususnya di tahun 2009 kemarin? Kerjaan, pikiran, perkataan apakah yang paling banyak aku kerjakan, pikirkan, dan katakan di tahun 2009 kemarin?
Menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengeluh lebih dari bersyukur? Menghabiskan waktu untuk lebih banyak bermain games2 Online hingga tidak ada waktu untuk bersaat teduh? Bekerja hingga menjadikan uang, posisi, ketenaran lebih penting dari Tuhan? Atau belajar hingga menjadikan nilai yang tinggi lebih memuaskan daripada waktu bersama Tuhan?
Apakah akan lebih bodoh dari keledai hingga lagi-lagi mengisi waktu hidup dengan hal-hal yang sia-sia? Bagaimana aku memandang waktu hidupku ini dan apa yang aku kerjakan?
Berlanjut pada ayat 7-11.. Di ayat ini pemazmur membicarakan akan dosa.. ia menyadari bahwa di waktu hidupnya, yang terlihat adalah dosa yang telah dilakukan, bukan kebaikanku, atau bukan kejayaanku, namun dosa-dosa yang telah dilakukan.
Pertanyaannya.. Dosa apa yang berkali-kali aku jatuh di dalamnya di tahun 2009 kemarin?
Kuasa melawan dosa digambarkan oleh pembicara lewat 1 perumpamaan. Kita memiliki kartu ATM yang berisikan uang yang begitu banyak yang tidak akan pernah bisa kita habiskan.. Tetapi kita memilih kelaparan daripada menggunakan kartu ATM itu.
Allah telah menolong kita untuk melawan dosa.. Namun alasan kita jatuh berulang kali adalah karena kebodohan kita yang tidak mau menggunakan pertolongan itu.. dan karena terlalu mencintai dosa itu..
Apakah aku lebih bodoh dari keledai, hingga jatuh berkali-kali di dosa yang sama?
Maukah menolak dosa itu ketika memang Tuhan telah memberikan kekuatan untuk menolak dosa?
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)
Ada 3 cara orang menghitung hari :
1. Dengan kerinduan yang bersifat positif. Contohnya : Seperti seorang yang begitu menunggu-nunggu waktu dimana ia akan bertemu dengan kekasih yang sangat dirindukannya, atau seperti anak sekolahan yang menunggu-nunggu waktu libur, atau seperti orang yang bekerja yang menunggu-nunggu waktu gajian.
2. Dengan kerinduan yang bersifat negatif. Contohnya : Seperti seorang Mahasiswa Teologi yang sedang praktek di 1 gereja yang sangat menekan dia.. maka ia menunggu-nunggu hari dimana ia akan lepas, yaitu ketika ia selesai dari waktu yang ditentukan.. atau seperti seorang murid yang menunggu hari dimana akan lepas dari waktu-waktu UAS.. atau seperti orang-orang yang sudah tua, orang-orang yang lagi sakit parah, yang begitu merindukan waktu dimana semua sakit itu akan berakhir.
Kedua cara ini sering dilakukan oleh kita semua.. Namun.. menghitung hari yang dimaksud di Mazmur 90:12 ini bukanlah menghitung hari yang seperti demikian.. Inilah cara ke3 dari menghitung hari. Menghitung hari yang dimaksud di ayat ini adalah menghitung hari yang berkaitan dengan makna hidup. Menghitung hari sedemikian hingga beroleh hati yang bijaksana.
Caranya?
Berdoa agar Tuhan memampukan kita mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak? Apa yang harus dipikirkan dan apa yang tidak? Apa yang harus dikatakan dan apa yang tidak? Karena kita terlalu bodoh, bahkan lebih dari keledai.. Berdoa agar kita menghitung hari-hari sedemikian, hingga kita bisa beroleh hati yang bijaksana.
Met menjalani 2010 ^^
2 comments:
renungan yang menjadi berkat.. Trims Da uda mau berbagi.. sering kali manusia itu lebih bebal dan bodoh dari seekor keledai hehe...
thx God klo postingan ini bisa jadi saluran berkat ^^
Post a Comment