Saturday, April 30, 2011

Kelompok Kecilku - Bab 6 KTK - Mari Bertumbuh Bersama :)

Efesus 4:1-16

Surat Efesus ditulis oleh Rasul Paulus kepada orang-orang kudus di Efesus. Di bagian awal surat ini, dapat kita lihat bahwa Paulus memberikan beberapa doktrin mengenai keselamatan, dan pada bagian pasal 4 ayat yang pertama ini, Paulus mulai bertolak kepada aplikasi-aplikasi dari apa yang telah dia jelaskan sebelumnya.

Oleh karena itu di 4:1 ini Paulus memberikan nasihat kepada orang-orang kudus di Efesus ini untuk hidup berpadanan dengan panggilan, yaitu ketika mereka ini telah diselamatkan. Caranya adalah :
- Rendah hati
- Lemah lembut
- Sabar
- dan menunjukkan kasih kepada sesama dalam hal saling membantu.

Seorang kristen harus belajar untuk rendah hati, lemah lembut, sabar dan saling membantu dengan sesama di dalam kasih. Tiadalah gunanya kalau ia kelihatan begitu rohani, namun ia penuh dengan kesombongan, kekasaran, kemarahan, dan ketidakpedulian.

Melanjutkan nasihat Paulus... Cara berikutnya adalah dengan berusaha memelihara kesatuan Roh. Sungguh sangat bersyukur jikalau kita ini bukanlah orang-orang yang perlu menciptakan atau membentuk kesatuan. Kesatuan itu sudah dianugerahkan, dan tugas kita adalah memelihara kesatuan itu. Dengan demikian, ketika kita berdoa, marilah berdoa bukan agar Tuhan memberikan kesatuan, namun agar Tuhan mampukan kita memelihara kesatuan itu.

Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

Kita satu, namun kita telah dianugerahkan karunia yang berbeda-beda. Namun, tetap saja, sumbernya sama, yaitu Kristus. Oleh karena itu, mari belajar untuk tidak iri hati dan jangan tinggi hati.
Jangan sombong jikalau punya kemampuan lebih, tapi sadarilah tanggung jawab ketika dianugerahkan lebih.
Jangan iri pada orang lain yang memiliki kemampuan lebih, tapi bersyukurlah karena Allah boleh pakai orang itu untuk mengerjakan kehendak-Nya. Dan belajarlah untuk melihat bahwa orang tersebut adalah karya daripada Allah sendiri, sehingga marilah memuliakan Dia ketika kita melihat orang-orang yang Tuhan anugerahkan kemampuan yang lebih.

Mengapa karunia itu harus berbeda-beda? Dan mengapa karunia itu perlu digunakan?
Lihatlah jawabannya di ayat 12-13.
"untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus"

Pelayan-pelayan Tuhan berikan agar kita semua (baik pelayan maupun yang dilayani) bisa semakin bertumbuh, dan tujuan akhir pertumbuhan itu adalah sesuai dengan kepenuhan Kristus, atau istilah sederhananya : serupa dengan Kristus.

Kita dipanggil untuk melayani agar kita dan orang-orang yang kita layani boleh sama-sama bertumbuh, sama-sama belajar untuk semakin dewasa, dan semakin serupa dengan Kristus. Pertumbuhan janganlah dinikmati seorang diri, namun pertumbuhan ini marilah kita jalani bersama-sama, dengan tidak saling menuntut, tapi saling membantu.
Dan hati-hatilah... Jangan sampai salah arah dan tujuan. Tujuan yang jelas telah diberikan, maka janganlah lari daripada tujuan ini.

Jangan lupa juga bersyukur. Bersyukur untuk orang-orang yang Tuhan berikan untuk melayani kita. Mereka yang Tuhan berikan untuk menyampaikan Firman, mereka yang Tuhan berikan untuk memimpin ibadah, mereka yang Tuhan berikan untuk memberikan sambutan hangat, mereka yang Tuhan berikan untuk mengoperasikan multimedia, mereka yang Tuhan berikan untuk mengerjakan pelayanan-pelayanan ini...
Bersyukurlah karena Tuhan berikan orang-orang ini, sehingga kita pun bisa semakin bertumbuh.

Kalau dibalik... Tuhan ingin kita bertumbuh makin serupa dengan Kristus, oleh karena itu Dia berikan orang-orang untuk melayani kita dan menolong kita untuk bertumbuh.
Sudah terlihatkah perbedaannya? :p
Tuhan yang berinisiatif. Tuhan yang sudah merencanakan semua ini. Tuhan yang telah memilih orang-orang yang Dia ingin pakai. Tuhan yang telah memberikan karunia sehingga orang-orang itu bisa melayani kita.
Kurang baik apa kah Tuhan kita? ;)

Marilah bersama kita bertumbuh..
Ketika menuliskan semua ini, aku sangat sangat sangat menyadari... bahwa aku juga belum seperti apa yang seharusnya..
Namun, sekali lagi.. Marilah bersama kita bertumbuh. ^^

Monday, April 18, 2011

tick... tock...

Waktu terus berjalan dan waktu terasa semakin sedikit ketika event terakhir yang dapat kuikuti selama menjadi pengurus di PO Binus telah terlewati kemarin...
Berbagai macam perasaan bercampur dalam waktu yang tersisa ini. Ada perasaan sedih, kehilangan, takut, gentar, juga kecewa..
Waktu 4 tahun berlalu dengan begitu cepat, benar-benar tidak terasa.. Sudah ada banyak perubahan yang aku alami, dan perubahan-perubahan ini benar-benar membuatku takut..

Ada orang-orang yang berharga yang Tuhan tempatkan dalam hidupku selama 4 tahun ini, namun aku harus mengalami perpisahan. Pernah aku pun bertanya pada Tuhan.. mengapa aku harus bertemu dengan mereka, jikalau pada akhirnya aku harus berpisah dengan semua yang berharga ini.. Namun di sinilah aku belajar mengerti.. Mereka ditempatkan untuk membentukku.. Mereka ditempatkan juga untuk mengajarkanku bahwa aku tidak boleh menjadikan mereka berhala.. Aku tidak boleh menjadikan mereka lebih utama daripada Kristus..

Tantangan ke depan bukan sesuatu yang mudah, begitu sulit rasanya, dan begitu berat.. Bukan karena kesibukan atau tekanan, namun karena ketakutan-ketakutanku yang membuat tantangan ini semakin berat.
Ada banyak harapan, perencanaan yang ingin kukerjakan, yang berlawanan dengan apa yang harus aku kerjakan ke depan. Berat.. namun tetap belajar untuk menjadikan kehendak Tuhan lebih utama daripada kehendak diri.

Susah sekali menjadi murid Kristus...
Di tengah dunia, lingkungan sekitar, bahkan orang-orang terdekat yang melihat kesuksesan dari fisik, aku sangat takut ketika harus bertahan melawannya..
Ada perasaan gentar dan takut mengecewakan keinginan orang-orang terdekat..
Namun inilah tantangan untuk seorang murid...
Bukan mementingkan kehendak diri ataupun kehendak orang-orang terdekat, namun kehendak Tuhan..

Waktu 4 tahun ini terasa cepat berlalu, dan waktu-waktu ke depan juga akan terasa semakin cepat berlalu...
Perasaan gentar dan takut mungkin ada, namun ada pengharapan ketika pandangan ini tidak pada tahun-tahun ke depan ketika aku di dunia.. namun pengharapan ada pada waktu yang kekal, yang tidak terbatas itu..
Ada satu sukacita.. karena walaupun sulit, namun waktu untuk kesulitan itu benar-benar hanya sebentar saja.. biarlah aku terus bertahan dengan tetap berharap pada waktu yang kekal itu...

There is a place, high in my mind,
where lofty thoughts, ideals fly high.
But in that place, Lord You must reign,
and I must cease to think I’m wise.

There is a place, locked in my will,
where I would move as I would choose.
But in that place, Lord You must reign,
and I must loose my will for Thine.

There is a place hid in my heart,
where secret dreams and hope I guard.
But in that place, Lord You must reign,
and I must lay them down to die.

There was a place, cold burial ground,
where all my sins and grieves were bound.
But from that place Lord You were raised,
now I in You through death shall reign.

There’ll be a place, O glorious day,
where pain and death be done away,
and in that place Lord You must reign,
and we shall sing Thee ceaseless praise.

Sunday, April 17, 2011

unity

2 hari ini Tuhan mengajarkan aku banyak hal. Namun ada 1 hal yang berkesan dan yang sangat kunikmati. Tema yang sama dalam 2 hari ini, yaitu tentang kesatuan.

Kemarin diajak untuk belajar 1 lagu ketika seminar tentang ibadah, yaitu "Let Us Be One Voice" (link : http://www.youtube.com/watch?v=qstoTP_dZ8E atau http://www.youtube.com/watch?v=PrQlBuV0WkU)

Let us be one voice that glorifies Your name
Let us be one voice declaring that You reign
Let us be one voice in love and harmony
And we pray O God, grant us unity

Dalam lagu ini ada doa agar Tuhan boleh menyatukan kami, untuk memuliakan Allah dan menyatakan kerajaanNya. Lagu yang indah..

Persekutuan bukan terdiri dari 1 orang, tapi lebih dari 1 orang, dengan begitu banyak perbedaan, baik karakter, cara berpikir, dsb. Sangat sulit untuk punya kesatuan di tengah segala perbedaan yang dimiliki, dan inilah yang menjadi doa, yaitu berikanlah kesatuan di antara kami ya, Tuhan.

Hari ini kembali menikmati satu alur ibadah yang ditutup dengan 1 lagu, yaitu "Satukan dan Perlengkapi Kami".

Satukan kami dan perlengkapi membangun k'rajaanMu
Agar tak goyah s'gala perjuangan meski badai k'ras mend'ru
Satukan kami dan perlengkapi hidup melayaniMu
Berp'rang, berjuang, dengan hati teguh
Hidup demi kasihMu, Kristus

Menikmati ketika lagu ini pun menjadi doa bersama, yaitu satukanlah kami ya Tuhan dalam mengerjakan pelayanan-pelayanan yang Kau percayakan.

Tema yang begitu indah, yang perlu bersama kita pikirkan dan doakan. Kiranya kita bukan "mengharapkan/mengusahakan" perpecahan, namun kesatuan. Walau berbeda, namun belajar bersabar menolong yang lemah, belajar menerima perbedaan satu sama lain, dan sama-sama belajar untuk saling mengasah karakter satu sama lain, dan sama-sama menikmati pembentukan Tuhan untuk kita secara pribadi melalui keberadaan orang lain.

And we pray O God, grant us unity

Wednesday, April 13, 2011

God have blessed us

Ada saat-saatnya aku ingin keluar dari tempat ini. Seperti yang sering kuucapkan ke orang lain, "makin kamu terjun ke dalamnya, makin kamu menemukan kejelekan-kejelekan di dalamnya".
Perkataan ini pastinya sudah kurasakan dan sedang kurasakan dan masih akan kurasakan.

Namun... di saat seperti itu, Tuhan membuatku lagi-lagi semakin terkagum-kagum padaNya.. Semakin aku terjun ke dalamnya, semakin aku melihat dan menemukan kejelekan-kejelekannya, dan semakin juga aku melihat betapa Tuhan sudah menyertai hingga saat ini..

Orang-orang ini bukan orang sakti, namun orang-orang yang penuh dengan kelemahan dan keterbatasan.
Orang-orang ini memiliki banyak perbedaan satu sama lain.
Orang-orang di dalamnya harus mau mengikis karakter yang sudah ia punya bertahun-tahun, jika mau tetap menikmati ada di tempat ini.
Orang-orang ini tidak dibayar, namun orang-orang ini tetap saja mau terjun semakin dalam...

Bukankah itu buktinya "God have blessed us"?

Semakin terjun ke dalamnya, aku pun semakin menikmati : "bersyukur karena kasihNya, Tuhan pertemukan dan satukan kita"

Karena Tuhan lah, maka orang-orang ini bisa bertahan, bisa menikmati pembentukan-pembentukan di dalamnya, dan juga bisa menikmati bertemu dengan orang-orang yang berbeda dengannya.

Terima kasih, Tuhan untuk berkat dan penyertaanMu hingga saat ini.

Wednesday, April 6, 2011

grace and love

Ada 3 lagu yang sedang kunikmati. Dan ternyata ketiganya berbicara tentang anugerah dan kasih Allah. Berikut ini ketiga lagu tersebut. Selamat menikmati.. :)

How Deep The Father's Love For Us


Your Grace Still Amazes Me


Great Is Your Faithfulness

Sunday, April 3, 2011

murid [completed]

ternyata pemahamanku tentang murid tidak boleh sampai di sana saja.. karna buktinya hari ini Dia menjawab pertanyaanku.
simple.. ayat yang sudah sering juga kubaca.. ayat yang begitu romantis rasanya.. namun ternyata jawaban ada di dalamnya..

"Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku." ~ 1 Korintus 13:3

Jika seorang tidak memiliki kasih, tidak ada gunanya dia menyangkal diri dan (seolah-olah) memikul salib.
Tak ada artinya jerih lelahmu kalau tidak ada kasih di dalamnya.

Seorang murid Kristus yang sejati menyangkal dirinya, memikul salib, dan mengikut Tuhan, karena ia mengasihi Tuhan.

Apakah engkau murid Kristus yang sejati?

Friday, April 1, 2011

murid

"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku." Lukas 14:26

Setelah direnungkan kembali, biasanya ayat di atas seringnya diliat penekanan di depan saja.. padahal ada kata bahkan di bagian belakangnya..
Dan kalau dibalik, maka bisa menjadi seperti ini :

Seseorang tidak dapat menjadi murid Kristus jika tidak membenci bahkan nyawanya sendiri.

Renungkan dan evaluasilah. Apakah engkau murid Kristus yang sejati?