tidak ada gunanya jika terlalu memikirkan masalah dalam diri..
tidak ada gunanya jika hanya menyesal..
tidak ada gunanya jika aku hanya sampai tahap membenci diri ataupun mengasihani diri...
semua itu begitu sia-sia...
lebih baik aku mengisi waktuku dengan menikmatinya bersama Tuhan..
berbicara setiap saat padaNya ketika aku mungkin sedih ataupun ketika aku begitu terkagum-kagum melihat ciptaanNya yang begitu besar..
tidak ada gunanya aku berpikir yang tidak-tidak.. lebih baik aku bertindak untuk berubah terlebih dahulu...
tidak ada gunanya pergi ataupun menghindar dari masalah.. lebih baik menerima kenyataan dan menghadapi masalah dan tetap meminta hikmat dari Tuhan sehingga tidak lagi menimbulkan hal yang sama..
lebih baik mengisi hidup untuk belajar berubah daripada terus-terusan berpikir dan terlarut..
kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.
terpujilah Tuhan.. tidak ada Tuhan yang seperti Dia..
biarlah aku tidak dimengerti.. namun aku boleh melihat karyaNya yang begitu besar..
alam semesta.. Allah penciptanya.
biarlah seluruh bumi.. seluruh yang hidup memuji Dia..
baik di dalam susah.. baik di dalam senang.. baik di dalam keadaan terpuruk.. baik di dalam keadaan sukacita... baik ketika sakit ataupun sehat.. baik ketika sedang dalam pergumulan ataupun tidak...
hanya Allah yang layak menerima pujian untuk selama-lamanya!
Tuesday, June 30, 2009
Tuesday, June 23, 2009
wonderful day
lagi seneng dengan lagu ini.. wonderful day..
today i will walk with my hands in God
today i will trust in him and not be afraid
for he will be there
for he will be there
every moment to share
on this wonderful day
he had made
menjalani hari dengan sadar bahwa Tuhan memegang tanganku dan menuntun langkahku.
percaya dan tidak takut.
karena Ia pasti di sisiku.
Ia pasti berada di sisiku.
it's a wonderful day in each day when i walk with my hands in God and if i always trust in him.
beberapa hari hingga mungkin semingguan ini.. begitu banyak yang aku pikirkan.. begitu banyak yang bisa membuatku jatuh dan menyalahkan diri.. begitu banyak yang membuatku semakin hari semakin sulit untuk mendekatkan diri pada-Nya..
namun aku diingatkan lewat lagu ini...
bagaimana ketika aku mau menjalani hari bersama Dia.
begitu susah hati ketika begitu jauh dari-Nya
dan begitu indah ketika berjalan bersama-Nya
today i will walk with my hands in God
today i will trust in him and not be afraid
for he will be there
for he will be there
every moment to share
on this wonderful day
he had made
menjalani hari dengan sadar bahwa Tuhan memegang tanganku dan menuntun langkahku.
percaya dan tidak takut.
karena Ia pasti di sisiku.
Ia pasti berada di sisiku.
it's a wonderful day in each day when i walk with my hands in God and if i always trust in him.
beberapa hari hingga mungkin semingguan ini.. begitu banyak yang aku pikirkan.. begitu banyak yang bisa membuatku jatuh dan menyalahkan diri.. begitu banyak yang membuatku semakin hari semakin sulit untuk mendekatkan diri pada-Nya..
namun aku diingatkan lewat lagu ini...
bagaimana ketika aku mau menjalani hari bersama Dia.
begitu susah hati ketika begitu jauh dari-Nya
dan begitu indah ketika berjalan bersama-Nya
Monday, June 8, 2009
about loneliness
tadi dengerin rekaman khotbah...
emang sih khotbahna ga tentang loneliness arahnya...
tapi aku dapetin 1 poin ini..
dan berpikir.. aku kayak gini ga ya?
sebenarnya.. apa sih yang terpenting?
banyak yang menjawab uang, materi, cinta.
tapi dibukain akan sesuatu yang lebih penting dari itu semua, yaitu relasi.
kenapa banyak yang gemar ma FB?
karena tidak menemukan relasi yang dalam dengan orang-orang sekitar.
kenapa?
karena zaman yang semakin individualis, pensosialisasian diri, dsb.
apa sih yang dilakuin di status2 FB ato mgkn juga YM?
agi mo makan.
agi mo mandi.
tidur dulu ya. nite..
dsb..
all about me..
semua itu berkaitan dengan saya..
lalu sebenarnya apa yang menjadi masalah?
kesepian.
itu poinnya.
ketika zaman ini telah membawa manusia terjebak dalam relasi yang renggang, kesepian melanda manusia.
di blog, di status FB, FS, YM, dsb
mo ngomongin tentang saya..
kenapa?
karena ga ada orang yang bisa dijadikan teman untuk berbicara langsung, tidak ada orang yang bisa dijadikan teman curhat.
begitu mudah orang curhat ma orang ga dikenal lewat chatting, sms, dsb, namun klo curhat langsung ma teman, susah banget..
kenapa?
karena relasi yang renggang.
ya back to relasi yang renggang itu..
itulah yang menyebabkan kesepian.
oleh karena itu.. yang harus dilakuin adalah..
minta Tuhan perbaiki relasi kita..
baik dengan keluarga juga dengan teman-teman.
apalagi relasi dengan Tuhan..
tentunya itu harus baik dulu.. :p
demikian yang aku dapatkan berkaitan dengan penyakit yang sedang merajalela ini.. loneliness..
emang sih khotbahna ga tentang loneliness arahnya...
tapi aku dapetin 1 poin ini..
dan berpikir.. aku kayak gini ga ya?
sebenarnya.. apa sih yang terpenting?
banyak yang menjawab uang, materi, cinta.
tapi dibukain akan sesuatu yang lebih penting dari itu semua, yaitu relasi.
kenapa banyak yang gemar ma FB?
karena tidak menemukan relasi yang dalam dengan orang-orang sekitar.
kenapa?
karena zaman yang semakin individualis, pensosialisasian diri, dsb.
apa sih yang dilakuin di status2 FB ato mgkn juga YM?
agi mo makan.
agi mo mandi.
tidur dulu ya. nite..
dsb..
all about me..
semua itu berkaitan dengan saya..
lalu sebenarnya apa yang menjadi masalah?
kesepian.
itu poinnya.
ketika zaman ini telah membawa manusia terjebak dalam relasi yang renggang, kesepian melanda manusia.
di blog, di status FB, FS, YM, dsb
mo ngomongin tentang saya..
kenapa?
karena ga ada orang yang bisa dijadikan teman untuk berbicara langsung, tidak ada orang yang bisa dijadikan teman curhat.
begitu mudah orang curhat ma orang ga dikenal lewat chatting, sms, dsb, namun klo curhat langsung ma teman, susah banget..
kenapa?
karena relasi yang renggang.
ya back to relasi yang renggang itu..
itulah yang menyebabkan kesepian.
oleh karena itu.. yang harus dilakuin adalah..
minta Tuhan perbaiki relasi kita..
baik dengan keluarga juga dengan teman-teman.
apalagi relasi dengan Tuhan..
tentunya itu harus baik dulu.. :p
demikian yang aku dapatkan berkaitan dengan penyakit yang sedang merajalela ini.. loneliness..
Saturday, June 6, 2009
trust and obey
benar bahwa aku takut dan gentar...
benar bahwa aku cemas...
namun..
aku tahu Allah menyertaiku.
Karena Ia menyertaiku, aku berjalan.
hari ini cukup mendebarkan..
baru mencoba menggantikan dalam posisi koor..
sudah kerasa kegentaran ini..
dan inilah jawaban yang Tuhan berikan padaku.
Roh Kudus membisikkannya di dalam hatiku..
there's no other way to be happy in Jesus,
but to trust and obey
taat dan percaya.. inilah yang harus aku lakukan.
benar bahwa aku cemas...
namun..
aku tahu Allah menyertaiku.
Karena Ia menyertaiku, aku berjalan.
hari ini cukup mendebarkan..
baru mencoba menggantikan dalam posisi koor..
sudah kerasa kegentaran ini..
dan inilah jawaban yang Tuhan berikan padaku.
Roh Kudus membisikkannya di dalam hatiku..
there's no other way to be happy in Jesus,
but to trust and obey
taat dan percaya.. inilah yang harus aku lakukan.
thinking in the mid night...
jikalau dulunya teman-teman yang adalah sahabat-sahabatku (masa yang tidak bisa terulang), terlihat sebagai orang2 yang aktif di gereja... melayani sebagai MC, Singers, pemain musik, penari, guru sekolah minggu, pengurus... namun apakah ketika sekarang, ketika sudah tidak di singkawang lagi, bekerja di tempat lain, mereka masih bisa menikmati Tuhan?
ada.. ada yang bisa bertumbuh.. dan semakin bertumbuh..
namun... banyak sekali di antara mereka yang menjadi undur... tidak ke gereja, tidak saat teduh, tidak menikmati pekerjaan, "semakin jauh... semakin jauh... dari Tuhan...", bahkan tidak memuliakan Allah... hingga MBA... :(
bisakah aku menjangkau mereka semua...?
hmm.. aku ragu... jika harus memperhatikan satu per satu.. maka aku pun tidak tahu bagaimana caranya... karna terlalu banyak...
bersyukur jikalau tadi salah satu temanku boleh menelepon aku, dan aku bisa tahu keadaannya saat ini.. khususnya keadaan rohaninya...
dan aku menemukan... bahwa ia semakin undur...
bersyukur ketika saat ini aku boleh memulai memperhatikan.. dari dia.. dan mungkin akan berlanjut terus.. berharap aku bisa memperhatikan yang lainnya juga... fiuh...
sangat berharap jikalau mereka kembali ingat akan Tuhan dan menikmati hidup mereka bersama Tuhan...
hmmm...
ketika nantinya aku sudah selesai dari BiNus.. bakal kayak gimana ya?
jikalau di tempat ini aku mendapatkan Firman yang selalu menguatkan, dan dalam, lalu ketika nantinya aku mendapatkan Firman yang dangkal, apakah aku juga akan undur..?
berharap itu tidak terjadi... oleh karena itu sejak kuliah ini.. aku harus memperlengkapi diri...
dan yang penting... Tuhan pasti menuntunku.. karena Ia selalu menyertaiku...
hmmm... ketika memikirkan hal2 ke depan.. aku juga teringat akan khotbah tadi siang...
satu pemahaman fisiologis yang dipaparkan...
masa lalu sebagai masa depan.. yang nantinya akan menjadi evaluasi di kekekalan...
dan masa depan sebagai masa lalu.. karna nantinya pun akan dilewati...
hahahah... pemahaman yang aneh.. namun aku setuju akannya.. :p
kemudian... berkaitan dengan masa depan dan merencanakan sesuatu, aku jadi teringat juga dengan ayat Firman di Yakobus 4 : 13-16
4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",
4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
Jika Tuhan menghendakinya, aku akan hidup dan menjalani hari esok bersama Dia...
ada.. ada yang bisa bertumbuh.. dan semakin bertumbuh..
namun... banyak sekali di antara mereka yang menjadi undur... tidak ke gereja, tidak saat teduh, tidak menikmati pekerjaan, "semakin jauh... semakin jauh... dari Tuhan...", bahkan tidak memuliakan Allah... hingga MBA... :(
bisakah aku menjangkau mereka semua...?
hmm.. aku ragu... jika harus memperhatikan satu per satu.. maka aku pun tidak tahu bagaimana caranya... karna terlalu banyak...
bersyukur jikalau tadi salah satu temanku boleh menelepon aku, dan aku bisa tahu keadaannya saat ini.. khususnya keadaan rohaninya...
dan aku menemukan... bahwa ia semakin undur...
bersyukur ketika saat ini aku boleh memulai memperhatikan.. dari dia.. dan mungkin akan berlanjut terus.. berharap aku bisa memperhatikan yang lainnya juga... fiuh...
sangat berharap jikalau mereka kembali ingat akan Tuhan dan menikmati hidup mereka bersama Tuhan...
hmmm...
ketika nantinya aku sudah selesai dari BiNus.. bakal kayak gimana ya?
jikalau di tempat ini aku mendapatkan Firman yang selalu menguatkan, dan dalam, lalu ketika nantinya aku mendapatkan Firman yang dangkal, apakah aku juga akan undur..?
berharap itu tidak terjadi... oleh karena itu sejak kuliah ini.. aku harus memperlengkapi diri...
dan yang penting... Tuhan pasti menuntunku.. karena Ia selalu menyertaiku...
hmmm... ketika memikirkan hal2 ke depan.. aku juga teringat akan khotbah tadi siang...
satu pemahaman fisiologis yang dipaparkan...
masa lalu sebagai masa depan.. yang nantinya akan menjadi evaluasi di kekekalan...
dan masa depan sebagai masa lalu.. karna nantinya pun akan dilewati...
hahahah... pemahaman yang aneh.. namun aku setuju akannya.. :p
kemudian... berkaitan dengan masa depan dan merencanakan sesuatu, aku jadi teringat juga dengan ayat Firman di Yakobus 4 : 13-16
4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",
4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
Jika Tuhan menghendakinya, aku akan hidup dan menjalani hari esok bersama Dia...
Wednesday, June 3, 2009
tidak ada sukacita...
aku merasa begitu sedih..
ketika melihat bahwa ada yang melayani, tetapi tidak ada sukacita di dalamnya...
melayani karena terpaksa...
dan ketika bertemu dengan kritikan, akhirnya membuat semakin down, dan membuat hubungan dengan Tuhan pun menjadi berimbas...
ketika dikritik, menjadi penghalang ketika berdoa.. membuat ia merasa cape, lelah...
oh Tuhan....
tolonglah... agar pelayanan sungguh2 dikerjakan hanya untuk kemuliaan nama Tuhan....
ketika melihat bahwa ada yang melayani, tetapi tidak ada sukacita di dalamnya...
melayani karena terpaksa...
dan ketika bertemu dengan kritikan, akhirnya membuat semakin down, dan membuat hubungan dengan Tuhan pun menjadi berimbas...
ketika dikritik, menjadi penghalang ketika berdoa.. membuat ia merasa cape, lelah...
oh Tuhan....
tolonglah... agar pelayanan sungguh2 dikerjakan hanya untuk kemuliaan nama Tuhan....
Monday, June 1, 2009
masa lalu
berkaitan dengan masa lalu..
pikiran ini tidak bisa berhenti memikirkannya..
ntah apakah karena aku ini sering x hidup di kenangan masa lalu?
seharusnya belajar akan kesalahan yang lalu..
namun..
selain belajar..
tetep saja ada yang tertinggal...
yaitu perasaan malu, perasaan kesal, perasaan benci yang masih tersisa hingga saat ini ketika terpikirkan lagi...
ckckck...
pikiran bener2 hebat.. hahahha...
pikiran ini tidak bisa berhenti memikirkannya..
ntah apakah karena aku ini sering x hidup di kenangan masa lalu?
seharusnya belajar akan kesalahan yang lalu..
namun..
selain belajar..
tetep saja ada yang tertinggal...
yaitu perasaan malu, perasaan kesal, perasaan benci yang masih tersisa hingga saat ini ketika terpikirkan lagi...
ckckck...
pikiran bener2 hebat.. hahahha...
apa itu bocah?
bagiku seseorang tidak bisa dikatakan bocah jikalau dari cara berkata atau bertingkah laku yang di luar saja...
justru perlu penilaian akan di dalamnya..
bagiku.. seorang bocah adalah orang yang tidak konsisten.. tidak bisa memegang ucapannya..
seorang bocah adalah seorang yang tidak mengerti akan mengapa sesuatu dikerjakan olehnya..
seorang bocah adalah seorang yang begitu mudah mengeluh..
seorang bocah adalah seorang yang penuh dengan keegoisan..
seorang bocah adalah seorang yang begitu mudah melupakan akan hal yang telah ia alami sebelumnya..
seorang bocah adalah seorang yang tidak dewasa dalam pikirannya..
itu semua sajakah?
tidak.. tapi bagiku itu adalah hal2 yang urgen..
apakah aku seorang bocah?
terkadang iya...
justru perlu penilaian akan di dalamnya..
bagiku.. seorang bocah adalah orang yang tidak konsisten.. tidak bisa memegang ucapannya..
seorang bocah adalah seorang yang tidak mengerti akan mengapa sesuatu dikerjakan olehnya..
seorang bocah adalah seorang yang begitu mudah mengeluh..
seorang bocah adalah seorang yang penuh dengan keegoisan..
seorang bocah adalah seorang yang begitu mudah melupakan akan hal yang telah ia alami sebelumnya..
seorang bocah adalah seorang yang tidak dewasa dalam pikirannya..
itu semua sajakah?
tidak.. tapi bagiku itu adalah hal2 yang urgen..
apakah aku seorang bocah?
terkadang iya...
berkata2..
di dalam segala aspek seharusnya memuliakan Allah...
hmm.. aku teringat akan 1 aspek yang semakin buruk di akunya...
yaitu berkaitan dengan berbicara atau pun berbahasa...
awal datang aku berkata pada diri sendiri.. jangan mpe terpengaruh...
bahasa di jakarta begitu buruk...
eh.. nyata2nya.. terpengaruh juga...
dengan bahasa2 yang katanya.... menambah bumbu dalam berbicara...
fiuh...
sesungguhnya aku ga setuju... dengan segala kata2 yang negatif...
hufff....
aku berpikir dan menilai bahwa itu semua tidak memuliakan Allah..
misal ketika aku menyebut kata dung2.. bukankah arti sebenarnya itu adalah bodoh??
lalu itu berarti aku sudah merendahkan ciptaan Tuhan..
apa itu memuliakan Allah? tentu saja TIDAK
begitu banyak kata2 yang mulai sulit bagiku dilepaskan...
namun untuk memuliakan Dia dalam segala hal, kata2ku jga seharusnya adalah yang berkenan padaNya.
hmm.. aku teringat akan 1 aspek yang semakin buruk di akunya...
yaitu berkaitan dengan berbicara atau pun berbahasa...
awal datang aku berkata pada diri sendiri.. jangan mpe terpengaruh...
bahasa di jakarta begitu buruk...
eh.. nyata2nya.. terpengaruh juga...
dengan bahasa2 yang katanya.... menambah bumbu dalam berbicara...
fiuh...
sesungguhnya aku ga setuju... dengan segala kata2 yang negatif...
hufff....
aku berpikir dan menilai bahwa itu semua tidak memuliakan Allah..
misal ketika aku menyebut kata dung2.. bukankah arti sebenarnya itu adalah bodoh??
lalu itu berarti aku sudah merendahkan ciptaan Tuhan..
apa itu memuliakan Allah? tentu saja TIDAK
begitu banyak kata2 yang mulai sulit bagiku dilepaskan...
namun untuk memuliakan Dia dalam segala hal, kata2ku jga seharusnya adalah yang berkenan padaNya.
yang aku pikirkan...
beberapa hari ini berpikir banyak dan ingin menulis banyak...
berkaitan dengan menghakimi orang lain...
jikalau rabu yang lalu aku ditegur untuk tidak memandang rendah orang lain, tidak menghakimi orang lain, begitu sulit bagiku untuk lepas dari itu..
karena begitu banyak kasus2 yang diperhadapkan ke aku, dan secara refleks, di dalam pikiran aku langsung menempatkan orang yang ada dalam kasus tersebut sebagai orang yang salah.
dan ketika aku kembali berpikir dan berpikir.. aku mendapatkan.. pantaskah aku menempatkan bahwa dia itu salah? lalu apakah aku ini benar?
tentu tidak.. terlalu sering aku juga adalah orang yang salah.
lalu seharusnya apa yang aku lakukan?
seharusnya aku tegur dalam kasih..
namun sulit untuk melakukannya.. karena emosi ini sulit dikendalikan jika sudah menegur..
lalu sebelum menegur, aku ragu.. karena aku tidak tau benarkah apa yang aku pikirkan? apa itu juga adalah yang dipikirkan Tuhan?
setelah mendapatkan pikiran seperti itu, aku mulai undur untuk menegur.
berlanjut ke pemikiran ke2
berkaitan dengan mencari kehendak Tuhan
sulit kah?
sangat bagiku... karena aku sering kali tidak peka.. mana yang benar?
mana yang adalah kehendak Tuhan?
aku mencoba bertanya kepada orang lain tentang pendapat mereka akan beberapa hal yang aku pikirkan... dan tidak aku dapatkan jawaban yang membuat aku yakin bahwa itu adalah yang benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan.
di tengah aku mencari kehendak Tuhan, semakin banyak yang mau aku ketahui...
apakah benar keputusan untuk hal ini?
apakah yang aku lakukan ini adalah sesuai dengan kehendakNya?
apakah yang seharusnya aku lakukan?
mencoba meminta jawaban di dalam Firman.. belum.. belum aku dapatkan...
apakah karena aku yang malah kurang peka?
sepertinya begitu...
lalu aku berpikir.. mungkin kondisi dan situasi akan memberikan jawaban...
beralih ke pikiran yang mengganggu yang ke3..
untuk 1 hal yang aku pikirkan... aku mengingat kondisi2 dan situasi2 yang ada.. hal2 yang pernah terjadi...
lalu jika hanya ingin melihat hal2 negatif itu, aku bisa berkata bahwa ya.. ini lah yang benar.. bahwa jawabannya adalah tidak.
namun aku berpikir lagi... apakah itu adalah sesuatu yang harus membuatku memperbaiki diri? atau itu memang bukti untuk berkata tidak?
tidak tahu.. dan aku benar2 tidak tahu...
kembali ke permasalahan ke2.. aku harus mencari tahu apakah itu kehendak Tuhan..
dan belumlah aku mendapatkannya...
kemudian akhir2 ini aku melihat diri dan melihat orang lain...
banyak yang berubah.. begitu banyak...
ada yang berubah menjadi lebih baik... ada yang bagiku menjadi lebih buruk...
dan aku berpikir..
mengapa perubahan yang ke arah buruk bisa terjadi?
haruskah aku diam dan membiarkan semakin buruk saja?
seharusnya jawabannya tidak.
namun apa yang aku lakukan?
tidak tahu..
apakah aku melakukan sesuatu?
ada tapi hanya dalam pikiran.. karena lagi2 ini kembali ke pikiran pertama hingga ke3...
apakah benar klo itu adalah buruk?
jika iya kenapa? jika tidak kenapa?
lalu emang boleh aku menghakimi?
seharusnya tidak boleh karena aku pun juga salah satu yang semakin buruk..
lalu apa yang harus aku lakukan?
kembali jawaban tidak tahu muncul..
aku tidak tahu..
tidak mengerti apa kehendak Tuhan..
tidak mengerti mana yang benar dan mana yang salah...
begitu banyak pikiran yang membuatku tidak mengetahui jawabannya..
membuatku semakin lelah untuk memikirkannya lagi..
dan membuang semua itu dengan menjadi seorang yang tidak berpikir...
seorang yang hanya ingin bermain2...
dan mengisi pikiran akan hal yang lain..
hal yang bisa membuatku tersenyum karena melihat itu indah..
lalu sekarang?
aku terjebak.. karena pikiran itu tidak pergi..
masih aku tidak mengetahui mana yang salah dan mana yang benar..
Tuhan, tolong aku.. tolong aku sungguh2 mengerti manakah yang menjadi kehendakMu.. dan tolong aku untuk tidak bebal...
berkaitan dengan menghakimi orang lain...
jikalau rabu yang lalu aku ditegur untuk tidak memandang rendah orang lain, tidak menghakimi orang lain, begitu sulit bagiku untuk lepas dari itu..
karena begitu banyak kasus2 yang diperhadapkan ke aku, dan secara refleks, di dalam pikiran aku langsung menempatkan orang yang ada dalam kasus tersebut sebagai orang yang salah.
dan ketika aku kembali berpikir dan berpikir.. aku mendapatkan.. pantaskah aku menempatkan bahwa dia itu salah? lalu apakah aku ini benar?
tentu tidak.. terlalu sering aku juga adalah orang yang salah.
lalu seharusnya apa yang aku lakukan?
seharusnya aku tegur dalam kasih..
namun sulit untuk melakukannya.. karena emosi ini sulit dikendalikan jika sudah menegur..
lalu sebelum menegur, aku ragu.. karena aku tidak tau benarkah apa yang aku pikirkan? apa itu juga adalah yang dipikirkan Tuhan?
setelah mendapatkan pikiran seperti itu, aku mulai undur untuk menegur.
berlanjut ke pemikiran ke2
berkaitan dengan mencari kehendak Tuhan
sulit kah?
sangat bagiku... karena aku sering kali tidak peka.. mana yang benar?
mana yang adalah kehendak Tuhan?
aku mencoba bertanya kepada orang lain tentang pendapat mereka akan beberapa hal yang aku pikirkan... dan tidak aku dapatkan jawaban yang membuat aku yakin bahwa itu adalah yang benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan.
di tengah aku mencari kehendak Tuhan, semakin banyak yang mau aku ketahui...
apakah benar keputusan untuk hal ini?
apakah yang aku lakukan ini adalah sesuai dengan kehendakNya?
apakah yang seharusnya aku lakukan?
mencoba meminta jawaban di dalam Firman.. belum.. belum aku dapatkan...
apakah karena aku yang malah kurang peka?
sepertinya begitu...
lalu aku berpikir.. mungkin kondisi dan situasi akan memberikan jawaban...
beralih ke pikiran yang mengganggu yang ke3..
untuk 1 hal yang aku pikirkan... aku mengingat kondisi2 dan situasi2 yang ada.. hal2 yang pernah terjadi...
lalu jika hanya ingin melihat hal2 negatif itu, aku bisa berkata bahwa ya.. ini lah yang benar.. bahwa jawabannya adalah tidak.
namun aku berpikir lagi... apakah itu adalah sesuatu yang harus membuatku memperbaiki diri? atau itu memang bukti untuk berkata tidak?
tidak tahu.. dan aku benar2 tidak tahu...
kembali ke permasalahan ke2.. aku harus mencari tahu apakah itu kehendak Tuhan..
dan belumlah aku mendapatkannya...
kemudian akhir2 ini aku melihat diri dan melihat orang lain...
banyak yang berubah.. begitu banyak...
ada yang berubah menjadi lebih baik... ada yang bagiku menjadi lebih buruk...
dan aku berpikir..
mengapa perubahan yang ke arah buruk bisa terjadi?
haruskah aku diam dan membiarkan semakin buruk saja?
seharusnya jawabannya tidak.
namun apa yang aku lakukan?
tidak tahu..
apakah aku melakukan sesuatu?
ada tapi hanya dalam pikiran.. karena lagi2 ini kembali ke pikiran pertama hingga ke3...
apakah benar klo itu adalah buruk?
jika iya kenapa? jika tidak kenapa?
lalu emang boleh aku menghakimi?
seharusnya tidak boleh karena aku pun juga salah satu yang semakin buruk..
lalu apa yang harus aku lakukan?
kembali jawaban tidak tahu muncul..
aku tidak tahu..
tidak mengerti apa kehendak Tuhan..
tidak mengerti mana yang benar dan mana yang salah...
begitu banyak pikiran yang membuatku tidak mengetahui jawabannya..
membuatku semakin lelah untuk memikirkannya lagi..
dan membuang semua itu dengan menjadi seorang yang tidak berpikir...
seorang yang hanya ingin bermain2...
dan mengisi pikiran akan hal yang lain..
hal yang bisa membuatku tersenyum karena melihat itu indah..
lalu sekarang?
aku terjebak.. karena pikiran itu tidak pergi..
masih aku tidak mengetahui mana yang salah dan mana yang benar..
Tuhan, tolong aku.. tolong aku sungguh2 mengerti manakah yang menjadi kehendakMu.. dan tolong aku untuk tidak bebal...
Subscribe to:
Comments (Atom)