Saturday, March 17, 2018

Life

Life is hard,

Semakin bertambah umur, itulah kenyataan yang akan kita sadari.

Setiap orang memiliki masalah masing-masing.

Dan banyak di antara mereka yang memiliki masalah yang jauh lebih kompleks daripada saya.

Saat seperti itu, saya pun bingung apa yang bisa kulakukan untuk mereka?

Saya berharap dia bisa tidur tanpa memikirkan masalah-masalah dan menjadi stress.

Saya berharap dia yang lain bisa tetap bersukacita di tengah rutinitas dan kurangnya kasih yang ia rasakan.

Saya berharap dan hanya bisa berharap.

Seandainya ada pintu doraemon sehingga saya bisa berada di sana bersama mereka agar mereka tidak kesepian..

Saat seperti ini, sulit untuk mengerti apa sebenarnya tujuan dari hidup ini, sedangkan saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka..

Well, Tuhan yang mengerti akan apa yang kami rindukan, kiranya menguatkan kami untuk menjalani hidup yang bermakna, yang telah Engkau rencanakan..

Friday, February 24, 2017

27th

In special moments, I always eager to write a post as my memorial stone.
One of them is today.

This year I almost forgot my birthday, because of the busy life.
And I'm really grateful for a friend who great in remembering his friends' birthday, who also had been my birthday reminder. 😄

Well...

Today is the first day of my 27th. 
And God again call me to deny myself, to take up my cross and to follow Him.
I really hope that I can be a faithful person.

May my Lord help me to be faithful and to be blessing for others. 

Amen.

Wednesday, January 18, 2017

3rd Year

Besok, 19 Januari 2017, adalah peringatan 3 tahun Papa di Surga.

Rindu. sangat. amat.

Sedih.

Namun, juga bahagia.

Karena ia sudah berbahagia bersama Allah Sumber Sukacita.


Hm...


Just wanna say, "I really miss you, Dad."

. . .

Sunday, December 25, 2016

Thou didst leave Thy throne and Thy Kingly crown

Sebuah lagu yang ditulis oleh Emily E. S. Elliott sekitar 1.5 abad yang lalu, menjadi perenungan bagiku menjelang dan ketika Natal di tahun 2016 ini.

Thou didst leave Thy throne and Thy kingly crown,
When Thou camest to earth for me;
But in Bethlehem's home was there found no room
For Thy holy nativity.
O come to my heart, Lord Jesus,
There is room in my heart for Thee.
 Masuk Hatiku, O Yesus, 'Ku Ada Tempat Bagi-Mu.

Demikian ending dari setiap bait lagu ini (terjemahan dari KPPK).

Seorang Kristen sejak kecil, aktif dalam pelayanan, dan aktif dalam pembinaan. Namun ketika pertanyaan "Adakah tempat bagi Yesus di hatimu?" dilontarkan, begitu sulit aku menjawab iya. 

Hati ini penuh dengan aku.

Masa depanku.
Masa laluku.
Pekerjaanku.
Pelayananku.
Kecemasanku.
Kesibukanku.
Relasiku.
Kebahagiaanku.
Kesedihanku.
Kepuasanku.
Dan aku aku yang lain.

Hati seperti ini, apakah benar ada tempat bagi-Nya?

Maka aku bersyukur atas kesempatan yang Tuhan berikan untuk 'ku kembali mengoreksi hatiku. Membuang sampah kotor yang tidak berguna itu.

Betapa aku berharap, untuk tidak lagi gagal fokus. 
Tidak fokus pada kefanaan dunia ini, tetapi pada kekekalan itu.
Tidak terus-menerus mencari hal yang memuliakan diri yang begitu bobrok ini,
tetapi Kristus yang mulia itu yang boleh terpancar di dalam pribadi yang telah Ia menangkan dan selamatkan.

Hidup tidak untuk aku, tetapi Hidup untuk Kristus.


#SebuahPerenunganAgarPribadiIniTetapFokus

Sunday, June 29, 2014

Sebuah Perenungan Dari Mazmur 136

Psalm 136:26 ESV
Give thanks to the God of heaven, for his steadfast love endures forever.



Kemarin, 28 Juni 2014, berkesempatan untuk menyaksikan salah satu keajaiban yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Setelah beberapa tahun, saya berkesempatan untuk melihat matahari terbenam di pantai, dengan cuaca yang sangat indah. Teman saya sempat mengabadikan kejadian tersebut melalui foto, namun bagi saya, tetap saja... peristiwa yang dilihat dengan kedua mata yang Tuhan anugerahkan ini, lebih ter-capture dengan sempurna.

Awan altokumulus, awan stratokumulus, dan awan stratus yang ter-capture oleh mata ini, berkumpul dengan efek cahaya sang surya yang menyilaukan dan yang megah itu. Mata ini pun sanggup untuk tidak berkedip selama kejadian megah ini berlangsung. Dan mulut ini pun berkata : "Tidak ada lampu sorot yang bisa menyerupai efek lampu sorot sang surya ini".

Peristiwa matahari terbenam ini tentu saja mengingatkan saya pada hymn "How Great Thou Art". Betapa ajaibnya Sang Pencipta...

Hari ini ketika membaca dan merenungkan Mazmur 136 ini, aku pun kembali ingat peristiwa kemarin. Masih adakah alasan untuk tidak bersyukur?

Give thanks with a grateful heart to the Lord....... For His steadfast love endures forever...

Ada 1 hal yang menggugah hati ketika bersyukur...

Ada berapa banyak kenalan (yang pada akhirnya mengarah ke "channel") yang saya punya? Apakah banyak? Atau sedikit?

Ada 1 anugerah yang begitu besar... 
Bahwa saya punya 1 kenalan yang begitu berkuasa... Dialah yang menciptakan salah 1 peristiwa menakjubkan yang baru saya saksikan kemarin...

Dialah Pencipta alam semesta (ay 4-9), yang menyertai sepanjang sejarah manusia (ay 10-22), yang senantiasa memperhatikan (ay 23-25), The God of gods, The Lord of lords (ay 2-3), dan di ayat terakhir : The God of heaven.

So... di akhir perenungan...

Bangga ga sih punya KENALAN kayak gini? ;)