Saturday, November 20, 2010

nikmat hari ini

Hari ini tema PO Sabtu adalah REFRESH. Sebenarnya awalnya mau ngomongin tentang Saat Teduh. Tapi yang didapat lebih dari itu.
Ada banyak hal yang dibagikan oleh pembicara dan ingin kutuliskan dalam postingan kali ini.. tapi karena terlalu banyak, ada 2 hal penting yang sangat aku nikmatin yang mau aku tuliskan di postingan ini.. hehhee..

Tujuan penulisan :
untuk bisa jadi berkat bagi orang lain dan juga untuk terus mengingatkanku. :)

yang pertama tentang saat teduh.
banyak yang bersaat teduh dengan berasa beban. Maksudnya begini.. Bangun pagi, lalu mikir 'harus' saat teduh, rasanya bosen, malas. Karena yang ditekanin adalah 'keharusan bersaat teduh'. Pembicara mengajak untuk melihat dari sudut pandang lain... Bayangkan tentang kita yang berpacaran jarak jauh dengan pacar kita. Ketika tiba waktu janjian untuk chatting misalkan, kita sangat menunggu-nunggu itu. Nah.. begitu juga seharusnya hubungan kita dengan Tuhan..
Kita sering berkata : "aku mengasihi Engkau, Yesus.. aku mencintai Engkau".. tapi.. apakah ada perasaan dan kerinduan seperti itu? Kerinduan untuk mengenal Dia lebih dalam. BUKAN MENCARI BERKAT.
Maksudnya adalah seperti ini.. Dalam saat teduh, kita bukannya mencari apa yang kita inginkan.. misal.. aku lagi sedih, pengennya saat teduh yang ngomongnya nguatin.. waktu tidak mendapatkan, lalu kita merasa saat teduh juga ga dapet apa-apa..
Atau ketika berdoa juga demikian.. Cuman datang ketika ada masalah. Yang dicari cuman berkat dari-Nya.
Atau.. hal lain tentang Firman.. Mungkin ketika saat teduh yang kita inginkan hanyalah pengetahuan semakin dalam tentang ayat itu. Dan tidak mencari Allah itu sendiri, tidak ingin mengenal Allah ketika bersaat teduh.
Seharusnya ketika bersaat teduh, jika kita punya kerinduan seperti ilustrasi pacaran jarak jauh itu, kita tidak punya beban ketika mau bersaat teduh. Tapi menunggu-nunggu agar kita boleh semakin melihat kemuliaan Tuhan, sehingga kita bisa memuliakan Allah.

Kita bersaat teduh bukan untuk saat teduh. Tapi untuk menemukan Allah dan kemuliaanNya dan memuliakan Dia.

Ya.. itu mengenai saat teduh. Kemudian aku juga mendapatkan kesempatan untuk bertanya tentang doa. Memang aku bertanya-tanya.. sebenarnya bagaimanakah doa yang benar itu.

Misal begini. Orang tuaku belum percaya, jadi aku mendoakan mereka. Ketika kita mendoakan seringnya agar Tuhan akhirnya tergerak dan menggerakkan hati mereka sehingga percaya. Tetapi sesungguhnya, Allah sudah memilih anak-anak-Nya. Yah.. ini adalah masalah predestinasi. kalau begitu mengapa kita perlu berdoa bagi mereka?
Yang seharusnya diubah adalah alasan kita berdoa. Kita tahu Tuhan yang memilih orang-orang percaya. Dan kita tahu Ia punya waktu-Nya sendiri. Dan yang kita perlu cari adalah kehendak-Nya. Apakah Ia menghendaki orang tua kita percaya atau tidak.
Mungkin rasanya kejam ketika kita bilang : ya kalau Tuhan tidak memilih mereka, mereka tidak akan percaya. Tapi itulah yang seharusnya kita cari. Jikalau akhirnya orang tua kita percaya, itu artinya kehendak Allah adalah memilih orang tua kita untuk percaya pada-Nya. Jadi kita berdoa bukan agar Tuhan mengubah rencana-Nya, atau agar Tuhan digerakkan hati untuk mengubah hati orang tua kita.. tetapi agar kita yang justru mencari kehendak-Nya.

Hal lain adalah ketika mengalami masalah. Sesungguhnya aku sering bingung ketika mendoakan hal ini... Sering kita meminta agar didoakan bisa diberi kekuatan agar bisa menjalani masalah ini.. Padahal.. ya Tuhan pasti beri kekuatan, Tuhan pasti memimpin.. Lalu apakah yang perlu didoakan?? Yang perlu didoakan adalah agar kita bisa peka akan maksud Tuhan, agar kita bisa peka akan penyertaan Tuhan. Itu yang perlu didoakan.

Hal lain lagi.. *ngebet sekali.. :p*
Banyak yang berkata doa itu berkuasa mengubahkan. Jelas-jelas itu salah... Karena Allah yang mengubahkan.. bukan kita.. Misal.. Saat itu aku sedang dalam keadaan kering, lalu minta didoakan agar bisa menikmati lagi HPDT (Hubungan Pribadi Dengan Tuhan). Lalu.. besoknya aku bisa bangkit lagi dari keadaan kering itu. Bukan berarti karena orang lain itu mendoakan aku, maka aku bisa bangkit. Itu salah. Tetapi yang benar adalah Tuhan lah yang menjamah aku untuk mau bangkit lagi. Dan Tuhan melakukannya bukan karena digerakkan oleh orang lain yang mendoakan aku.. Tetapi memang Tuhan berkehendak melakukannya.

Hm... pastinya banyak yang membingungkan akan tema doa ini.. :p
Tapi.. aku juga masih belajar dan terus belajar.. sebenarnya bagaimana doa yang benar itu..
Lagi-lagi satu yang perlu kita syukuri.. Walau kita doanya sering 'aneh-aneh', tapi Tuhan mau aja mendengar.. betapa sabarnya Ia...

Quote terakhir yang berkesan...

Tuhan memberikan kita beban yang enak dan mudah. Janganlah kita menambah-nambah beban sendiri.

Thursday, November 4, 2010

datanglah kerajaan-Mu

manusia pasti akan kacau, kalau tidak ada raja. Di hakim-hakim berkali-kali dituliskan : "Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri."

banyak yang berpikir...
kalau tidak ada Tuhan yang mengatur hidupku, aku pasti bisa hidup enak. tidak ada kekangan, tidak ada aturan, boleh melakukan apa saja untuk diriku.

namun.. kalau melihat apa yang dibukakan di hakim-hakim 17-21, itulah gambaran orang yang ga punya raja. kacau... benar-benar kacau...
yang salah dianggap benar...
yang adalah dosa malah dianggap berkenan di hati Tuhan...
dan mereka tidak sadar seperti itu.

karena itu janganlah berpikir bahwa tidak ada Tuhan sebagai Raja dalam hidup kita, itu adalah hal yang baik. justru itu adalah hal yang kacau.

jadikanlah Tuhan sebagai Raja dalam hidup kita.
maka tidak akan kacau hidup kita. :)

"Datanglah Kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga."