Surat Efesus ditulis oleh Rasul Paulus kepada orang-orang kudus di Efesus. Di bagian awal surat ini, dapat kita lihat bahwa Paulus memberikan beberapa doktrin mengenai keselamatan, dan pada bagian pasal 4 ayat yang pertama ini, Paulus mulai bertolak kepada aplikasi-aplikasi dari apa yang telah dia jelaskan sebelumnya.
Oleh karena itu di 4:1 ini Paulus memberikan nasihat kepada orang-orang kudus di Efesus ini untuk hidup berpadanan dengan panggilan, yaitu ketika mereka ini telah diselamatkan. Caranya adalah :
- Rendah hati
- Lemah lembut
- Sabar
- dan menunjukkan kasih kepada sesama dalam hal saling membantu.
Seorang kristen harus belajar untuk rendah hati, lemah lembut, sabar dan saling membantu dengan sesama di dalam kasih. Tiadalah gunanya kalau ia kelihatan begitu rohani, namun ia penuh dengan kesombongan, kekasaran, kemarahan, dan ketidakpedulian.
Melanjutkan nasihat Paulus... Cara berikutnya adalah dengan berusaha memelihara kesatuan Roh. Sungguh sangat bersyukur jikalau kita ini bukanlah orang-orang yang perlu menciptakan atau membentuk kesatuan. Kesatuan itu sudah dianugerahkan, dan tugas kita adalah memelihara kesatuan itu. Dengan demikian, ketika kita berdoa, marilah berdoa bukan agar Tuhan memberikan kesatuan, namun agar Tuhan mampukan kita memelihara kesatuan itu.
Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
Kita satu, namun kita telah dianugerahkan karunia yang berbeda-beda. Namun, tetap saja, sumbernya sama, yaitu Kristus. Oleh karena itu, mari belajar untuk tidak iri hati dan jangan tinggi hati.
Jangan sombong jikalau punya kemampuan lebih, tapi sadarilah tanggung jawab ketika dianugerahkan lebih.
Jangan iri pada orang lain yang memiliki kemampuan lebih, tapi bersyukurlah karena Allah boleh pakai orang itu untuk mengerjakan kehendak-Nya. Dan belajarlah untuk melihat bahwa orang tersebut adalah karya daripada Allah sendiri, sehingga marilah memuliakan Dia ketika kita melihat orang-orang yang Tuhan anugerahkan kemampuan yang lebih.
Mengapa karunia itu harus berbeda-beda? Dan mengapa karunia itu perlu digunakan?
Lihatlah jawabannya di ayat 12-13.
"untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus"
Pelayan-pelayan Tuhan berikan agar kita semua (baik pelayan maupun yang dilayani) bisa semakin bertumbuh, dan tujuan akhir pertumbuhan itu adalah sesuai dengan kepenuhan Kristus, atau istilah sederhananya : serupa dengan Kristus.
Kita dipanggil untuk melayani agar kita dan orang-orang yang kita layani boleh sama-sama bertumbuh, sama-sama belajar untuk semakin dewasa, dan semakin serupa dengan Kristus. Pertumbuhan janganlah dinikmati seorang diri, namun pertumbuhan ini marilah kita jalani bersama-sama, dengan tidak saling menuntut, tapi saling membantu.
Dan hati-hatilah... Jangan sampai salah arah dan tujuan. Tujuan yang jelas telah diberikan, maka janganlah lari daripada tujuan ini.
Jangan lupa juga bersyukur. Bersyukur untuk orang-orang yang Tuhan berikan untuk melayani kita. Mereka yang Tuhan berikan untuk menyampaikan Firman, mereka yang Tuhan berikan untuk memimpin ibadah, mereka yang Tuhan berikan untuk memberikan sambutan hangat, mereka yang Tuhan berikan untuk mengoperasikan multimedia, mereka yang Tuhan berikan untuk mengerjakan pelayanan-pelayanan ini...
Bersyukurlah karena Tuhan berikan orang-orang ini, sehingga kita pun bisa semakin bertumbuh.
Kalau dibalik... Tuhan ingin kita bertumbuh makin serupa dengan Kristus, oleh karena itu Dia berikan orang-orang untuk melayani kita dan menolong kita untuk bertumbuh.
Sudah terlihatkah perbedaannya? :p
Tuhan yang berinisiatif. Tuhan yang sudah merencanakan semua ini. Tuhan yang telah memilih orang-orang yang Dia ingin pakai. Tuhan yang telah memberikan karunia sehingga orang-orang itu bisa melayani kita.
Kurang baik apa kah Tuhan kita? ;)
Marilah bersama kita bertumbuh..
Ketika menuliskan semua ini, aku sangat sangat sangat menyadari... bahwa aku juga belum seperti apa yang seharusnya..
Namun, sekali lagi.. Marilah bersama kita bertumbuh. ^^
