Thou didst leave Thy throne and Thy kingly crown,Masuk Hatiku, O Yesus, 'Ku Ada Tempat Bagi-Mu.
When Thou camest to earth for me;
But in Bethlehem's home was there found no room
For Thy holy nativity.
O come to my heart, Lord Jesus,
There is room in my heart for Thee.
Demikian ending dari setiap bait lagu ini (terjemahan dari KPPK).
Seorang Kristen sejak kecil, aktif dalam pelayanan, dan aktif dalam pembinaan. Namun ketika pertanyaan "Adakah tempat bagi Yesus di hatimu?" dilontarkan, begitu sulit aku menjawab iya.
Hati ini penuh dengan aku.
Masa depanku.
Masa laluku.
Pekerjaanku.
Pelayananku.
Kecemasanku.
Kesibukanku.
Relasiku.
Kebahagiaanku.
Kesedihanku.
Kepuasanku.
Dan aku aku yang lain.
Hati seperti ini, apakah benar ada tempat bagi-Nya?
Maka aku bersyukur atas kesempatan yang Tuhan berikan untuk 'ku kembali mengoreksi hatiku. Membuang sampah kotor yang tidak berguna itu.
Betapa aku berharap, untuk tidak lagi gagal fokus.
Tidak fokus pada kefanaan dunia ini, tetapi pada kekekalan itu.
Tidak terus-menerus mencari hal yang memuliakan diri yang begitu bobrok ini,
tetapi Kristus yang mulia itu yang boleh terpancar di dalam pribadi yang telah Ia menangkan dan selamatkan.
Hidup tidak untuk aku, tetapi Hidup untuk Kristus.
#SebuahPerenunganAgarPribadiIniTetapFokus