Sunday, August 30, 2009

True Worshipper [part 3]

Ciri penyembah yang benar : [sambungan dari postingan True Worshipper [part 2] ]

5/ Iman yang penuh keyakinan terhadap Allah

Penulis Ibrani menuliskan seperti ini :
Tanpa iman kita tidak bisa menyenangkan hati Tuhan.
Bagaimana iman dari salah satu penyembah yang benar, yang diceritakan Alkitab, yaitu Daud?

Mazmur 27:1
TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?


Pada ayat 1 ini kita dapat melihat bahwa Daud dengan tegas menunjukkan betapa besarnya Allah itu.
Sesungguhnya pertanyaan pada ayat di atas tidak perlu dijawab, karena jawaban telah ada di pertanyaan itu.
Kepada siapakah aku takut? TIDAK SATU PUN!

Jikalau saat ini kita ditanya, kepada siapakah atau kepada apakah kita takut? Jawaban kita pastinya bermacam-macam.
Namun apakah atau siapakah yang ditakutkan Daud? NOTHING! NO ONE!

Ini adalah iman yang hidup. Namun Daud belum selesai pada ayat 1 saja.. Daud berlanjut pada ayat 2 :
Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.

Dan tidak selesai pada ayat 2 saja.. masih berlanjut hingga ayat yang ke-3 :
Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.


IMAN YANG LUAR BIASA yang ditunjukkan oleh Daud!

Adakah kita iman seperti ini?
Mungkin kita berkata : "Oh Tuhan.. saya tidak memiliki iman sebesar itu....."

Sesungguhnya kita perlu berbahagia.. Karena intinya bukanlah pada BETAPA BESAR IMAN KITA, TETAPI pada : BETAPA BESAR ALLAH KITA!!

Iman kita bukan menceritakan betapa besarnya iman kita, tetapi menceritakan betapa besarnya Allah kita. Iman yang penuh keyakinan terhadap Allah. Inilah yang seharusnya dimiliki oleh penyembah yang benar.

6/ Kehidupan yang berdoa

Mazmur 27:4
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.


Satu hal yang diminta Daud : Diam dalam rumah Tuhan ...
Sesungguhnya Daud ketika memohon, ia juga sadar akan ketidaklayakannya untuk memohon pada Allah. Maka dengan penuh kerendahan hati, Daud berkata :

Mazmur 27:7
Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!


Apakah kita memiliki kehidupan yang berdoa? Sadarkah kita akan ketidaklayakan kita?


7/ The Voice of Song / Suara Puji-pujian

Kembali ke ayat 6 yang telah dibahas di postingan sebelumnya..
Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.


Dimanapun kita berada, pada situasi seperti apa pun, ketika kita menyembah Allah, maka Allah akan memberikan suara puji-pujian dalam hati kita.
Namun apa yang sedang terjadi saat ini? Banyak orang percaya yang tidak lagi memiliki suara puji-pujian dalam hati mereka, banyak orang telah sakit iman.
Mari jangan biarkan iblis mencuri suara puji-pujian dalam hati kita!

Inilah 7 ciri dari seorang penyembah yang benar. ^^
Kesimpulan dari semuanya : ketujuh ciri tersebut tidak hanya ditunjukkan pada hari minggu ketika beribadah di gereja, tetapi sesungguhnya IBADAH YANG SEBENARNYA adalah kita mencari Allah setiap harinya, menikmati kemurahan dan kemuliaan Allah setiap harinya [perhatikan yang di-bold pada ayat di bawah ini ^^].

Mazmur 27:4
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.


Kiranya kita pun semakin belajar untuk menjadi seorang penyembah yang benar.

Thanks buat teman2 yang sudah setia membaca dengan penuh kesabaran.
Kiranya postingan ini juga bisa memberkati teman2.
Gb.. :)

True Worshipper [part 2]

Ciri penyembah yang benar : [sambungan dari True Worshipper [part 1] ]

2/ Focus Mind [Pikiran yang terfokus pada Allah]

Kembali ke ayat 4 :
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.


Pada ayat ini, kita dapat melihat bahwa inti dari ibadah adalah : memiliki kehausan/keinginan untuk diam dan menikmati kemurahan, kemuliaan, dan keindahan Allah.

Sering kali yang terjadi ketika kita beribadah, ketika kita saat teduh, ataupun berdoa, pikiran kita tidak fokus pada Allah. Sebaliknya, pikiran kita melayang-layang kemana-mana. Tubuh berada di gereja, arah mata, kepala, pandangan menuju Pendeta yang sedang berkhotbah, tetapi jiwanya tidak hadir di sana, melainkan terbang memikirkan hal2 lain.

Bagaimana fokus Daud ketika beribadah?
"...yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. "

fokus pikiran Daud hanya tertuju pada Allah, tidak pada hal2 lainnya. Apakah ketika beribadah pikiran kita berfokus pada Allah? Atau pikiran kita melayang-layang? Atau fokus pikiran kita tidaklah pada Allah, melainkan pada diri sendiri?


3/ Kehendak untuk taat/patuh pada Allah

Mazmur 27:6
Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.


[perhatikan yang aku bold]
Daud berkata aku mau mempersembahkan korban.
Apakah persembahan korban adalah ide Daud?
Jika kita membaca dan mempelajari kitab-kitab PL, maka kita tahu bahwa persembahan korban bukanlah ide Daud, melainkan adalah perintah Allah.

Daud bisa saja berkata pada Tuhan :
"Tuhan, biarlah saya cukup dengan hati yang mencari Allah, menikmati kemurahan, kemuliaan Allah, tetapi bagian persembahan korban, yang sangat merepotkan, kotor [bermain dengan darah, bukan? :p] dan menjijikkan itu ditiadakan saja.."

Namun Daud tidak berkata dengan demikian. Daud berkata : "dalam bait-Mu, ya Allah, aku mau mempersembahkan korban.."
Daud taat pada perintah Allah.
Ini bukanlah inisiatif Daud, melainkan tindakan Daud untuk mematuhi Allah.

Lalu apakah perintah Allah kepada kita?
Tentu saja pada Alkitab begitu banyak dicatat perintah Allah pada kita. [Bacalah Alkitab ^^]
Alkitab juga menunjukkan kepada kita cara-cara ketika beribadah kepada Allah.
Pertanyaannya.. adakah kita memiliki kepatuhan seperti ini?
Penyembah yang benar mematuhi perintah Allah. Adakah kita patuh pada perintah Allah? Atau kita lebih menyukai keinginan daging kita?

4/ A joyful spirit [Roh yang penuh sukacita]

Masih di ayat 6...
Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.


[perhatikan kembali yang di-bold]
Bagaimana sikap hati Daud ketika mematuhi perintah Allah? Dengan sorak-sorai.

Sekali lagi.. Sesungguhnya Daud bisa aja berkata seperti ini :
"Tuhan.. aku akan lakukan perintah-Mu.. mempersembahkan korban.. tapi dengan terpaksa!"
I'll do it but i don't like it.

Namun apa yang dikatakan Daud?
aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai.
Daud mematuhi perintah Allah dengan penuh sukacita!!!

Apakah kita juga memiliki sikap hati seperti itu? Dengan penuh sukacitakah kita mematuhi perintah Allah? Atau dengan terpaksa?

Kiranya kita boleh belajar menjadi penyembah yang benar!
Posting akan bersambung ke post berikutnya ^^ [agar ga kepanjangan postnya.. ^^]

True Worshipper [part 1]

Hari ini sungguh bersyukur Tuhan boleh menolong aku untuk semakin ngerti apa dan bagaimana ciri seorang penyembah yang menyembah dalam roh dan kebenaran lewat hamba-Nya (Rev. Bruce H.L). Aku mau membagikannya juga buat teman2. ^^


Eksposisi Mazmur 27:1-8


2000 tahun yang lalu, terjadi percakapan antara Tuhan Yesus dengan seorang perempuan Samaria, yang tercatat di Injil Yohanes pasal yang ke-4.

Yohanes 4:23-24 berbunyi demikian :
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."


Pada ayat di atas kita dapat menemukan Misi Allah, yaitu :
Allah mencari orang-orang yang bisa menjadi penyembah yang benar.
Karya keselamatan Kristus mengubah kita yang dahulunya adalah manusia berdosa, menjadi penyembah Allah.
Dan Allah menginginkan penyembah-penyembah yang benar [saat ini banyak penyembah yang palsu].
Salah satu penyembah yang benar, yang diceritakan dalam Alkitab adalah penulis Mazmur 27, yaitu Daud.
[Hari ini belajar dari Daud, penyembah Allah yang menyembah dalam roh dan kebenaran ^^]

Ciri penyembah yang benar :
1/ Yang pertama dan yang paling utama : A Seeking Heart [Hati yang mencari Allah]

Mazmur 27:4
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Pada ayat di atas, dapat dilihat bahwa Daud memiliki "desire" [keinginan hati] mencari Allah. Satu hal yang ia minta yaitu diam di rumah Tuhan...

Pada ayat 8 Daud mengingat kembali percakapannya dengan Allah dan Allah memerintah : "Carilah wajah-Ku."
Apa yang dimaksud dengan wajah di sini? Bukankah Allah itu Roh dan tidak memiliki tubuh fisik? Lalu bagaimana kita bisa mencari wajah Allah?
Tentu saja wajah yang dimaksud pada ayat ini bukanlah wajah secara fisik, namun melambangkan sesuatu. Apakah itu?
Mengambil suatu contoh seperti ini :
Ketika kita mengambil foto untuk dilekatkan pada KTP kita, bagian tubuh mana yang difoto? Tangan kita kah? Atau rambut kita sajakah?
Tentu ketika kita mengambil foto, yang diambil adalah wajah kita, bukan bagian tubuh lain yang bisa menunjukkan identitas kita, tetapi wajah.
Inilah maksud wajah di sini. Wajah melambangkan orang tersebut.
Dengan demikian sesungguhnya, Allah berkata : Carilah Aku.

Allah berkata : "Carilah Aku."
Apakah ini adalah hal yang biasa?
Mari kita berpikir lagi.. Apakah itu adalah hal yang biasa2 saja bagi kita?
Siapakah Allah?
Tentu kita tahu seberapa besar Allah kita itu : pencipta, alpha dan omega, ...
Begitu banyak deskripsi yang bisa kita sebutkan tentang Allah kita.
Tetapi di sini Ia berkata : "Carilah Aku."
Sesungguhnya ini adalah Anugerah yang sangat besar : Allah sendiri memberikan diri-Nya, agar kita bisa bersekutu dengan-Nya.
Allah yang demikian besar, namun mau memberikan diri-Nya untuk ditemui oleh kita yang begitu hina. Sungguh ini adalah anugerah yang sangat besar.
Sadarkah kita? ^^

Hal berikutnya yang perlu kita renungkan :
Allah berkata : Carilah wajah-Ku. Allah tidak berkata : Carilah tangan-Ku.
Namun saat ini apa yang terjadi?
Begitu banyak orang percaya yang hanya mencari tangan Tuhan : blessings dan blessings setiap saat. Menjadikan blessings lebih penting daripada pemberi blessings itu sendiri. Adakah kita juga seperti demikian?

Demikian ciri pertama dan utama yang seharusnya ada pada diri seorang penyembah yang benar : A seeking heart.

Adakah kita setiap pagi, ketika terbangun, memiliki keinginan/kerinduan untuk mencari Allah? Apakah kita setiap harinya memikirkan bagaimana cara agar kita bisa memiliki hubungan yang semakin dekat lagi dengan Tuhan ketika kita telah sadar bahwa persekutuan dengan Allah sesungguhnya adalah anugerah yang begitu besar?

Ciri2 selanjutnya akan dipostkan di post berikutnya. ^^

happy sunday ^^

Tadi malam tidur jam 1.. padahal hari ini adalah waktu untuk beribadah..
Biasanya sih tidur paling telat jam 11 klo hari sabtu...
Tetapi kemaren cukup bergumul juga.. Antara mo bantuin bikin TTS [Tema Tujuan Sasaran] ato tidur aja dengan alasan untuk memiliki tubuh fit buat beribadah [ga ngantuk]..
Namun karena merasa TTSnya cukup urgent untuk segera dibuat, jadina bantuin bikin TTS dulu dh.. [Walaupun sebenarnya aku masih bingung kemaren mana yang lebih urgent.. :p]

Sebelum tidur berdoa minta Tuhan tolong agar besoknya aku ga ngantuk waktu ibadah di gereja, dan memohon agar dapat tubuh fit. [Biasanya walau tidur jam 10, tetep aja masih agak ngantuk2 di gereja... T_T ]

Dan akhirnya tadi pagi waktu ibadah n pelayanan sore, ga ngantuk, tubuh tetep fit. hehehe.. Thanks God! ^^

Bersyukur untuk tubuh fit yang dianugerahkan Tuhan hari ini! ^^

Monday, August 24, 2009

Camp Sapulidi Tuhan

Sapulidi Tuhan : Saya Punya Lingkungan di dalam Tuhan

Sungguh bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Allah selama camp ini berlangsung (20 - 22 Agustus 2009).

Satu pernyataan yang aku lupa diucapkan oleh siapa... kira-kira intinya seperti ini..
Jikalau segala sesuatu yang kita kerjakan untuk Allah bisa berjalan lancar, maka perlu dipertanyakan apakah benar-benar yang kita kerjakan itu menghasilkan sesuatu yang tidak disukai iblis?
Jika iblis tidak ingin sesuatu yang bernilai kekal terjadi, maka apa yang kita lakukan itu akan sulit untuk berjalan lancar.

Itulah yang aku rasakan selama camp ini dipersiapkan maupun ketika camp ini dijalankan.

Begitu sulit menentukan tanggal dilangsungkannya camp ketika awal perencanaan.
Begitu sulitnya mendapatkan peserta yang mau ikut camp. (namun ini juga banyakan salah kita juga sih)
Dana masih kurang.. (tetap mengerjakan pencarian dana hingga saat ini, bagi yang mau membantu.. tolong kasi tau ya.. diterima dengan sangat senang hati.. hahaha.. ^^)
Banyak yang sakit selama acara camp ini berlangsung.
Begitu gampangnya terjadi kesal2an antar panitia karena kecapekan dan tekanan.
Begitu mudahnya peserta dan panitia untuk nggak konsen selama Firman Tuhan disampaikan.

Namun di tengah ketidaklancaran yang terjadi, aku bersyukur bisa menikmati kasih, pemeliharaan, penyertaan, belas kasihan Allah.

Di tengah hopeless akan jumlah peserta sebelum camp dimulai, aku bersyukur Tuhan tetap menegur dan menguatkan melalui ayat yang diberikan oleh orang yang dipakai-Nya, yaitu di Yesaya 30:15-16

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan, kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.


Di tengah kegentaran bahwa peserta bakal pada ngantuk di hari ke 2 yang terdiri dari 3 sesi berurutan, Allah tetap berbelas kasih dan aku bersyukur banyak peserta yang mau berjuang melawan kantuknya.

Di tengah banyaknya peserta yang sakit, namun aku percaya bahwa Allah tetap menjaga setiap mereka. Kekuatan yang diberikan kepada setiap peserta dan panitia sungguh hanya adalah anugerah Tuhan.

Melalui camp ini aku bersyukur sekali lagi bisa mengalami pengalaman rohani bersama Tuhan di kepanitiaan.
Dan terus berharap dan berdoa agar komitmen yang telah diambil oleh setiap peserta dan panitia, bisa tetap dilakukan.

To God be the Glory.

Berhala

Apa itu berhala?

Aku mendapatkan pengertian berhala dari seorang pembicara. Ia berkata bahwa berhala adalah sesuatu yang dimana harga diri kita tergantung dari padanya, segala sesuatu yang lebih diutamakan, daripada Tuhan.

Ketika harga diri kita ditentukan oleh merek baju, tipe HP, ataupun barang2 fisik lainnya, maka itulah berhala kita.
Jika kita lebih mementingkan bermain FB, YM, twitter, dkk daripada berdoa ataupun bersaat teduh, maka itulah berhala kita.
Jika kita lebih mementingkan mengirim sms atau membalas sms dari pacar kita di pagi hari, bahkan melebihi pentingnya berdoa terlebih dulu dengan Tuhan, maka pacar kita itulah berhala kita.
Jika... Jika... Jika...
...

Begitu banyak contoh lainnya.
Intinya adalah ketika seseorang atau sesuatu itu telah lebih utama daripada Tuhan, maka itu adalah berhala kita.

Aku bersyukur untuk pengertian yang dicetuskan dari pembicara ini.. tentu saja ini juga menegurku.

Ketika mendengarkan Firman yang disampaikan oleh K' Sam, aku berpikir.. apakah aku punya berhala? lalu apa yang menjadi berhala-ku?

Begitu banyak "berhala" yang begitu memikat hati.. Namun...
Sungguh begitu sia-sia jika memiliki sesuatu yang lebih penting daripada Tuhan. Itu yang aku dapatkan.

Ketika telah mencicipi kasih Tuhan, maka aku ingin sekali bisa seperti Paulus yang berkata:
"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."
Filipi 1:21

dan :
"Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus."
Filipi 3:7

Kiranya kita yang telah ditebus oleh Tuhan, mau mematikan segala "berhala" yang saat ini masih menjadi "berhala" kita.

Thursday, August 13, 2009

kuliah vs pelayanan??

Nilaiku di semester yang lalu turun.. akibatnya tidak bisa mendapatkan beasiswa.. padahal perlu banget.. T_T

Mudah sekali bagi seorang pelayan, ketika nilainya turun, maka yang disalahkan adalah pelayanan yang begitu padat.

SALAH BESAR jika nilai turun karena alasan sibuk pelayanan.
Yang benar adalah aku tidak berusaha dengan maksimal dan tidak melakukan yang terbaik.

Aku berpikir.. Misalkan aku tidak pelayanan, maka apakah nilaiku akan bagus terus?
Hmmm... Tidak. Itu adalah jawabanku.
Karena sering kali di tengah tidak adanya kesibukan, maka kemalasan akan begitu mudah mengikatku. Kerjaanku palingan baca komik, maen game, chatting ga jelas, browsing2, dan tidur.
Akhirnya.. tetep aja study terbengkalai walau tidak memiliki kesibukan pelayanan.

Namun sebagai seorang pelayan, sebagai seorang Kristen, seharusnya dalam hal kuliah, aku juga harusnya melakukan yang terbaik bagi Tuhan.
Maka ketika aku sadar bahwa nilaiku turun karena belum melakukan yang terbaik, aku pun harus bertobat.

Tidak ada gunanya pelayanan dengan begitu sibuk, namun study terbengkalai.
Dan tidak ada alasan untuk menyalahi pelayanan, jika nilaiku turun.

Semester selanjutnya harus bertobat dan do the best for God.

a humble servant

Ada beberapa hal yang aku dapatkan ketika pulang ke singkawang kemaren..
Hal yang aku maksud di sini adalah berkaitan dengan berkat rohani.

1 statemen yang dikeluarkan oleh pembicara :
"Salah satu ciri seorang yang penuh dengan Roh Kudus adalah seorang yang rendah hati."

Sering kali seseorang dinilai penuh Roh Kudus ketika ia berkhotbah dengan sangat baik, ia melayani dengan sangat baik, ia berkata-kata dengan penuh hikmat, dsb..

Tapi kali ini aku mendapatkan statemen yang berbeda.. yaitu berkaitan dengan kerendahan hati.

Aku mengakui inilah yang paling sulit untuk aku dapatkan dan lakukan. Sering kali yang aku dapatkan adalah sikap arrogan dan sikap rendah diri, yang secara tidak langsung juga mengandung kesombongan di dalamnya.

Satu sifat yang sangat aku gumulkan, yaitu rendah hati.

Seorang yang rendah hati, ketika Firman Tuhan diberitakan, tidak melihat pada penilaian pribadi akan kwalitas pembicara. Ia akan mendapatkan secara jelas apa yang Tuhan ingin sampaikan padanya lewat pembicara apa pun (dengan syarat : ga bidat).
Khotbah sederhana sekalipun, khotbah yang begitu sering didengar, namun ketika seorang yang rendah hati mendengarnya, ia tetap akan mendapatkan sesuatu dari Tuhan.
Karena ia tidak meninggikan dirinya di hadapan Tuhan, melainkan merendahkan diri di hadapan Tuhan, dan Tuhan berkenan dengan orang seperti ini.

Sering kali ketika aku akan mendengarkan khotbah, aku bertanya, "siapa pembicaranya?" dengan motivasi salah.. Berharap mendapatkan pembicara yang dinilai berkwalitas.. Dan ketika mendapatkan bahwa pembicara tersebut adalah seorang yang biasa2 saja, maka akan dengan mudahnya berdosa dengan cara men-judge secara tidak langsung bahwa akan sulit mendapatkan sesuatu.
Dan pada saat itu juga aku sudah menjadi calon seorang yang tidak akan mendapatkan berkat rohani.. Kecuali aku mau memperbaiki motivasi yang salah itu..

Bersyukur untuk 1 statemen berharga yang telah aku dapatkan tersebut..

Dan berjuang.. di dalam hidup yang penuh perjuangan ini, tetap belajar untuk rendah hati, tidak dengan kepura-puraan, namun dengan tulus.

The struggle of live : learn to be a humble servant