hufff...
akhirnya bisa tenang juga.. ^^
berdiam di dalam Tuhan membawa ketenangan namun juga pengoreksian...
pengoreksian yang aku dapet adalah begini...
kemaren aku baru mensharingkan satu buku, yaitu pengudusan emosi...
buku ini begitu berat untuk bisa dilakukan...
namun bagi aku buku ini sangat baik...
karena ketika Allahku dalam emosinya itu adalah kudus, maka seharusnya aku juga harus berjuang menjaga kekudusan hidup, termasuk emosi aku..
tapi baru satu hari sebelumnya aku mensharingkan buku itu, eh... keesokan harinya, aku malah gagal di dalamnya..
satu hari ini begitu aneh...
emosi aku tidak baik.. jadi cepat marah.. jadi cepat kesal...
ckckckck...
sorry2 bagi temen2 yang udah kena imbasnya.. (peace... ^^v)
ketika aku saat ini tenang pun, aku menjadi bingung..
kenapa ya?
hahahahah... aneh...
hm.. tapi ya... hari ini aku sudah tidak berjuang menjaga emosiku untuk hal2 yang negatif...
dan... kembali lagi aku menyesal........
hufff......... penyesalan selalu datang belakangan.. :((
namun.. tadi jam 10an akhirna aku dapet tenang...
ketika aku mau diam bersama Tuhan..
yang aku lakukan tadi adalah mengambil buku KPPK, dan kemudian membuka satu, dua buah lagu.. setelahnya menyanyikannya...
satu lagu yang membuatku tenang..
Tinggal Sertaku / Abide With Me.
aku senang dengan keempat baitnya..
kata2 di tiap baitnya begitu dalam...
hahahhaha...
dan dari lagu itu pun aku bisa berdoa pada Tuhan..
:)
ya.. aku nemuin satu cara...
diam dengan bernyanyi untuk Tuhan dan berdoa.. ^^
fiuh...
Bapa.. tolong aku untuk berjuang menjaga emosi ini agar sesuai dengan kehendak-Mu...
Amin.
Thursday, January 29, 2009
Wednesday, January 28, 2009
diam......
sudah lewat hampir 9 jam...
namun aku masih saja mengerjakan banyak hal yang sia-sia...
di satu sisi aku mencoba belajar tidak mengerjakan yang sia-sia itu...
namun di satu sisi, hal tersebut terasa sangat mengganggu..
sehingga membuatku kembali memikirkan dan mengerjakannya...
hufff...
yang ingin aku lakukan saat ini.. hanya berdiam...
berdiam dan tenang....
karena ketika aku berdiam dan tenang di dalam Tuhanku, maka aku akan dapatkan kekuatan daripada Dia..
namun begitu sulit untuk diam dan tenang di tengah dunia yang begitu berisik ini...
suara-suara yang begitu mengganggu...
sifat melan yang begitu mengganggu....
kadang terasa sangat memuakkan...
fiuh....
apa yang harus aku lakukan untuk bisa tenang dan diam di dalam ketenangan Tuhan?
Tuhan, tolong aku untuk diam dan tenang di dalam Engkau.
namun aku masih saja mengerjakan banyak hal yang sia-sia...
di satu sisi aku mencoba belajar tidak mengerjakan yang sia-sia itu...
namun di satu sisi, hal tersebut terasa sangat mengganggu..
sehingga membuatku kembali memikirkan dan mengerjakannya...
hufff...
yang ingin aku lakukan saat ini.. hanya berdiam...
berdiam dan tenang....
karena ketika aku berdiam dan tenang di dalam Tuhanku, maka aku akan dapatkan kekuatan daripada Dia..
namun begitu sulit untuk diam dan tenang di tengah dunia yang begitu berisik ini...
suara-suara yang begitu mengganggu...
sifat melan yang begitu mengganggu....
kadang terasa sangat memuakkan...
fiuh....
apa yang harus aku lakukan untuk bisa tenang dan diam di dalam ketenangan Tuhan?
Tuhan, tolong aku untuk diam dan tenang di dalam Engkau.
penyesalan
banyak hal yang seharusnya tidak perlu dikerjakan,
namun aku masih mengerjakannya.
dan setelah menyadari bahwa semua itu sia-sia,
maka aku menyesalinya.
banyak hal yang seharusnya tidak perlu dipikirkan,
namun aku terlalu memikirkan dan mengkhawatirkannya.
dan setelah menyadari bahwa semua itu sia-sia,
maka aku menyesalinya.
namun aku bersyukur karna aku menyesalinya,
karena aku mau belajar untuk tidak melakukan, memikirkan dan mengkhawatirkan yang sia-sia itu lagi...
namun aku masih mengerjakannya.
dan setelah menyadari bahwa semua itu sia-sia,
maka aku menyesalinya.
banyak hal yang seharusnya tidak perlu dipikirkan,
namun aku terlalu memikirkan dan mengkhawatirkannya.
dan setelah menyadari bahwa semua itu sia-sia,
maka aku menyesalinya.
namun aku bersyukur karna aku menyesalinya,
karena aku mau belajar untuk tidak melakukan, memikirkan dan mengkhawatirkan yang sia-sia itu lagi...
Tuesday, January 13, 2009
berkat rohani hari ini ^^
Wah.. senangnya.. tadi bisa dapet berkat rohani waktu di PMKJ.. hehehehhe^^
hmm.. tema hari ni PD Wilayah..
hohoho.. tadi sempat takut2... takut mengulang kesalahan sebelumna.. hahahha...
sebelumna karna kurang persiapan, jadina waktu PD malah ketiduran.. hufff.. parah..
nah.. jadi tadi agak takut ga konsen ke PoDo malah ketiduran..
tapi untung hal itu tidak terjadi.. heheheh..
nikmatin banget waktu doa tadi... ^^
hmm.. hari ini aku dapet berkat rohani lewat Firman Tuhan yang dibagiin ma K' Alex..
bersyukur banget hari ni bisa kut PMKJ.. ^^
tadi Firman Tuhan tentang doa Daud di 1 Tawarikh 17 ay 16-27.
Tawarikh itu klo inggrisna Chronicles.. hmm.. Tawarikh itu istilah dalam bahasa Indonesia lama, hahahah.. kalo disederhanain Tawarikh itu maksudna sejarah/cerita tentang seseorang.. gitu kalo ga salah inget.. hahahahha...
hmm.. aku juga baru tahu sih Tawarikh itu apa.. heheheh...
yak.. jadi.. tadi dimulai dengan melihat dulu cerita sebelum pasal 17 ay 16 ini..
hmmm.. singkat aja..
Daud tuh kan suka pergi perang tuh.. bukan suka sih, tapi emang sering pergi perang.. nah.. jadi kan sibuk.. hehehehe.. tapi.. di pasal 17 ay 1.. diceritain, ketika dia agi pulang ke rumah.. agi santai nih.. n ceritana kayakna agi ngobrol gitu ma Natan.. satu hal yang buat aku cukup tertegun.. yang dilakukan Daud waktu bersantai itu... dia berpikir akan satu hal...
Daud berpikir bahwa dia itu udah punya rumah yang adalah istana, satu rumah yang begitu mewah, pastinya besar, n juga nyaman.. lalu yang dipikirkan adalah bahwa tabut (yang waktu tu melambangkan kehadiran Allah) Allah adanya malah di bawah tenda...
yang dipikirkan adalah bahwa masa sih Tuhan yang udah kasi dia rumah yang begitu besar, tapi Tuhan sendiri "rumahnya" di bawah tenda..
hmmm.. kalo aku agi santai2.. apa yang aku pikirkan ya? ckckck.. rasanya begitu jarangnya aku pake waktu santai untuk memikirkan apa yang bisa menyenangkan Tuhanku... hufff...
yak.. back.. singkat cerita, Daud berpikir mau membangun bait Allah..
nah.. tapi ternyata.. Allah malah menjawab tidak, dan menubuatkan bahwa yang akan membangun rumah buat Allah adalah keturunannya, bukan Daud..
hmmm.. jadi ceritanya.. keinginan Daud ditolak..
mari saat ini memikirkan tentang Daud terlebih dahulu..
Daud adalah seorang raja, dan saat ini dia punya kerinduan yang bagi aku itu rohani lah ya... mau membangun bait Allah buat Tuhan... tapi Tuhan malah jawab tidak..
mengaitkan ke misalkan.. seorang yang begitu rajinnya pelayanan.. pelayanan di kampus lah, di PMKJ lah, di gereja lah.. mpe mukanya muka orang pelayanan. hahhahaha.. misalkan memiliki satu kerinduan yang begitu rohani... tapi ternyata dijawab tidak oleh Tuhan..
hm.. mungkin dia bakal marah2 kali ya.. udah pelayanan, sekarang punya kerinduan rohani, eh malah dijawab tidak.. mungkin akan berpikir kira2 :
"waduh.. Tuhan.. aku sudah pelayanan begitu banyak.. mengorbankan begitu banyak.. sekarang aku meminta hal yang begitu rohani, kenapa Tuhan malah tidak mendukung?? apa sih maunya Tuhan?" (versi buatan pikiranku.. :P)
mungkin itu reaksi dari kita ketika doa kita dijawab tidak oleh Tuhan : reaksi marah ato kesel ato sejenisnya...
tapi apa sih reaksi dari Daud?
akhirna masuk juga ke pasal 17 ay 16 ini.. hehehhee...
di sana ditulis : Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan Tuhan sambil berkata ... duduk di hadapan Tuhan mungkin maksudna Daud ke tenda tempat tersimpannya tabut Tuhan, dan dia duduk di hadapan tabut itu..
nah.. kemudian dia berdoa...
terjemahan dari Alkitab BIS :
apa yang dilakukan Daud setelah Tuhan menjawab tidak untuk keinginannya membangun bait Allah buat Tuhan?
berdoa..
apa isi doanya??
dari ayat 16-18 bisa diliat kerendahan hati dari raja Daud ini...
Daud menyadari.. walau dia adalah raja.. tapi ada Raja yang adalah Raja di atas segala raja... dia ingat akan yang diatasnya.. Daud ingat bahwa Tuhanlah yang telah memberikan dia begitu banyak hal, hingga saat ini dia bisa menjadi raja.. dia dan keluarganya..
ayat 17.. Daud bahkan begitu memuji Allah, karna Allah membuat janji bahwa keturunannya nanti akan membangun "rumah" buat Tuhan..
hmm.. inilah kerendahan hati dari Daud..
ketika mendapat jawaban tidak, ia justru melihat Allah, dan memuji Dia yang selama ini menyertai Dia. Dia memuji Allah karna nantinya keturunannya akan dipakai untuk membangun bait Allah.. walau bukan dia yang akan membangun "rumah" itu... dia memuji Allah karna keturunannya akan dipakai nantinya.. ia merasa bahwa Tuhan bahkan memperlakukan dia sebagai seorang pembesar.. Daud sadar akan ketidaklayakan dia untuk membangun rumah buat Tuhan.. hmmm.. intinya di ayat 17 mpe 18, dapat dilihat kerendahan hati dari raja ini...
setelah itu dia juga mengingat akan bangsanya.. ingat akan Allah yang telah menyelamatkan bangsa Israel.. sekali lagi dia memuji Allah..
kemudian masuk dalam bagian permohonan.. yang diminta Daud ga muluk2.. tapi dia meminta agar.. keturunannya tetap merasakan kasih Tuhan.
hmm... baiklah.. sampai di sini aja ah.. hahahah.. aku emang sulit untuk bisa menceritakan isi khotbah hingga begitu jelas.. jadina agak ga teratur.. hehehehhe.. tapi... aku ingin menyimpulkan...
satu reaksi yang sangat mengejutkan aku..
ketika dijawab tidak oleh Tuhan, Daud sadar akan ketidaklayakannya.. dan berdoa dengan kerendahan hati yang amat besar...
ketika aku kembali merefleksikan diri...
apa yang akan aku lakukan ketika doaku dijawab tidak oleh Tuhan?
adakah aku mengingat akan berkat Allah yang begitu besar selama ini? sehingga ketika doaku dijawab tidak sekalipun, kebaikan Allah tidak akan tergantikan dengan begitu mudahnya dengan jawaban tidak itu...
yah.. maksud aku sih.. hmm.. misal aku ga dijawab doa oleh Tuhan.. kemudian aku marah gitu.. tanpa mengingat kebaikannya selama ini.. jadi aku menggantikan kebaikan selama ini, dengan jawaban tidak.. jadi marah gitu...
hmmmm... apakah aku bakal seperti itu? atau aku bisa dengan kerendahan hati berdoa seperti Daud?
Daud.. berhasil..
karna dia hidup bukan hidup yang hari ini saja..
tetapi dia hidup dengan melihat masa lalu, dan melihat ke atas, melihat Allah yang telah menyertai dia..
hidup di saat ini.. dan melihat ke atas, bertanya apa yang Tuhan mau dia lakuin di hidup hari ini?
dan hidup dengan melihat masa depan, dan melihat ke atas, melihat Allah yang pasti akan memimpin dan menyertainya..
oh, Tuhan.. ajar aku seperti Daud ini.. yang selalu melihat ke atas.. selalu melihat Allah.. pandangan di hidupnya hanya tertuju pada Allah...
kiranya aku pun bisa diikat kesombonganku, dan mampu untuk sadar akan ketidaklayakan, kelemahanku.. dan bisa merendahkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan...
inilah berkat rohani yang aku dapatkan...
berkat rohani yang tak ternilai.. Firman Tuhan yang begitu dalam.. yang kembali menegur aku, tetapi juga membukakan mata hatiku pada Allah.. berkat rohani ketika bisa menikmati waktu doa.. berkat rohani yang tidak akan bisa diberikan oleh dunia...
thx God for todae... ^^
hmm.. tema hari ni PD Wilayah..
hohoho.. tadi sempat takut2... takut mengulang kesalahan sebelumna.. hahahha...
sebelumna karna kurang persiapan, jadina waktu PD malah ketiduran.. hufff.. parah..
nah.. jadi tadi agak takut ga konsen ke PoDo malah ketiduran..
tapi untung hal itu tidak terjadi.. heheheh..
nikmatin banget waktu doa tadi... ^^
hmm.. hari ini aku dapet berkat rohani lewat Firman Tuhan yang dibagiin ma K' Alex..
bersyukur banget hari ni bisa kut PMKJ.. ^^
tadi Firman Tuhan tentang doa Daud di 1 Tawarikh 17 ay 16-27.
Tawarikh itu klo inggrisna Chronicles.. hmm.. Tawarikh itu istilah dalam bahasa Indonesia lama, hahahah.. kalo disederhanain Tawarikh itu maksudna sejarah/cerita tentang seseorang.. gitu kalo ga salah inget.. hahahahha...
hmm.. aku juga baru tahu sih Tawarikh itu apa.. heheheh...
yak.. jadi.. tadi dimulai dengan melihat dulu cerita sebelum pasal 17 ay 16 ini..
hmmm.. singkat aja..
Daud tuh kan suka pergi perang tuh.. bukan suka sih, tapi emang sering pergi perang.. nah.. jadi kan sibuk.. hehehehe.. tapi.. di pasal 17 ay 1.. diceritain, ketika dia agi pulang ke rumah.. agi santai nih.. n ceritana kayakna agi ngobrol gitu ma Natan.. satu hal yang buat aku cukup tertegun.. yang dilakukan Daud waktu bersantai itu... dia berpikir akan satu hal...
Daud berpikir bahwa dia itu udah punya rumah yang adalah istana, satu rumah yang begitu mewah, pastinya besar, n juga nyaman.. lalu yang dipikirkan adalah bahwa tabut (yang waktu tu melambangkan kehadiran Allah) Allah adanya malah di bawah tenda...
yang dipikirkan adalah bahwa masa sih Tuhan yang udah kasi dia rumah yang begitu besar, tapi Tuhan sendiri "rumahnya" di bawah tenda..
hmmm.. kalo aku agi santai2.. apa yang aku pikirkan ya? ckckck.. rasanya begitu jarangnya aku pake waktu santai untuk memikirkan apa yang bisa menyenangkan Tuhanku... hufff...
yak.. back.. singkat cerita, Daud berpikir mau membangun bait Allah..
nah.. tapi ternyata.. Allah malah menjawab tidak, dan menubuatkan bahwa yang akan membangun rumah buat Allah adalah keturunannya, bukan Daud..
hmmm.. jadi ceritanya.. keinginan Daud ditolak..
mari saat ini memikirkan tentang Daud terlebih dahulu..
Daud adalah seorang raja, dan saat ini dia punya kerinduan yang bagi aku itu rohani lah ya... mau membangun bait Allah buat Tuhan... tapi Tuhan malah jawab tidak..
mengaitkan ke misalkan.. seorang yang begitu rajinnya pelayanan.. pelayanan di kampus lah, di PMKJ lah, di gereja lah.. mpe mukanya muka orang pelayanan. hahhahaha.. misalkan memiliki satu kerinduan yang begitu rohani... tapi ternyata dijawab tidak oleh Tuhan..
hm.. mungkin dia bakal marah2 kali ya.. udah pelayanan, sekarang punya kerinduan rohani, eh malah dijawab tidak.. mungkin akan berpikir kira2 :
"waduh.. Tuhan.. aku sudah pelayanan begitu banyak.. mengorbankan begitu banyak.. sekarang aku meminta hal yang begitu rohani, kenapa Tuhan malah tidak mendukung?? apa sih maunya Tuhan?" (versi buatan pikiranku.. :P)
mungkin itu reaksi dari kita ketika doa kita dijawab tidak oleh Tuhan : reaksi marah ato kesel ato sejenisnya...
tapi apa sih reaksi dari Daud?
akhirna masuk juga ke pasal 17 ay 16 ini.. hehehhee...
di sana ditulis : Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan Tuhan sambil berkata ... duduk di hadapan Tuhan mungkin maksudna Daud ke tenda tempat tersimpannya tabut Tuhan, dan dia duduk di hadapan tabut itu..
nah.. kemudian dia berdoa...
terjemahan dari Alkitab BIS :
17:16. Lalu masuklah Raja Daud ke dalam Kemah TUHAN. Ia duduk dan berdoa, "Ya TUHAN Allah, aku dan keluargaku tidak layak menerima segala kebaikan yang Kautunjukkan kepadaku selama ini.
17:17 Engkau malah berbuat lebih dari itu; Engkau telah membuat janji mengenai keturunanku untuk masa yang akan datang. Engkau bahkan memperlakukan aku sebagai seorang pembesar.
17:18 Apalagi yang dapat kukatakan kepada-Mu, ya TUHAN Allah? Engkau mengetahui segalanya tentang hamba-Mu ini, namun Engkau memberi penghormatan kepadaku.
17:19 Atas kemauan-Mu sendiri dan untuk kepentinganku Engkau melakukan semua perbuatan besar ini dengan terang-terangan.
17:20 Hanya Engkaulah Allah, tidak ada yang sama dengan Engkau. Kami tahu hal itu sebab sudah diberitahukan sejak dahulu.
17:21 Di seluruh bumi tidak ada bangsa seperti Israel. Israel adalah satu-satunya bangsa yang Kaubebaskan dari perbudakan untuk menjadi umat-Mu sendiri. Segala perbuatan besar dan ajaib yang Kaulakukan bagi mereka membuat nama-Mu termasyhur di seluruh dunia. Engkau melepaskan umat-Mu dari Mesir, dan menyingkirkan bangsa-bangsa lain pada waktu umat-Mu maju bertempur.
17:22 Bangsa Israel telah Kaujadikan umat-Mu sendiri untuk selama-lamanya. Dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.
17:23 Sekarang, ya TUHAN Allah, sudilah mengukuhkan untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai diriku dan keturunanku. Sudilah melaksanakan apa yang telah Kaujanjikan itu.
17:24 Di mana-mana orang akan selalu mengagungkan nama-Mu dan berkata, 'TUHAN Yang Mahakuasa ialah Allah atas Israel.' Untuk selama-lamanya seorang dari keturunanku akan memerintah sebagai raja.
17:25 Aku memberanikan diri memanjatkan doa ini kepada-Mu, ya Allah, sebab Engkau sendiri sudah memberitahukan kepadaku bahwa anak cucuku turun-temurun akan Kaujadikan raja atas bangsa ini.
17:26 Engkau, TUHAN, adalah Allah, dan hal yang indah itu telah Kaujanjikan kepadaku.
17:27 Karena itu, aku mohon, sudilah memberkati keturunanku supaya selama-lamanya mereka tetap merasakan kasih-Mu. Sebab, Engkau telah memberkati umat-Mu, ya TUHAN, maka mereka akan tetap diberkati untuk selama-lamanya."
apa yang dilakukan Daud setelah Tuhan menjawab tidak untuk keinginannya membangun bait Allah buat Tuhan?
berdoa..
apa isi doanya??
dari ayat 16-18 bisa diliat kerendahan hati dari raja Daud ini...
Daud menyadari.. walau dia adalah raja.. tapi ada Raja yang adalah Raja di atas segala raja... dia ingat akan yang diatasnya.. Daud ingat bahwa Tuhanlah yang telah memberikan dia begitu banyak hal, hingga saat ini dia bisa menjadi raja.. dia dan keluarganya..
ayat 17.. Daud bahkan begitu memuji Allah, karna Allah membuat janji bahwa keturunannya nanti akan membangun "rumah" buat Tuhan..
hmm.. inilah kerendahan hati dari Daud..
ketika mendapat jawaban tidak, ia justru melihat Allah, dan memuji Dia yang selama ini menyertai Dia. Dia memuji Allah karna nantinya keturunannya akan dipakai untuk membangun bait Allah.. walau bukan dia yang akan membangun "rumah" itu... dia memuji Allah karna keturunannya akan dipakai nantinya.. ia merasa bahwa Tuhan bahkan memperlakukan dia sebagai seorang pembesar.. Daud sadar akan ketidaklayakan dia untuk membangun rumah buat Tuhan.. hmmm.. intinya di ayat 17 mpe 18, dapat dilihat kerendahan hati dari raja ini...
setelah itu dia juga mengingat akan bangsanya.. ingat akan Allah yang telah menyelamatkan bangsa Israel.. sekali lagi dia memuji Allah..
kemudian masuk dalam bagian permohonan.. yang diminta Daud ga muluk2.. tapi dia meminta agar.. keturunannya tetap merasakan kasih Tuhan.
hmm... baiklah.. sampai di sini aja ah.. hahahah.. aku emang sulit untuk bisa menceritakan isi khotbah hingga begitu jelas.. jadina agak ga teratur.. hehehehhe.. tapi... aku ingin menyimpulkan...
satu reaksi yang sangat mengejutkan aku..
ketika dijawab tidak oleh Tuhan, Daud sadar akan ketidaklayakannya.. dan berdoa dengan kerendahan hati yang amat besar...
ketika aku kembali merefleksikan diri...
apa yang akan aku lakukan ketika doaku dijawab tidak oleh Tuhan?
adakah aku mengingat akan berkat Allah yang begitu besar selama ini? sehingga ketika doaku dijawab tidak sekalipun, kebaikan Allah tidak akan tergantikan dengan begitu mudahnya dengan jawaban tidak itu...
yah.. maksud aku sih.. hmm.. misal aku ga dijawab doa oleh Tuhan.. kemudian aku marah gitu.. tanpa mengingat kebaikannya selama ini.. jadi aku menggantikan kebaikan selama ini, dengan jawaban tidak.. jadi marah gitu...
hmmmm... apakah aku bakal seperti itu? atau aku bisa dengan kerendahan hati berdoa seperti Daud?
Daud.. berhasil..
karna dia hidup bukan hidup yang hari ini saja..
tetapi dia hidup dengan melihat masa lalu, dan melihat ke atas, melihat Allah yang telah menyertai dia..
hidup di saat ini.. dan melihat ke atas, bertanya apa yang Tuhan mau dia lakuin di hidup hari ini?
dan hidup dengan melihat masa depan, dan melihat ke atas, melihat Allah yang pasti akan memimpin dan menyertainya..
oh, Tuhan.. ajar aku seperti Daud ini.. yang selalu melihat ke atas.. selalu melihat Allah.. pandangan di hidupnya hanya tertuju pada Allah...
kiranya aku pun bisa diikat kesombonganku, dan mampu untuk sadar akan ketidaklayakan, kelemahanku.. dan bisa merendahkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan...
inilah berkat rohani yang aku dapatkan...
berkat rohani yang tak ternilai.. Firman Tuhan yang begitu dalam.. yang kembali menegur aku, tetapi juga membukakan mata hatiku pada Allah.. berkat rohani ketika bisa menikmati waktu doa.. berkat rohani yang tidak akan bisa diberikan oleh dunia...
thx God for todae... ^^
Subscribe to:
Comments (Atom)